- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
Kerasnya Medan, Hangatnya Sapaan di Desa Plipiran

Kerasnya Medan, Hangatnya Sapaan di Desa Plipiran
______________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Budaya Pedesaan
# CybersquadX BPP Bruno
# Bruno Semakin Menyala
______________
Plipiran, Bruno (20 Maret 2025). Jalan setapak berliku di Desa Plipiranz, Kecamatan Bruno bukan sekadar jalur penghubung, melainkan saksi bisu perjuangan para penyuluh yang melintas. Dikelilingi hamparan sawah hijau yang menyejukkan dan pegunungan yang menjulang kokoh, setiap langkah di jalur sempit ini menguji tekad di tengah medan berbukit yang menantang. Hujan menjadikannya licin, terik menyisakan debu, namun semangat penyuluhan tak pernah surut.
Foto ini diambil disaat menunggu giliran melintas di jalan setapak yang hanya cukup dilalui satu orang pengendara secara bergantian. Disinilah kesabaran diuji dan kebersamaan tumbuh dengan alami. Jalan yang sempit dan terjal memang memaksa kaki untuk melambat namun disanaiya ternyata membuka ruang untuk saling sapa. Mereka yang naik menyapa yang turun, yang menunggu memberi senyum ramah. Dari keterbatasan jalur ini terjalin budaya peduli dan saling menguatkan diantara warga dan para penyuluh.
Dibalik kerasnya medan, selalu ada kehangatan yang menyapa. Setiap pertemuan di jalan setapak menjadi momen berharga—bukan hanya sekadar melintas, tetapi juga membangun ikatan yang lebih dalam. Jalan ini tidak hanya menjadi lintasan fisik tetapi jembatan hati yang mempertemukan kepedulian antara penyuluh dan masyarakat.
Desa Plipiran mengajarkan satu hal penting: medan yang sulit bukanlah penghalang, justru menjadi alasan untuk saling mengenal lebih dekat. Ditengah perjuangan melintasi tanjakan dan liku jalan, ada harapan yang tumbuh bersama sapaan ramah yang tak pernah pudar. Karena di Plipiran bahkan di jalan yang paling sulit sekalipun, selalu ada ruang untuk berbagi cerita, merajut persaudaraan, dan menyambut masa depan dengan senyuman yang hangat.






