- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
- Harga Bawang Merah Bikin Nangis? Tanam Sendiri di Pekarangan, Mengapa Tidak?
- Pemeriksaan Bibit Cengkeh di Kecamatan Bagelen
- Pemeriksaan Benih Cengkeh di Kelompok Tani Sumber Harapan Desa Watuduwur Kecamatan Bruno
- GERAKAN PANGAN MURAH DALAM RANGKAIAN PENUTUPAN TMMD DESA GRABAG, KECAMATAN GRABAG, KABUPATEN PURWOREJO
- GIAT PEMERIKSAAN REPRODUKSI UNTUK MENJAGA ASET DAERAH
- Monitoring Ketersediaan Sembako Jelang Lebaran 2026
- DKPP Gelar Sosialisasi Tim Verval Pupuk Bersubsidi Tingkat Kecamatan
- DKPP Purworejo Imbau Masyarakat Waspada Flu Burung di Tengah Perubahan Cuaca
- PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN ASAL HEWAN (PAH) MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI 1447 H
DKPP Purworejo Imbau Masyarakat Waspada Flu Burung di Tengah Perubahan Cuaca

DKPP Purworejo Imbau Masyarakat Waspada Flu Burung
di Tengah Perubahan Cuaca
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo mengimbau masyarakat, khususnya para peternak unggas, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Flu Burung atau Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dimana perubahan cuaca seperti saat ini berpotensi memicu munculnya berbagai penyakit pada ternak ungags.
HPAI merupakan penyakit virus akut pada unggas yang disebabkan oleh virus Influenza tipe A, khususnya subtipe H5 atau H7.
Penyakit yang dikenal luas sebagai flu burung (bird flu) ini dapat menyerang berbagai jenis unggas seperti ayam, bebek, entog maupun burung.
Penyakit ini tergolong sangat patogen karena dapat menyebabkan tingkat kematian pada unggas hingga hampir 100 persen dalam waktu singkat.
Selain itu, flu burung juga termasuk penyakit zoonosis, yang berarti dapat menular dari hewan ke manusia.
Adapun beberapa tanda dan gejala unggas yang terinfeksi flu burung antara lain kematian mendadak dalam jumlah banyak, perubahan warna jengger dan pial menjadi kebiruan, muncul perdarahan pada kaki, keluarnya cairan dari mata dan hidung, serta pembengkakan pada bagian kepala dan leher.
Penularan virus flu burung dapat terjadi melalui kontak langsung dengan unggas yang sakit, seperti melalui air liur, lendir, atau kotoran.
Penularan juga bisa terjadi secara tidak langsung melalui peralatan kandang, pakan, atau lingkungan yang tercemar virus, serta dari unggas liar atau burung migran yang terinfeksi.
Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, dihimbau peternak agar menerapkan biosekuriti secara ketat di lingkungan kandang.
Langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi keluar-masuk orang atau hewan ke area kandang, menjaga kebersihan kandang dan peralatan dengan disinfektan secara rutin, serta melakukan vaksinasi secara teratur pada unggas yang sehat.
Selain itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas peternakan atau DKPP apabila menemukan kejadian kematian unggas secara mendadak dalam jumlah banyak.
Dalam upaya melindungi kesehatan manusia, dihimbau masyarakat agar menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan sepatu boots saat menangani ungags, daging dan telur unggas harus dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.
Melalui edukasi ini, DKPP Kabupaten Purworejo berharap masyarakat semakin memahami bahaya flu burung serta dapat melakukan langkah pencegahan sejak dini guna melindungi kesehatan ternak dan manusia.
|
|
VAKSINASI DAN SURVAILANS PENYAKIT AVIAN INFLUENZA PADA PETERNAKAN RAKYAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT AVIAN INFLUENZA (AI) | |






