- Layanan Sistem Kesehatan Hewan (Sim Keswan) oleh Tim Keswan Puskeswan Purwodadi
- Perkuat Regulasi dari Hulu ke Hilir, DKPP Bahas Ranperbup Penyelenggaraan Peternakan dan Kesehatan Hewan
- Pertemuan Rutin KTNA Kecamatan Bener Sosialisasikan PM AAS untuk Mendorong Peningkatan Produktivitas Padi
- DKPP Purworejo Perkuat Kompetensi Inseminator Melalui Forum Kolaborasi Bersama Kabupaten Magelang
- Pelatihan Optimalisasi Rotavator Kelompok Tani Mulyo
- Mendukung Penuh Program Wilsumbit Kementerian Pertanian, Penyuluh Pertanian Kecamatan Kaligesing Kenalkan Teknologi Urea Molasses Block
- Perkuat Pemanfaatan Agen Hayati di Tingkat Petani, Klinik PHTS Subur Makmur Gelar Praktik Perbanyakan PGPR
- Jamin Keamanan Pangan, Tim Kesmavet Purworejo Lakukan Pemeriksaan Daging di Empat Pasar Tradisional
- Jangkau Wilayah Perbatasan hingga Pegunungan, Dinas Gelar Layanan Kesehatan Hewan Gratis
- Belajar Memetik Rupiah dari Daun Tembakau
Mendukung Penuh Program Wilsumbit Kementerian Pertanian, Penyuluh Pertanian Kecamatan Kaligesing Kenalkan Teknologi Urea Molasses Block

Mendukung Penuh Program Wilsumbit Kementerian Pertanian, Penyuluh Pertanian Kecamatan Kaligesing Kenalkan Teknologi Urea Molasses Block
By : Tim Peliput BPP Kaligesing
Kaligesing, Rabu (15/07/2026) – Penyuluh Pertanian Kecamatan Kaligesing, Hanang Sarwono, S.P., melaksanakan kegiatan penyuluhan pada pertemuan rutin Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Barokah di Desa Hardimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota KWT yang dipimpin oleh Ketua KWT Sumber Barokah, Khabibah, dengan semangat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mendukung usaha peternakan di tingkat rumah tangga anggotanya.
Pada kesempatan tersebut, Hanang Sarwono, S.P. menyampaikan materi sekaligus memandu praktik pembuatan Urea Molasses Block (UMB) sebagai pakan tambahan (suplemen) bagi ternak ruminansia. Peserta diajak mengenal fungsi setiap bahan penyusun UMB, teknik pencampuran yang tepat, proses pencetakan, hingga cara penyimpanan agar kualitas produk tetap terjaga. Menggunakan bahan dan sumberdaya yang mudah didapat di desa Hardimulyo, bahan yang dipilih adalah garam 6 %, semen putih 3%, mineral mix 1%, urea 4%, kuteja 6 %, molase 40 %, konsentrat / dedak 40 %. Melalui praktik secara langsung, diharapkan anggota KWT mampu memproduksi UMB secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak di lingkungan masing-masing.
Penyampaian materi ini dinilai sangat relevan mengingat Kecamatan Kaligesing merupakan sentra pengembangan Kambing Ras Kaligesing yang telah ditetapkan sebagai Wilayah Sumber Bibit (Wilsumbit). Sebagai kawasan penghasil bibit unggul, upaya peningkatan kualitas pakan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas ternak. Pemanfaatan Urea Molasses Block diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan nilai nutrisi pakan, terutama pada musim ketika ketersediaan hijauan berkualitas mulai berkurang.
Mewakili pemerintah desa, Kasi Pelayanan desa Hardimulyo Nurul Hidayah, menyampaikan apresiasi atas materi yang diberikan. Menurutnya, pelatihan yang bersifat praktik langsung sangat membantu anggota kelompok dalam memahami teknologi sederhana yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga. Selain mendukung usaha peternakan keluarga, keterampilan membuat UMB juga berpotensi mengurangi biaya penyediaan pakan tambahan dan menunjang kesehatan ternak ruminansia khususnya kambing.
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Kaligesing, Jarwani, S.ST. berharap inovasi pakan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh anggota KWT maupun peternak di Desa Hardimulyo, dan semua desa di Kecamatan Kaligesing. Terdapat 6 KWT dan 5 kelompok tani aktif yang menjadi motor penggerak pertanian dan peternakan desa, yang direncanakan akan menyelenggarakan pelatihan serupa. Dengan pemanfaatan teknologi tepat guna dan pendampingan penyuluh secara berkesinambungan, diharapkan produktivitas ternak Kambing Ras Kaligesing semakin meningkat sehingga mampu mendukung keberhasilan program Wilayah Sumber Bibit (Wilsumbit) sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak di Kecamatan Kaligesing.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan suasana interaktif. Peserta tidak hanya mengikuti praktik pembuatan UMB, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai manajemen pemberian pakan, pemanfaatan bahan baku lokal, serta peluang pengembangan usaha peternakan berbasis potensi wilayah. Melalui kegiatan seperti ini, peran penyuluh pertanian diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, pemerintah daerah dalam hal ini Pemda Purworejo dan masyarakat dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing.






