Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga

By DINPPKP 11 Mar 2025, 10:20:57 WIB Penyuluhan
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga

 

Pembinaan dan pendampingan kelompok wanita tani merupakan strategi untuk mendukung pemberdayaan, penumbuhan, dan penguatan kelembagaan wanita tani. Bertempat di Rumah Ibu Nur Mulyono Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki Desa Kuwurejo Kecamatan Kutoarjo pada hari Senin, 10 Maret 2025 dilakukan pertemuan rutin kelompok wanita tani. Acara ini dihadiri oleh Ibu Sri Lastuti, SP dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Ibu Kepala Desa Kuwurejo, Koordinator dan PPL Wilayah Binaan Desa Kuwurejo, pengurus dan anggota kelompok wanita tani sebanyak 15 orang.

 

Ibu Sri Lastuti, SP menyampaikan bahwa fungsi kelompok wanita tani yaitu sebagai wahana belajar untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani, wahana produksi berperan dalam meningkatkan produktivitas pertanian, wahana kerja sama bagi anggota kelompok tani untuk bekerja sama dalam bidang pertanian. Fungsi pekarangan adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan, meningkatkan penghasilan, dan menciptakan lingkungan yang asri. Lima fungsi pekarangan antara lain sebagai warung hidup, apotik hidup, lumbung hidup, estetika/keindahan, dan tabungan hidup.

 

Ibu Sri Handayani Adji selaku Koordinator PPL Kecamatan Kutoarjo juga menyampaikan bahwa pemanfaatan pekarangan sangatlah tepat untuk memenuhi pangan dan gizi keluarga, mengingat selama ini pekarangan belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal pekarangan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai penghasil pangan, dalam memperbaiki gizi keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Manfaatnya sangat besar, terutama bagi masyarakat golongan ekonomi lemah. 

 

Ibu Reny Marlina Yushanita selaku PPL Wilayah Binaan Desa Kuwurejo mengatakan bahwa  kendala yang sering dihadapi adalah terbatasnya lahan pekarangan karena telah digunakan untuk keperluan lainnya, selain juga adanya kendala lain yang menyebabkan masyarakat belum giat melakukan penanman di sekitar lahan pekarangan. Oleh karena itu diperlukan teknik bertanam yang tidak banyak memakan tempat, yang bahkan bisa juga diterapkan pada jenis tanaman lain misalnya tanaman sayur-sayuran untuk keperluan rumah tangga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan pada warga masyarakat agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan optimalisasi lahan pekarangan, dengan penanaman tanaman sayur dan tanaman obat. Diharapkan hal ini dapat membantu upaya pemeliharaan kesehatan dan ketersediaan pangan untuk skala rumah tangga. Optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan bertujuan untuk memberdayakan wanita Tani (KWT) agar memiliki pengetahuan, ketrampilan, memotivasi dalam memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan pendapatan keluarga serta dapat melaksanakan budidaya tanaman ramah lingkungan dan ekonomis melalui sistem budidaya tanaman.

Lahan pekarangan memiliki multiguna, karena dari lahan yang relatif sempit ini, dapat menghasilkan bahan pangan seperti umbi-umbian, sayuran, buah-buahan; bahan tanaman rempah dan obat; serta bahan pangan hewani yang berasal dari unggas, ternak kecil maupun ikan. Manfaat yang diperoleh dari pengelolaan pekarangan antara lain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan gizi keluarga, menghemat pengeluaran dan dapat memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat untuk membentuk pola konsumsi pangan yang baik. Untuk mempercepat akselerasi gerakan pemanfaatan pekarangan, perlu digerakkan Kelompok Wanita Tani untuk mendukung kegiatan penyediaan kebun bibit desa, budidaya tanaman pangan di pekarangan maupun industri pangan rumah tangga. (Pengirim : Reny Marlina Yushanita, SP  BPP Kecamatan Kutoarjo)





Berita Purworejo

Counter Pengunjung