Menghidupkan Kembali Tradisi: DOA BERSAMA PETANI KEMIRIKIDUL MENJELANG MUSIM TANAM

By DINPPKP 08 Mei 2025, 13:46:03 WIB Penyuluhan
Menghidupkan Kembali Tradisi: DOA BERSAMA PETANI KEMIRIKIDUL MENJELANG MUSIM TANAM

Menghidupkan Kembali Tradisi: DOA BERSAMA PETANI KEMIRIKIDUL MENJELANG MUSIM TANAM

 

KEMIRI KEREN NEWS –– Di tengah gempuran modernisasi dan kesibukan para petani, sebuah tradisi yang mulai jarang dilakukan di kalangan petani, ternyata masih dilakukan oleh Kelompok Tani Sido Maju, Desa Kemirikidul. Pada Rabu malam (7/5/2025), anggota kelompok tani berkumpul di Sekretariat untuk menggelar doa bersama menjelang musim tanam ke-2 (MT II).

Sekitar 50 petani hadir dari 4 kelompok tani yang ada di Desa Kemirikidul, duduk bersila di bawah penerangan sederhana, mengikuti doa dengan khidmat. Suara lantunan doa dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat dan diaminkan bersama-sama. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud harapan agar musim tanam kali ini berjalan lancar, cuaca bersahabat, serta hasil panen melimpah dan berkah. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Kemirikidul Pandu Arioko Putra, Ketua BPD Muhari, jajaran perangkat desa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kemiri Afni Rositawati serta Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Kemiri, Sugiyo.

"Doa bersama ini sudah rutin dilakukan setiap jelang tanam. Semoga akan terus lestari tradisi yang positif ini, dengan harapan hasil panen akan membawa berkah dan mensejahterakan anggota," ujar Setyo Wiyono, perwakilan Ketua Kelompok Tani Sido Maju.

Ia menambahkan bahwa kondisi alam yang semakin sulit diprediksi membuat para petani merasa perlu untuk kembali mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai bagian dari ikhtiar.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kemirikidul, Pandu Arioko Putra, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif kelompok tani yang menjaga tradisi doa bersama menjelang musim tanam.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Tradisi seperti ini bukan hanya soal adat, tapi juga menjadi pengingat bahwa setiap usaha kita perlu diiringi dengan doa. Terlebih lagi di masa sekarang, saat tantangan pertanian makin besar, dari cuaca ekstrem hingga harga pupuk yang mahal. Semoga dengan kebersamaan dan doa malam ini, kita diberi kelancaran dalam mengolah tanah dan hasil panen yang memuaskan. Mari terus jaga kekompakan dan semangat gotong royong," tutur beliau di hadapan para petani yang hadir.

Dalam kesempatan yang sama, anggota DPRD Kabupaten Purworejo, Sohibal Untung, menyampaikan kabar baik kepada para petani. Ia berjanji akan mengupayakan bantuan kendaraan roda tiga untuk mendukung kegiatan pertanian dan mobilitas kelompok tani.

"Melihat semangat panjenengan semua, Insya Allah saya akan mengupayakan bantuan kendaraan roda tiga. Kendaraan ini nanti bisa digunakan untuk angkut hasil panen, pupuk, maupun kebutuhan kelompok. Mohon doa dan dukungannya agar usulan ini bisa segera terealisasi," tambahnya yang langsung disambut tepuk tangan oleh para anggota kelompok tani.

Beliau juga menegaskan bahwa pihaknya di DPRD siap menjadi jembatan aspirasi petani dan akan terus mendorong program-program yang pro terhadap sektor pertanian rakyat.

Selain doa, acara malam itu juga menjadi ajang diskusi ringan seputar persiapan MT II. Seperti yang disampaikan PPL Kecamatan Kemiri, Afni Rositawati. Beliau menyampaikan beberapa hal penting terkait kesiapan menghadapi musim tanam ke-2 (MT II), mulai dari ketersediaan BBM, kondisi cuaca, hingga penggunaan Kartu Tani.

 

"Pertama, saya mengingatkan kembali kepada kelompok tani agar segera mengajukan surat permohonan rekomendasi BBM bersubsidi. Dokumen ini penting agar kebutuhan solar untuk traktor dan mesin pompa air bisa terpenuhi. Pengajuan bisa melalui kelompok dengan lampiran rencana kebutuhan yang jelas," ujar Afni.

Terkait kondisi cuaca, ia juga menyampaikan hasil prakiraan dari BMKG:

"Berdasarkan data dari BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan akan datang pada awal Bulan Juni. Oleh karena itu, mohon petani menyesuaikan jadwal tanam dan memperhatikan kebutuhan air. Koordinasi dengan pengairan sangat diperlukan," jelasnya kepada para anggota yang hadir.

Selain itu, Afni Rositawati juga menekankan pentingnya pemanfaatan Kartu Tani:

"Saya tegaskan, pupuk bersubsidi bisa diakses melalui Kartu Tani dan KTP. Bagi yang memiliki kendala dalam penggunaan, silakan hubungi kami. Kami siap bantu agar semua proses berjalan lancar menjelang MT II," tambahnya.

Beliau mengakhiri sambutan dengan mengajak semua petani terus menjaga kekompakan, mengutamakan komunikasi antarkelompok, dan tidak ragu untuk berkonsultasi jika menghadapi kendala teknis maupun administratif.

Kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah sederhana dan pembagian hasil bumi berupa pisang, kelapa, dan singkong kepada anggota yang hadir.

Pengurus kelompok berharap kegiatan seperti ini bisa kembali menjadi kebiasaan positif. Tidak hanya sebagai sarana spiritual, tapi juga untuk mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan di antara para petani. Semoga.––





Berita Purworejo

Counter Pengunjung