- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
KWT Berkah Makmur Belajar Membuat Pestisida Nabati dari Daun Sirsak

KWT Berkah Makmur Belajar Membuat Pestisida Nabati dari Daun Sirsak
______
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pertanian Ramah Lingkungan
# CybersquadX BPP Bruno
# Bruno Come Back on Fire
______
Kalibade, Brunosari, Bruno, 02 Juni 2025— Suasana kebersamaan tampak hangat di halaman salah satu rumah warga Dusun Kalibade pada hari ini. Belasan ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Makmur berkumpul dalam kegiatan pertemuan rutin yang diadakan pada awal bulan Juni 2025. Kegiatan kali ini cukup istimewa karena diisi dengan praktik langsung pembuatan pestisida nabati dari berbagai tanaman, dengan bahan utama daun sirsak.
Dipandu oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) Musti Widyaningrung, A.Md., para anggota KWT tampak antusias mengikuti setiap tahapan proses. Ketua KWT, Ibu Rohana, mengawali kegiatan dengan pengarahan singkat mengenai pentingnya pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif pestisida kimia yang sering menimbulkan residu berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, para ibu membawa berbagai jenis tanaman yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti daun sirsak, serai, daun pepaya, lengkuas, dan daun mimba. Tanaman-tanaman ini dikenal memiliki kandungan zat aktif yang bersifat insektisida alami dan aman bagi tanaman pangan.
“Pembuatan pestisida nabati ini sangat sederhana. Bahan-bahan cukup direbus, difermentasi, atau ditumbuk lalu dicampur air, kemudian bisa langsung digunakan untuk menyemprot tanaman,” jelas Bu Musti di tengah demonstrasi.
Selain mendapat penjelasan teori mengenai fungsi dan keunggulan pestisida nabati, peserta juga dilatih membuat larutan pestisida dari daun sirsak secara langsung. Beberapa ember dan baskom disiapkan untuk tempat pencampuran. Dengan penuh semangat, ibu-ibu mengiris, menumbuk, dan meracik bahan sesuai arahan. Aroma khas daun dan rempah-rempah menguar di udara.
Kegiatan ini tidak hanya memberi pengetahuan baru, tetapi juga mendorong kemandirian petani skala rumah tangga dalam menjaga kebun dan tanaman mereka. Dengan adanya pestisida alami ini, diharapkan tanaman seperti cabai, tomat, dan sayur-sayuran lainnya dapat terlindungi dari serangan hama tanpa bergantung pada bahan kimia sintetis.
“Kami senang bisa belajar bareng. Ini bisa langsung kami praktikkan di kebun sendiri. Bahannya mudah, murah, dan aman,” ujar salah satu peserta dengan wajah ceria.
Pertemuan KWT kali ini ditutup dengan diskusi ringan dan rencana tindak lanjut untuk membuat pestisida nabati secara berkala sebagai bagian dari gerakan pertanian organik di lingkungan Dusun Kalibade. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi modal penting untuk terus mengembangkan pertanian sehat di desa ini.






