Misteri Dimensi Waktu: Dari Ashabul Kahfi, Michel Siffre, hingga Harapan Kelompok Tani Rukun Tani Desa Gowong

By DINPPKP 11 Apr 2025, 13:32:18 WIB Penyuluhan
Misteri Dimensi Waktu: Dari Ashabul Kahfi, Michel Siffre, hingga Harapan Kelompok Tani Rukun Tani Desa Gowong

Misteri Dimensi Waktu: Dari Ashabul Kahfi, Michel Siffre, hingga Harapan Kelompok Tani Rukun Tani Desa Gowong

______________

# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi, Pemerhati Filosofi dan Pemberdayaan Petani

# CybersquadX BPP Bruno

# Bruno Gasspool on Fire

______________

Gowong, 10 April 2025 – Hari ini boleh jadi adalah momen yang tak terlupakan bagi Kelompok Tani "Rukun Tani" Desa Gowong, Kecamatan Bruno. Setelah sekian lama menanti akhirnya Tim Verifikasi dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah datang melihat langsung ke lapangan, meninjau lokasi usulan sumur bor yang diajukan oleh kelompok.


Wajah-wajah ceria para pengurus Poktan memancarkan harapan baru. Sebab jika bantuan pompa bor ini benar-benar terwujud, maka saat musim tanam ke dua (MT2) dan ke tiga (MT3) datang—ketika curah hujan mulai tak menentu—mereka tak perlu lagi cemas oleh kekeringan yang acap kali melanda.


Ditengah gegap gempita itu, terlintas satu hal yang menarik: tentang dimensi waktu. Menunggu bantuan dapat terasa sangat lama, sepertinya hari-hari berjalan lambat. Tetapi ada juga kisah lain dimana dimensi waktu terasa singkat padahal sudah ratusan tahun berlalu. Mari kita renungkan sejenak: apa sebenarnya dimensi waktu ?


Dimensi Waktu dalam Gua: Kisah Ashabul Kahfi


Kisah ini tertulis dalam Al-Qur’an. Sekelompok pemuda yang beriman bersembunyi dalam gua untuk menyelamatkan diri dari penguasa zalim. Mereka tertidur bukan sehari dua hari—tetapi 309 tahun lamanya! Saat terbangun mereka menyangka hanya tidur sebentar.


Peristiwa ini memberi kita pelajaran bahwa dimensi waktu disisi Tuhan sangat berbeda dengan dimensi waktu yang kita rasakan. Kadang terasa panjang, kadang pula terasa singkat. Kadang membuat kita gelisah, kadang juga memberikan ketenangan.


Eksperimen Ilmiah: Michel Siffre dan Dimensi Waktu yang Hilang


Ditahun 1960-an, seorang ilmuwan bernama Michel Siffre melakukan eksperimen ekstrem: ia masuk ke dalam gua tanpa jam, tanpa sinar matahari, hidup sendirian. Apa yang terjadi?


Ia kehilangan persepsi tentang dimensi waktu. Ia pikir baru beberapa hari, padahal sudah lebih dari dua bulan. Badannya bingung kapan harus tidur atau bangun. Ia baru sadar bahwa ternyata dimensi waktu bukan sekadar angka di jarum jam, tetapi juga sesuatu yang terasa—dan dapat menipu.


Dimensi Waktu di Sawah/Ladang: Harapan Kelompok Tani Rukun Tani Desa Gowong


Bagi Kelompok Tani Rukun Tani desa Gowong dimensi waktu bukan dihitung dari detik atau menit, tapi dari musim. Mereka paham  kapan saatnya tanam, kapan saatnya panen, dan kapan pula mulai cemas jika hujan tak lagi turun.


Hari ini, dimensi waktu terasa berjalan maju, harapan menjadi tumbuh. Pompa bor yang dulu hanya angan, kini mulai masuk dalam perencanaan nyata. Jika berhasil tanah-tanah kering dapat kembali basah. Padi dan palawija dapat tumbuh tanpa khawatir musim tak bersahabat.


Pelajaran Berharga dari Tiga Kisah tentang Dimensi Waktu


Dari tiga kisah tentang waktu—kisah spiritual Ashabul Kahfi, eksperimen ilmiah Michel Siffre, dan perjuangan nyata Kelompok Tani Rukun Tani Desa Gowong—kita dapat memetik beberapa pelajaran penting:


1. Kesabaran akan dibalas dengan kejutan tak terduga  

   Ashabul Kahfi tidak tahu bahwa mereka akan tertidur ratusan tahun. Tetapi saat mereka bangun, ternyata zaman telah berubah dan perjuangan mereka dihargai. Seperti halnya  kelompo tani yang bersabar menunggu bantuan, akhirnya hari itu pun datang.


2. Dimensi Waktu tidak selalu seperti yang kita kira  

   Michel Siffre membuktikan bahwa dimensi waktu dapat “hilang” saat kita tak punya patokan atau pegangan. Ini mengingatkan kita agar tidak terpaku pada cepat atau lambatnya proses tetapi fokus pada niat dan arah. Perubahan membutuhkan dimensi waktu, dan kita harus peka membacanya.


3. Dimensi Waktu bisa menjadi harapan atau tekanan—tergantung pada bagaimana cara kita menyikapinya  

   Bagi Poktan Rukun Tani Desa Gowong, dimensi waktu dapat terasa menekan saat kemarau datang, tetapi dapat berubah menjadi harapan saat bantuan sumuriya  pompa mulai tampak. Artinya, bagaimana kita memaknai dimensi waktu akan menentukan bagaimana kita menjalani hari-hari ke depan.


Dimensi waktu dapat terasa lambat dapat pula terasa cepat. Dapat menjadi misteri di dalam gua, dapat pula menjadi terang saat bantuan datang. Tapi satu hal pasti: Dimensi waktu membawa perubahan. Dan perubahan itulah yang sedang  diharapkan bersama oleh Poktan Rukun Tani Desa Gowong.






Berita Purworejo

Counter Pengunjung