KWT Bruno Studi Tiru ke Banjarnegara: Belajar Tingkatkan Nilai Tambah Singkong

By DINPPKP 21 Feb 2025, 21:19:14 WIB Penyuluhan
KWT Bruno Studi Tiru ke Banjarnegara: Belajar Tingkatkan Nilai Tambah Singkong

KWT Bruno Studi Tiru ke Banjarnegara: Belajar Tingkatkan Nilai Tambah Singkong

______________

# CybersquadX BPP Bruno

# Bruno semakin menyala

______________

Bruno, Kamis 20 Februari 2025 – Rombongan Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kecamatan Bruno yang memiliki potensi besar dalam budidaya singkong hari ini melakukan studi tiru ke KWT Sinta Bara di Desa Majalengka, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara. Kunjungan ini diinisiasi oleh Maryoto, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Karanggedang, dan dikoordinasi oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bruno karena wilayah ini memiliki potensi besar dalam pengolahan singkong, namun masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan nilai tambahnya. Studi ini bertujuan memperluas wawasan dan meningkatkan nilai tambah singkong yang selama ini masih dihargai sangat murah di tingkat petani.

 

KWT Sinta Bara dipilih sebagai tujuan studi karena memiliki potensi serupa dengan KWT di Bruno, namun telah berhasil menembus pasar global dengan berbagai inovasi pengolahan singkong.

 

Kiprah KWT Sinta Bara yang Mendunia

 

Dalam sambutannya, Singgih, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Banjarnegara, menjelaskan bahwa KWT Sinta Bara sejak berdiri pada tahun 2012 telah konsisten dalam menjalankan usahanya. Konsistensi ini membuatnya berkembang menjadi salah satu KWT unggulan yang telah meraih berbagai penghargaan dari pemerintah maupun swasta. Dinas pun terus mendorong keberadaan KWT karena perannya sangat strategis dalam program prioritas ketahanan pangan.

 

Ketua KWT Sinta Bara, Maesaroh, membenarkan pernyataan tersebut. Menurutnya, keberhasilan KWT Sinta tidak lepas dari kerja sama dan bimbingan berbagai pemangku kepentingan. KWT Sinta aktif melakukan promosi melalui pameran dan edukasi, mulai dari anak usia dini hingga SMA, agar masyarakat lebih mengenal manfaat tepung mokaf (Modified Cassava Flour). Mereka juga kerap diundang oleh instansi pemerintah, swasta, dan pelaku UMKM untuk berbagi pengalaman.

 

Tidak hanya memproduksi mokaf, KWT Sinta Bara kini juga mengembangkan berbagai produk berbasis umbi-umbian seperti tepung irut (garut), ketela ungu, talas, dan lainnya. Sejak awal berdiri, fokus utama mereka adalah pengolahan pangan berbasis singkong, mengingat potensinya yang melimpah namun memiliki harga jual rendah. Mokaf sendiri dinilai lebih unggul dibandingkan tepung terigu karena bebas gluten, yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Namun, tantangan terbesar adalah mengubah kebiasaan masyarakat yang masih mengandalkan tepung terigu. Oleh karena itu, KWT Sinta terus berinovasi, termasuk dengan meluncurkan es krim mokaf pada 12 Januari 2025.

 

Bruno Siap Mengembangkan Inovasi Singkong

 

Duwi Hartoto, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bruno, mengapresiasi kunjungan ini. Ia menegaskan bahwa rombongan KWT se-Kecamatan Bruno datang ke tempat yang tepat untuk belajar strategi pengolahan singkong. Kecamatan Bruno sendiri memiliki potensi besar sebagai penghasil singkong, namun pengolahan mokaf di wilayah tersebut masih perlu dikembangkan lebih lanjut.

 

Diharapkan, studi tiru ini dapat memberikan inspirasi bagi KWT di Bruno untuk terus berinovasi dalam meningkatkan nilai tambah singkong, sehingga dapat menjadi pijakan ekonomi yang lebih kuat bagi masyarakat setempat.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung