- SUBALI SAPIRA (Suburkan Kembali Sapi Rakyat)
- DKPP Purworejo Kembali Pastikan Kualitas Kambing Jawa Randu untuk Penerima Hibah 2026
- KTNA Kecamatan Bener Gelar Pertemuan dan Tanam Benih Padi Metode PM-AAS
- PERUM BULOG DAN DKPP PURWOREJO GELAR EVALUASI BANTUAN PANGAN CPP
- KWT Margo Dadi Prapaglor Belajar Buat PSB
- Seleksi Tahap Kedua Tuntas, DKPP Pastikan 55 Domba Hibah Siap Disalurkan kepada Kelompok
- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo Gelar Monev Alsintan di Pituruh
- PERINGATI HKG PKK KE-54, RATUSAN KADER PKK PURWOREJO ANTUSIAS SERBU GERAKAN PANGAN MURAH DI PENDOPO PURWOREJO
- Tingkatkan Angka Kebuntingan Sapi Peternak, Program Subali Sapira Beraksi Lagi di Kedungpomahan Kulon
- RAKOR PEMANTAUAN STOK DAN HARGA DI TINGKAT PRODUSEN DAN KONSUMEN BULAN AGUSTUS 2026
KWT DEWI SRI PRAKTEK MEMBUAT REAKTOR BIOKOMPOS DARI GALON BEKAS

KWT DEWI SRI PRAKTEK MEMBUAT REAKTOR BIOKOMPOS DARI GALON BEKAS
Senin (7/7) bertempat di Balaidesa Desa Dukuhdungus kecamatan Grabag diadakan pertemuan KWT Dewi Sri yang dipandu oleh PPL Wibi setempat Ardiyanti Nuswantari, SP. Tema pada pertemuan kali ini adalah praktek membuat alat dekomposer limbah organik dapur, galon tumpuk. Sebanyak 2 galon bekas air mineral kemasan 15 L salah satu ujungnya dipotong menggunakan pisau, salah satu bagian galon yang lain pada bagian bawahnya dilubangi dengan pisau/ solder / bor secara merata. Kemudian keduanya ditumpuk untuk direkatkan, dan untuk mengunci agar lebih kencang pada bagian tengahnya diikat menggunakan lakban. Kotoran padat seperti sisa buah buahan, sayuran dan limbah dapur lainnya dimasukan kedalam galon tersebut.
Ibu ibu anggota KWT memperhatikan dengan seksama penjelasan materi dari narasumber, sesekali juga melemparkan pertanyaan. “Bagaimana ciri cirinya bisa digunakan untuk memupuk tanaman”. Dijelaskan bahwa limbah padat yang diberikan didalam galon setelah beberapa saat akan busuk dan mengeluarkan cairan. Cairan tersebut kita kenal dengan istilah Lindi, umumnya berwarna kecoklatan (tergantung bahan yang dibuat) dan akan berwarna kehitaman bila sudah jadi setelah mengalami penjemuran dibawah terik sinar matahari, lindi inilah yang digunakan untuk menyiram tanaman dengan dosis aplikasi ke tanaman dengan perbandingan 1:10 dengan pengenceran air sumur. Siti Saerah selaku ketua KWT Dewi Sri Dukuhdungus sangat senang dengan adanya praktek pembutan galon tumpuk ini, karena mudah dibuat, bermanfaat dalam menjaga lingkungan dan murah karena memanfaatkan barang barang bekas yang sudah tidak digunakan.






