Mitigasi Tanam Tembakau di Tengah Kemarau Basah: Langkah Cermat KT Sumber Harapan Desa Watuduwur

By DINPPKP 21 Mei 2025, 13:38:43 WIB Penyuluhan
Mitigasi Tanam Tembakau di Tengah Kemarau Basah: Langkah Cermat KT Sumber Harapan Desa Watuduwur

Mitigasi Tanam Tembakau di Tengah Kemarau Basah: Langkah Cermat KT Sumber Harapan Desa Watuduwur

______________

# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pemberdayaan Petani

# CybersquadX BPP Bruno

# Bruno Come Back on Fire 

______________

Bruno, 21 Mei 2025 — Ditengah fenomena kemarau basah yang ditandai dengan curah hujan tinggi meski telah memasuki musim kemarau, Kelompok Tani (KT) Sumber Harapan di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, tetap melakukan penanaman tembakau dengan strategi mitigasi yang terukur dan dukungan dari petugas teknis.


KT Sumber Harapan terdiri dari 25 orang anggota, dengan komoditas utama tembakau. Namun, cuaca yang tak menentu menyebabkan tantangan besar. Daun tembakau yang seharusnya berkembang optimal di musim kering justru mengalami kelayuan akibat curah hujan yang terus turun hampir setiap hari.


Dibawah kepemimpinan Mad Anahul Haq selaku ketua, dan didukung oleh anggota aktif seperti Pak Khotip, kelompok tani ini tidak tinggal diam. Mereka aktif berkoordinasi dengan penyuluh dan petugas teknis untuk merumuskan langkah-langkah penyelamatan tanaman.


Hari ini, Rabu (21/5), suasana di ladang tembakau Desa Watuduwur tampak ramai. Petani, penyuluh, dan petugas teknis berkumpul untuk meninjau perkembangan lahan tembakau secara langsung. Turut hadir dalam kegiatan ini:Aswin Barinto, S.P.  Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Watuduwur.Duwi Hartoto, S.ST. Koordinator BPP Kecamatan Bruno dan Sugiyo Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).


Untuk mengatasi dampak kemarau basah, diterapkan beberapa strategi:


1. Pemilihan Varietas yang Lebih Toleran – Varietas yang mampu bertahan di kondisi tanah lembab menjadi pilihan.

2. Perbaikan Drainase – Parit-parit dibuat untuk menghindari genangan dan menjaga akar tetap sehat.

3. Penggunaan Mulsa Organik Ringan – Mengurangi kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan gulma.

4. Pemantauan OPT Intensif – Deteksi dini terhadap serangan hama/penyakit dan pengendalian terpadu.

5. Pemupukan Bertahap – Mencegah kelebihan air yang dapat menghilangkan unsur hara.


Kehadiran tim penyuluh dan teknis menjadi penyemangat tersendiri bagi petani. Diskusi lapangan yang berlangsung hangat memperlihatkan betapa pentingnya kolaborasi antara petani dan petugas teknis dalam menghadapi perubahan iklim.


Menurut PPL Aswin Barinto, “Musim tidak bisa kita atur, tapi cara kita merespons bisa menentukan hasil. Petani jangan menyerah.”


Kelompok Tani Sumber Harapan menunjukkan bahwa dengan kerja sama, strategi, dan pendampingan yang tepat, tantangan alam dapat dihadapi. Semoga dengan semangat dan ketekunan ini, tembakau Watuduwur tetap memberikan hasil terbaik meskipun cuaca tidak menentu.






Berita Purworejo

Counter Pengunjung