Merti Desa Kemranggen: Upaya Kolektif dalam Melestarikan Budaya Lokal dan Lingkungan Hidup

By DINPPKP 13 Jun 2025, 11:04:41 WIB Penyuluhan
Merti Desa Kemranggen: Upaya Kolektif dalam Melestarikan Budaya Lokal dan Lingkungan Hidup

Merti Desa Kemranggen: Upaya Kolektif dalam Melestarikan Budaya Lokal dan Lingkungan Hidup

______________

# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pertanian Berkelanjutan

# CybersquadX BPP Bruno

# Bruno Come Back on Fire 

______________

Kemranggen, Bruno, Kamis 12 Juni 2025__ Tradisi merupakan warisan budaya yang tidak hanya merefleksikan identitas suatu komunitas, tetapi juga menjadi cerminan hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta. Salah satu wujud nyata pelestarian tradisi tersebut dapat ditemukan dalam kegiatan Merti Desa, sebuah upacara adat tiga tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Kemranggen, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo sebagai bentuk rasa syukur atas berkah kehidupan dan hasil bumi.


 Panghargyan Merti Desa Kemranggen tidak hanya menghadirkan seni karawitan, makanan tradisional, dan doa bersama, namun juga menjadi ruang kebersamaan yang mengikat warga dalam semangat gotong royong dan kearifan lokal. Dengan mengusung semboyan “Makarti nyawiji, manembah mring Gusti, ngabekti mring bumi pertiwi, amrih lestari,” tradisi ini mengandung nilai spiritual, ekologis, dan sosial budaya yang relevan dalam konteks pelestarian lingkungan dan penguatan budaya lokal diera modern.


Secara harfiah, "merti" berarti merawat atau membersihkan. Dalam konteks ini, Merti Desa dimaknai sebagai ikhtiar kolektif untuk membersihkan batin, merawat harmoni sosial, dan menjaga kelestarian alam. Prosesi ini diisi dengan doa bersama, kirab budaya, kenduri, serta pertunjukan seni tradisional seperti gamelan dan tembang-tembang Jawa klasik.


Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya antara lain:


* Rasa syukur kepada Tuhan (manembah mring Gusti),

* Kesadaran ekologis terhadap bumi pertiwi,

* Kebersamaan dan gotong royong antar warga,

* Pelestarian identitas budaya dan spiritualitas lokal.


Keunikan Merti Desa Kemranggen terletak pada keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat: dari sesepuh desa, pemuda, perempuan, hingga anak-anak sekolah. Ini menunjukkan bahwa budaya tidak diwariskan secara top-down, melainkan dihidupkan secara bersama dari generasi ke generasi. Dalam konteks sosiologi pembangunan, ini menjadi indikator kuat adanya ketahanan sosial-budaya, yaitu kemampuan komunitas untuk menjaga nilai, norma, dan solidaritas di tengah perubahan zaman.


Menariknya, Merti Desa juga memiliki keterkaitan yang erat dengan konsep ketahanan pangan lokal. Salah satu bagian penting dari ritual ini adalah kenduri atau bancakan, dimana warga membawa hasil bumi seperti padi, ketela, pisang, jagung, dan aneka jajanan tradisional. Tradisi ini tidak hanya sebagai simbol rasa syukur, tetapi juga:


* Menunjukkan kemandirian pangan lokal dari hasil pertanian sendiri,

* Mendorong keberlanjutan sistem pangan berbasis desa,

* Menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang jenis-jenis pangan lokal yang sehat dan lestari.


Dengan demikian, Merti Desa secara tidak langsung memelihara rantai ketahanan pangan desa melalui praktik-praktik budaya yang hidup. Ini sejalan dengan pendekatan ketahanan pangan berkelanjutan yang menekankan pentingnya akses, ketersediaan, dan stabilitas pangan berbasis lokal.


Ditengah tantangan modernitas dan globalisasi yang seringkali mengikis budaya lokal, Merti Desa hadir sebagai peneguh jati diri sekaligus pengingat akan pentingnya keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya menjaga tradisi secara simbolik, tetapi juga merefleksikannya dalam tindakan nyata: mulai dari merawat lingkungan, melestarikan pangan lokal, hingga memperkuat solidaritas sosial.


Merti Desa Kemranggen membuktikan bahwa pembangunan tidak harus selalu dimulai dari hal besar. Justru dari desa, dari tradisi, dan dari kebersamaan—peradaban yang beradab dan berkelanjutan dapat dibangun.






Berita Purworejo

Counter Pengunjung