- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Optimalisasi Pemanfaatan Lahan
Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Pembinaan dan pendampingan
kelompok wanita tani merupakan strategi untuk mendukung pemberdayaan,
penumbuhan, dan penguatan kelembagaan wanita tani. Bertempat di Rumah Ibu Nur
Mulyono Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki Desa Kuwurejo Kecamatan Kutoarjo pada
hari Senin, 10 Maret 2025 dilakukan pertemuan rutin kelompok wanita tani. Acara
ini dihadiri oleh Ibu Sri Lastuti, SP dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
Kabupaten Purworejo, Ibu Kepala Desa Kuwurejo, Koordinator dan PPL Wilayah
Binaan Desa Kuwurejo, pengurus dan anggota kelompok wanita tani sebanyak 15
orang.
Ibu Sri Lastuti, SP menyampaikan
bahwa fungsi kelompok wanita tani yaitu sebagai wahana belajar untuk
meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani, wahana produksi
berperan dalam meningkatkan produktivitas pertanian, wahana kerja sama bagi
anggota kelompok tani untuk bekerja sama dalam bidang pertanian. Fungsi
pekarangan adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan, meningkatkan penghasilan,
dan menciptakan lingkungan yang asri. Lima fungsi pekarangan antara lain
sebagai warung hidup, apotik hidup, lumbung hidup, estetika/keindahan, dan
tabungan hidup.
Ibu Sri Handayani Adji selaku
Koordinator PPL Kecamatan Kutoarjo juga menyampaikan bahwa pemanfaatan
pekarangan sangatlah tepat untuk memenuhi pangan dan gizi keluarga, mengingat
selama ini pekarangan belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal pekarangan memiliki
potensi untuk dikembangkan sebagai penghasil pangan, dalam memperbaiki gizi
keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Manfaatnya sangat besar,
terutama bagi masyarakat golongan ekonomi lemah.
Ibu Reny Marlina Yushanita selaku
PPL Wilayah Binaan Desa Kuwurejo mengatakan bahwa kendala yang sering dihadapi adalah
terbatasnya lahan pekarangan karena telah digunakan untuk keperluan lainnya,
selain juga adanya kendala lain yang menyebabkan masyarakat belum giat
melakukan penanman di sekitar lahan pekarangan. Oleh karena itu diperlukan
teknik bertanam yang tidak banyak memakan tempat, yang bahkan bisa juga
diterapkan pada jenis tanaman lain misalnya tanaman sayur-sayuran untuk
keperluan rumah tangga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan sosialisasi
dan pelatihan pada warga masyarakat agar memiliki pengetahuan dan keterampilan
dalam melakukan optimalisasi lahan pekarangan, dengan penanaman tanaman sayur
dan tanaman obat. Diharapkan hal ini dapat membantu upaya pemeliharaan
kesehatan dan ketersediaan pangan untuk skala rumah tangga. Optimalisasi
pemanfaatan lahan pekarangan bertujuan untuk memberdayakan wanita Tani (KWT)
agar memiliki pengetahuan, ketrampilan, memotivasi dalam memanfaatkan lahan
pekarangan sebagai sumber pangan dan pendapatan keluarga serta dapat
melaksanakan budidaya tanaman ramah lingkungan dan ekonomis melalui sistem
budidaya tanaman.
Lahan pekarangan memiliki
multiguna, karena dari lahan yang relatif sempit ini, dapat menghasilkan bahan
pangan seperti umbi-umbian, sayuran, buah-buahan; bahan tanaman rempah dan
obat; serta bahan pangan hewani yang berasal dari unggas, ternak kecil maupun
ikan. Manfaat yang diperoleh dari pengelolaan pekarangan antara lain untuk
memenuhi kebutuhan konsumsi dan gizi keluarga, menghemat pengeluaran dan dapat
memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.
Melalui kegiatan ini diharapkan
dapat meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat untuk membentuk pola
konsumsi pangan yang baik. Untuk mempercepat akselerasi gerakan pemanfaatan
pekarangan, perlu digerakkan Kelompok Wanita Tani untuk mendukung kegiatan
penyediaan kebun bibit desa, budidaya tanaman pangan di pekarangan maupun
industri pangan rumah tangga. (Pengirim : Reny Marlina Yushanita, SP BPP Kecamatan Kutoarjo)






