Pemeriksaan Bovine Ephemeral Fever Virus (BEF) pada Ternak Sapi Oleh Tim Medis Hewan DKPP

By DINPPKP 06 Mar 2026, 13:14:38 WIB Peternakan dan Keswan
Pemeriksaan Bovine Ephemeral Fever Virus (BEF) pada Ternak Sapi Oleh Tim Medis Hewan DKPP

Menjadi dokter hewan adalah perjalanan yang penuh tanggung jawab dan pengorbanan. Namun di balik semua itu, ada kebahagiaan yang sulit digambarkan ketika melihat pasien yang tadinya sakit kemudian sembuh ada rasa hangat yang memenuhi hati. Seperti pada hari Rabu tanggal 4 Maret 2026, Tim dari UPT Puskeswan Purworejo diminta untuk pemeriksaan sapi yang sudah ambruk dan tidak mau makan, setelah kami datangi kemungkinannya mengarah ke infeksi virus BEF ( Bovine Ephemeral Virus ). Setelah kami tangani, pada hari Kamis tanggal 5 Maret 2026 peternak menghubungi lagi karena sapinya kembung dan terkulai. Tim UPT Puskeswan datang lagi untuk melihat kondisi sapi nya dan memberikan terapi lagi. Sorenya, tim kami mendapat kabar sapi sudah mulai berdiri dan mau makan lagi.

Bovine Ephemeral Fever Virus (BEF) merupakan salah satu penyakit infeksius pada sapi yang sering dikenal dengan sebutan three day sickness. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba, diikuti dengan gejala seperti lemas, penurunan nafsu makan, pincang, serta kesulitan berdiri. Virus ini ditularkan melalui gigitan serangga vektor seperti nyamuk dan Culicoides, sehingga penyebarannya sering terjadi pada daerah dengan populasi serangga yang tinggi, terutama pada musim tertentu.

Perjalanan penyakit ini biasanya berlangsung cukup cepat, namun dampaknya dapat menimbulkan kekhawatiran bagi peternak karena sapi yang sebelumnya sehat tiba-tiba menjadi lemah dan tidak mampu beraktivitas normal. Pada beberapa kasus, sapi terlihat berbaring dan enggan berdiri akibat rasa nyeri pada otot dan persendian. Meskipun demikian, dengan penanganan yang tepat, pemberian terapi suportif, serta perawatan yang baik, sebagian besar hewan dapat pulih dalam beberapa hari.

Bovine Ephemeral Fever mengajarkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan oleh vektor serta pentingnya manajemen kesehatan ternak yang baik. Melalui pemantauan kondisi hewan, pengendalian serangga, dan penanganan medis yang cepat, penyebaran penyakit ini dapat ditekan sehingga kesehatan dan produktivitas ternak tetap terjaga. Bagi kami medik veteriner, keberhasilan melihat sapi yang sebelumnya lemah kembali berdiri dan beraktivitas normal menjadi salah satu kepuasan tersendiri dalam menjalankan tugas menjaga kesehatan hewan dan keberlanjutan usaha peternakan.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung