Manfaatkan pekarangan dengan menanam cabai organik

By DINPPKP 15 Mei 2025, 14:03:09 WIB Penyuluhan
Manfaatkan pekarangan dengan menanam cabai organik

Manfaatkan pekarangan dengan menanam cabai organik


Ketua kelompok tani Muji Rahayu Desa Guyangan Kecamatan Loano, Bapak Supriyadi memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan menanam cabai rawit. Bermula dari cabai rawit yang dibeli di tukang sayur menjadi cabai rawit yang dijual ke tukang sayur. Budidaya awal dilakukan sekitar awal tahun 2025 dengan beberapa polibag, sampai sekarang terdapat sekitar 70 polibag tanaman cabai.

Beliau selalu memanfaatkan sisa limbah dapur untuk dijadikan pupuk organik dan pestisida nabati. Seperti halnya saat masa vegetatif, beliau memupuk tanaman cabainya dengan menggunakan kulit bawang merah yang direndam dalam air selama beberapa hari dan diaplikasikan ke tanaman setiap satu minggu sekali. Kulit bawang merah mengandung hormon auksin dan giberelin yang mampu merangsang pertumbuhan dan pertanaman. Sedangkan selama masa generatif, beliau memupuk tanaman cabai dengan memanfaatkan cangkang telur yang dihancurkan. Cangkang telur kaya akan kalsium yang dapat memberikan nutrisi tanaman selama pembungaan dan pembuahan. Cangkang telur juga dapat melindungi tanaman dari penyakit karena memiliki sifat anti bakteri dan anti jamur.

Pengendalian hama dilakukan menggunakan pestisida nabati. Beliau memanfaatkan puntung rokok untuk dijadikan pestisida nabati. Puntung rokok mengandung nikotin yang bersifat insektisida dan dapat digunakan sebagai racun saraf, kontak, dan perut bagi hama. Berdasarkan beberapa penelitian, ekstrak tembakau dari puntung rokok juga dapat membantu mencegah penyakit pada tanaman cabai. Sampai saat ini tanaman cabai masih berbuah dan sudah dipanen beberapa kali.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung