- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
KWT NGUDI REJEKI OLAH LIMBAH RUMAH TANGGA JADI PUPUK ORGANIK MELALUI INOVASI EMBER TUMPUK

KWT NGUDI REJEKI OLAH LIMBAH RUMAH TANGGA JADI PUPUK ORGANIK MELALUI INOVASI EMBER TUMPUK
Dalam rangka mendukung pertanian ramah lingkungan dan pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga, Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Rejeki Kelurahan Sucenjurutengah, Kecamatan Bayan, melaksanakan pertemuan rutin bulanan pada Selasa, 11 November 2025. Pertemuan ini turut dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bayan, yang memberikan materi menarik tentang pembuatan ember tumpuk dengan pemanfaatan limbah galon bekas. Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran dan praktik langsung bagi para anggota KWT untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik padat dan cair. Inovasi ini tidak hanya bermanfaat bagi pertanian, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung program Zero Waste di wilayah Kecamatan Bayan.
Inovasi Sederhana dari Limbah Rumah Tangga
Dalam penyuluhan tersebut, PPL menjelaskan bahwa ember tumpuk merupakan teknologi sederhana yang memanfaatkan galon bekas air mineral sebagai wadah fermentasi bahan organik. Melalui proses penguraian alami, limbah dapur dapat diubah menjadi pupuk berkualitas tinggi yang kaya akan unsur hara.
Bahan-bahan yang dapat dimasukkan ke dalam ember tumpuk antara lain:
· Sisa sayuran dan buah-buahan,
· Sisa nasi, kulit telur, ampas kopi, ampas teh
· Daun-daunan kering, potongan rumput, kertas atau kardus dan sedikit tanah,
· Serta sedikit aktivator EM4 atau larutan gula merah terfermentasi untuk mempercepat proses penguraian.
Limbah yang tidak disarankan dimasukkan ialah sisa makanan berlemak, daging, dan tulang, karena dapat menimbulkan bau dan mengundang serangga.
Langkah-Langkah Pembuatan Ember Tumpuk
2. Lubangi dasar galon bagian atas dengan paku atau solder untuk mengalirkan air lindi ke galon bawah.
3. Masukkan bahan organik secara bertahap ke dalam galon atas, sambil diselingi sedikit tanah dan aktivator EM4 (±5 sendok makan EM4 dicampur 1 liter air).
4. Tutup rapat galon atas agar proses fermentasi berjalan sempurna selama 2–3 minggu.
5. Setelah fermentasi selesai, bahan organik akan berubah menjadi pupuk padat, dan cairan yang menetes ke galon bawah menjadi pupuk organic cair.
Manfaat Ganda Hemat dan Ramah Lingkungan
Melalui inovasi ember tumpuk ini, anggota KWT Ngudi Rejeki merasakan manfaat ganda:
· Hemat biaya pupuk karena bisa memproduksi sendiri dari bahan sisa rumah tangga,
· Mengurangi timbunan sampah organik di lingkungan,
· Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan.
PPL dari BPP Kecamatan Bayan menyampaikan apresiasi atas antusiasme para anggota KWT yang mengikuti kegiatan ini.
“Dengan ember tumpuk, ibu-ibu bisa memanfaatkan limbah dapur menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman. Kegiatan ini sederhana tapi dampaknya besar, baik untuk ekonomi rumah tangga maupun lingkungan,” ujar PPL saat memberikan penjelasan. Melalui semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, KWT Ngudi Rejeki menjadi salah satu contoh Kelompok Wanita Tani yang mampu mengubah sampah menjadi berkah, dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Balai Penyuluhan Pertanian Kec. Bayan






