- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
KWT Gunung Putri Desa Cepedak Rintis Pertanian Terpadu: Kolaborasi Kebun dan Ternak untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

KWT Gunung Putri Desa Cepedak Rintis Pertanian Terpadu: Kolaborasi Kebun dan Ternak untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan
______________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pemberdayaan Petani
# CybersquadX BPP Bruno
# Bruno Come Back on Fire
______________
Cepedak, Bruno 22 Mei 2025__ Kelompok Wanita Tani (KWT) Gunung Putri Desa Cepedak, Kecamatan Bruno, terus menunjukkan progres signifikan dalam pengembangan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Setelah sebelumnya melakukan kegiatan extensifikasi lahan seluas 520 meter persegi yang ditanami aneka sayur seperti sawi, bayam, kangkung, cabe, dan terong, kini KWT Gunung Putri mengambil langkah lebih maju dengan merintis konsep pertanian terpadu.
Pertanian terpadu yang dikembangkan ini merupakan kolaborasi antara kebun sayur dan peternakan kambing. Kandang kambing kini sudah berdiri kokoh di pinggir kebun, dan dalam waktu dekat akan mulai diisi ternak. Strategi ini dirancang untuk menciptakan siklus pertanian yang berkelanjutan: kotoran kambing akan digunakan sebagai pupuk organik bagi tanaman, sedangkan limbah kebun seperti daun dan batang sayur akan menjadi pakan tambahan bagi ternak.
Ketua KWT, Eva Kotrun Ida, menyampaikan bahwa kegiatan ini sepenuhnya didanai secara swadaya oleh anggota KWT dari hasil penjualan panen sebelumnya. “Kami ingin membuktikan bahwa dengan semangat gotong royong dan pemanfaatan pekarangan secara maksimal, kami bisa mandiri dan menjadi contoh bagi desa-desa lain,” ujarnya.
Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Wibi Hari Prabowo, yang hadir di lokasi bersama dengan Suyitno menambahkan bahwa rintisan ini menjadi tonggak penting bagi kemandirian kelompok. “Langkah ini sangat strategis. Selain mendukung ketahanan pangan keluarga, juga memberdayakan perempuan desa untuk menjadi pelaku utama dalam pertanian berkelanjutan,” katanya.
Dengan konsep pertanian terpadu ini, diharapkan KWT Gunung Putri tidak hanya menjadi penghasil pangan sehat, tetapi juga pelopor pertanian inovatif di wilayah Kecamatan Bruno.






