- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Menghidupkan Kembali Tradisi: DOA BERSAMA PETANI KEMIRIKIDUL MENJELANG MUSIM TANAM

Menghidupkan Kembali Tradisi: DOA
BERSAMA PETANI KEMIRIKIDUL MENJELANG MUSIM TANAM
KEMIRI
KEREN NEWS –– Di tengah gempuran modernisasi dan kesibukan para
petani, sebuah tradisi yang mulai jarang dilakukan di kalangan petani, ternyata
masih dilakukan oleh Kelompok Tani Sido Maju, Desa Kemirikidul. Pada Rabu malam
(7/5/2025), anggota kelompok tani berkumpul di Sekretariat untuk menggelar doa
bersama menjelang musim tanam ke-2 (MT II).
Sekitar 50 petani hadir dari 4 kelompok tani
yang ada di Desa Kemirikidul, duduk bersila di bawah penerangan sederhana,
mengikuti doa dengan khidmat. Suara lantunan doa dipimpin oleh tokoh masyarakat
setempat dan diaminkan bersama-sama. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial,
melainkan wujud harapan agar musim tanam kali ini berjalan lancar, cuaca
bersahabat, serta hasil panen melimpah dan berkah. Hadir dalam kesempatan
tersebut Kepala Desa Kemirikidul Pandu Arioko Putra, Ketua BPD Muhari, jajaran
perangkat desa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kemiri Afni Rositawati
serta Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Kemiri, Sugiyo.
"Doa bersama ini sudah rutin dilakukan
setiap jelang tanam. Semoga akan terus lestari tradisi yang positif ini, dengan
harapan hasil panen akan membawa berkah dan mensejahterakan anggota," ujar
Setyo Wiyono, perwakilan Ketua Kelompok Tani Sido Maju.
Ia menambahkan bahwa kondisi alam yang semakin
sulit diprediksi membuat para petani merasa perlu untuk kembali mendekatkan
diri kepada Tuhan sebagai bagian dari ikhtiar.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kemirikidul,
Pandu Arioko Putra, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif kelompok
tani yang menjaga tradisi doa bersama menjelang musim tanam.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini.
Tradisi seperti ini bukan hanya soal adat, tapi juga menjadi pengingat bahwa
setiap usaha kita perlu diiringi dengan doa. Terlebih lagi di masa sekarang,
saat tantangan pertanian makin besar, dari cuaca ekstrem hingga harga pupuk
yang mahal. Semoga dengan kebersamaan dan doa malam ini, kita diberi kelancaran
dalam mengolah tanah dan hasil panen yang memuaskan. Mari terus jaga kekompakan
dan semangat gotong royong," tutur beliau di hadapan para petani yang
hadir.
Dalam kesempatan yang sama, anggota DPRD
Kabupaten Purworejo, Sohibal Untung, menyampaikan kabar baik kepada para
petani. Ia berjanji akan mengupayakan bantuan kendaraan roda tiga untuk
mendukung kegiatan pertanian dan mobilitas kelompok tani.
"Melihat semangat panjenengan semua,
Insya Allah saya akan mengupayakan bantuan kendaraan roda tiga. Kendaraan ini
nanti bisa digunakan untuk angkut hasil panen, pupuk, maupun kebutuhan
kelompok. Mohon doa dan dukungannya agar usulan ini bisa segera
terealisasi," tambahnya yang langsung disambut tepuk tangan oleh para
anggota kelompok tani.
Beliau juga menegaskan bahwa pihaknya di DPRD
siap menjadi jembatan aspirasi petani dan akan terus mendorong program-program
yang pro terhadap sektor pertanian rakyat.
Selain doa, acara malam itu juga menjadi ajang
diskusi ringan seputar persiapan MT II. Seperti yang disampaikan PPL Kecamatan
Kemiri, Afni Rositawati. Beliau menyampaikan beberapa hal penting terkait
kesiapan menghadapi musim tanam ke-2 (MT II), mulai dari ketersediaan BBM,
kondisi cuaca, hingga penggunaan Kartu Tani.
"Pertama, saya mengingatkan kembali
kepada kelompok tani agar segera mengajukan surat permohonan rekomendasi BBM
bersubsidi. Dokumen ini penting agar kebutuhan solar untuk traktor dan mesin
pompa air bisa terpenuhi. Pengajuan bisa melalui kelompok dengan lampiran
rencana kebutuhan yang jelas," ujar Afni.
Terkait kondisi cuaca, ia juga menyampaikan
hasil prakiraan dari BMKG:
"Berdasarkan data dari BMKG, musim
kemarau tahun ini diperkirakan akan datang pada awal Bulan Juni. Oleh karena
itu, mohon petani menyesuaikan jadwal tanam dan memperhatikan kebutuhan air.
Koordinasi dengan pengairan sangat diperlukan," jelasnya kepada para
anggota yang hadir.
Selain itu, Afni Rositawati juga menekankan
pentingnya pemanfaatan Kartu Tani:
"Saya tegaskan, pupuk bersubsidi bisa
diakses melalui Kartu Tani dan KTP. Bagi yang memiliki kendala dalam
penggunaan, silakan hubungi kami. Kami siap bantu agar semua proses berjalan
lancar menjelang MT II," tambahnya.
Beliau mengakhiri sambutan dengan mengajak
semua petani terus menjaga kekompakan, mengutamakan komunikasi antarkelompok,
dan tidak ragu untuk berkonsultasi jika menghadapi kendala teknis maupun
administratif.
Kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah
sederhana dan pembagian hasil bumi berupa pisang, kelapa, dan singkong kepada anggota
yang hadir.
Pengurus kelompok berharap kegiatan seperti
ini bisa kembali menjadi kebiasaan positif. Tidak hanya sebagai sarana
spiritual, tapi juga untuk mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan di
antara para petani. Semoga.––






