- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Menyusun Strategi, Membangun Kompetisi: Poktan Rukun Tani Gowong Gelar Pertemuan Persiapan GAP Tembakau

Menyusun Strategi, Membangun
Kompetisi: Poktan Rukun Tani Gowong Gelar Pertemuan Persiapan GAP Tembakau
______________
# CybersquadX BPP Bruno
# Bruno Semakin Menyala
______________
Gowong, Rabu, 12 Maret 2025 –
Kelompok Tani (Poktan) Rukun Tani di Desa Gowong hari ini menggelar pertemuan
penting dalam rangka mempersiapkan penerapan Good Agricultural Practices (GAP)
untuk budidaya tembakau. Pertemuan yang diadakan di sekretariat Poktan ini
dihadiri oleh seluruh anggota kelompok, dipimpin langsung oleh Ketua Poktan,
Muh Fatah serta didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Bruno,
Sutoyo.
Kegiatan ini bertujuan menyusun
strategi budidaya tembakau yang berfokus pada peningkatan kualitas hasil panen,
efisiensi produksi, serta membangun merek lokal "Tembakau Kajoran"
sebagai identitas unggulan dari pedukuhan Kajoran Kulon.
Dalam sambutannya, Muh Fatah
menegaskan komitmen Poktan Rukun Tani untuk menerapkan praktik pertanian
terbaik guna meningkatkan daya saing tembakau dari pedukuhan Kajoran Kulon,
Desa Gowong. Ia menekankan pentingnya membangun merek "Tembakau Kajoran"
sebagai ciri khas lokal yang berkualitas tinggi.
"Kami ingin Tembakau Kajoran
dikenal sebagai produk unggulan dari wilayah ini. Dengan penerapan GAP, kami
berharap dapat meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus memperkuat identitas
tembakau lokal di pasaran," ujar Muh Fatah.
PPL Sutoyo memberikan pemaparan
mengenai prinsip-prinsip GAP yang meliputi pemilihan bibit unggul, pengelolaan
lahan berkelanjutan, hingga pasca-panen yang sesuai standar. Ia juga menekankan
pentingnya pencatatan proses budidaya secara rinci sebagai bagian dari sistem
monitoring dan evaluasi.
"GAP bukan hanya soal hasil
panen, tetapi juga menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan penerapan yang konsisten, Tembakau Kajoran dapat menjadi produk yang
memiliki daya saing di pasar," jelas Sutoyo.
"Kami optimistis bisa
bersaing di pasar. Dengan kerja sama yang solid dan semangat membangun
identitas Tembakau Kajoran, kami yakin dapat meraih hasil terbaik," tambah
Muh Fatah diakhir pertemuan.
Pertemuan ini diakhiri dengan
sesi diskusi dan pembagian tugas kepada anggota kelompok untuk memastikan semua
pihak memahami peran mereka dalam implementasi GAP dan persiapan kompetisi.
Dengan langkah strategis ini, Poktan Rukun Tani Gowong berharap menjadi pelopor
dalam membangun merek tembakau lokal yang berkualitas tinggi dan berdaya saing
luas.






