KELOMPOK WANITA TANI DAN PUPUK ORGANIK

By DINPPKP 16 Jul 2025, 13:53:49 WIB Penyuluhan

KELOMPOK WANITA TANI DAN PUPUK ORGANIK

 

Pada selasa siang, 15 juli 2025 dilaksanakan pertemuan rutin Kelompok Wanita Tani (KWT)  Margo mulyo desa hargorojo kecamatan bagelen, bertempat di rumah ketua kelompok. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Acara disii oleh PPL wilayah binaan desa hargorojo bapak Suhardityo. SP dalam rangka mempererat silaturahmi antar anggota KWT serta berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang pertanian, dalam pertemuan kali ini materi yang disampaikan adalah praktek pembuatan pupuk organik dari kotoran hewan (kohe) kambing. Anggota kelompok sangat antusias mengikuti kegiatan ini sampai akhir.

Pupuk organik dari kohe kambing mengandung unsur hara makro dan mikro, unsur hara makro diantaranya mengandung unsur fosfor, nitrogen dan kalium. Unsur hara mikro yang terkandung dalam pupuk organik dari kohe kambing di antaranya kalsium, magnesium, belerang, natrium, besi, tembaga, dan molybdenum. Selain itu juga mempunyai daya ikat ion yang tinggi sehingga akan mengefektifkan bahan-bahan an organik di dalam tanah, termasuk pupuk an organik, juga memperbaiki struktur tanah, sehingga pertumbuhan tanaman bisa optimal. Pupuk organik yang telah siap diaplikasikan memiliki ciri dingin, remah, wujud aslinya tidak nampak, dan baunya telah berkurang.

Cara membuat pupuk organik dari kohe kambing :

Bahan:

1. 1000 kg kotoran kambing

2. 200 kg kapur pertanian (Dolomit)

3. 200 kg abu/sekam/bekas gergaji

4. 4000 cc botol EM4 (Decomposer)

5. 4000 cc molase

Alat : Cangkul, Terpal, Ember.

 

 

 

 

Tahapan pembuatan :

1. Siapkan tempat atau hamparan yang ternaungi dan jika hujan tempat tersebut tidak tergenang air. Lakukan proses pencampuran bahan, agar mudah dan merata bisa dilakukan dengan cara membuat lapisan-lapisan

2. Pembuatan lapisan dengan cara menghamparkan kotoran kambing dan setebal ±20-30 cmdan taburkan dolomit , abu dan decomposer secukupnya.

3. Kemudian siapkan EM4 dari dosis yang ditetapkan yang dilarutkan dalam air Kemudian disiramkan pada lapisan tersebut hingga kadar air mencapai 40% atau bisa diukur dengan cara diremas dengan tangan, air tidak menetes atau bahan organik tidak pecah saat genggaman tangan di buka.

4. Buat lapisan berikutnya hingga semua bahan habis, kemudian lapisan tersebut dicangkul dari salah satu sisi searah hingga menimbulkan timbunan baru

5. Lakukan lagi ke arah kebalikannya, kemudian ditimbun atau dibuat gunungan sebesar lebar terpal penutup.

6. Timbunan ditutup rapat dengan terpal dan bagian pinggir terpal diberi beban sehingga jika ada angin terpal tidak terbuka.

7. Diamkan selama 1 minggu. Setelah 1 minggu terpal dibuka dan timbunan diaduk dengan tujuan pemberian airasi pada proses pengomposan. Proses pengomposan yang berhasil akan timbul panas dan dapat dirasakan saat pembongkaran gundukan.

8. Perkirakan setelah 3 minggu kompos sudah bisa dibongkar dan diangin-anginkan supaya menghilangkan bau amoniak dan sudah dapat dipakai.

 

Cara aplikasi pada tanaman :  

Aplikasi pupuk organik untuk tanaman musiman dapat dilakukan bersamaan saat pengolahan lahan, pemupukan pada tanaman tahunan, sebaiknya dibenam pada bagian ujung perakaran, dan setiap tanaman umumnya memiliki ujung perakaran berada tepat di bawah daun paling ujung dari tanaman tersebut. Semakin banyak pupuk organik diberikan semakin meningkat kesuburan tanah.

 

 

 

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung