KTNA Kecamatan Bruno Bangkit Kembali : Siap Dukung Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

By DINPPKP 13 Feb 2025, 07:32:24 WIB Penyuluhan
KTNA Kecamatan Bruno Bangkit  Kembali  : Siap Dukung  Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

KTNA Kecamatan Bruno Bangkit  Kembali  : Siap Dukung  Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional 

_____________

# Sutoyo : Penyuluh Pertanian

# Pegiat Literasi, Jurnalistik dan Pemerhati Kebijakan Pembangunan Pertanian

# Bruno semakin menyala

_____________

Bruno,  Rabu Kliwon 12 Februari 2025 – Setelah vakum dalam beberapa tahun akibat kebijakan pembatasan kerumunan, Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Bruno kembali menggelar pertemuan rutin yang sempat terhenti. Bertempat di Aula Kecamatan Bruno, acara ini dihadiri oleh lebih dari 25 peserta, termasuk seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bruno, Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), serta PPL Kehutanan. 

 

Diinisasi oleh BPP Kecamatan Bruno kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para petani untuk kembali memperkuat koordinasi, berbagi ilmu, dan menyusun strategi dalam menghadapi tantangan pertanian. Selain itu pertemuan ini juga menjadi bagian dari upaya percepatan pencapaian ketahanan pangan nasional yang ditargetkan sebelum tahun 2027. 

 

Martina Dewi (PPL) menyampaikan pemaparan mengenai potensi dan permasalahan umum yang dihadapi sektor pertanian di Kecamatan Bruno. Ia menyoroti perlunya adaptasi terhadap teknologi pertanian modern agar produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik. 

 

Sugiyo (POPT) turut menambahkan bahwa menjaga keseimbangan ekosistem menjadi faktor krusial dalam pertanian berkelanjutan. Salah satu program yang sedang digalakkan adalah pemasangan Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai solusi alami dalam pengendalian hama tikus. Dengan metode ini petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pestisida kimia yang nyata-nyata dapat merusak lingkungan. 

 

Dipandu oleh Duwi Hartoto selaku Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), diskusi berlangsung cukup dinamis dan menghasilkan beberapa kesepakatan penting yang tertuang dalam notulen rapat : 

 

1. Pertemuan KTNA kembali diaktifkan secara rutin sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antar petani. 

2. Struktur kepengurusan akan dilengkapi, karena saat ini baru terdapat ketua saja. 

3. Jadwal pertemuan rutin akan ditentukan dalam pertemuan berikutnya, dengan opsi pertemuan selapanan (35 hari sekali) atau bulanan. 

4. Besaran iuran wajib akan disepakati dalam pertemuan mendatang untuk mendukung operasional organisasi. 

5. KTNA akan difungsikan kembali sebagai wadah kerja sama, pembelajaran bersama, dan advokasi petani dalam menghadapi tantangan sektor pertanian. 

 

Dengan kembalinya pertemuan rutin KTNA diharapkan semangat kebersamaan dan gotong royong di kalangan petani semakin kuat. KTNA tidak hanya menjadi tempat berbagi ilmu dan pengalaman tetapi juga menjadi sarana bagi petani untuk menyuarakan aspirasi mereka dalam menghadapi berbagai tantangan mulai dari harga komoditas, akses teknologi, hingga kebijakan pertanian. 

 

Selain itu keterlibatan aktif para penyuluh dan pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat modernisasi pertanian di Kecamatan Bruno. Dengan sinergi yang baik antara petani, pemerintah, dan berbagai pihak terkait, visi ketahanan pangan yang dicanangkan secara nasional bukan sekadar target tetapi menjadi kenyataan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat. 

 

Sebagaimana pepatah Jawa yang mengatakan, “Memayu hayuning bawana, ambrasta dur hangkara”, yang berarti mengusahakan kesejahteraan dunia dengan menyingkirkan keburukan. Melalui kebangkitan KTNA Kecamatan Bruno, para petani berkomitmen untuk terus berinovasi dan bersinergi dalam mencapai pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung