KEGIATAN PERTAMBAHAN AREAL TANAM (PAT) DI DESA SAMBENG KECAMATAN BAYAN

By DINPPKP 02 Sep 2024, 08:40:59 WIB Penyuluhan
KEGIATAN PERTAMBAHAN AREAL TANAM (PAT)  DI DESA SAMBENG KECAMATAN BAYAN

KEGIATAN PERTAMBAHAN AREAL TANAM (PAT)

DI DESA SAMBENG, BAYAN

 

Pertambahan Areal Tanam (PAT) salah satu program Pemerintah Pusat dengan pompanisasi pada lahan tadah hujan (LTH) untuk ditanami padi. Upaya pemerintah ini tentunya untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) padi.

          Kelompok tani Ngudi Makmur Desa SambengKecamatan Bayan  salah satu kelompok tani penerima bantuan pompa air 4 inch yang bertujuan untuk dapat dimanfatkan pengambilan air dari sungai. Musim kering yang maju menyebabkan keringnya lahan sawah lebih dini. Walau adanya kondisi elnino ini ketersediaan pangan pokok tetap harus terpenuhi oleh karena itu tanam padi di lahan sawah tadah hujan ini disarankan tetap  dilakukan oleh petani.

          Guna mendukung pengambilan air dari sungai pemerintah desa Sambeng telah membangun rumah pompa dan pipa paralon untuk mengalirkan air sungai ke lahan sawah. Jika tidak ada paralon maka pompanisasi ini kurang maksimal karena pipa paralon ini berfungsi mengalirkan air dari sunga yang telah dipompa dan mengalirkan ke petak sawah. Jarak antara sungai dengan rumah pompa 40 meter. Ada empat titik pembuangan air yang telah dipasang di lokasi sawah seluas kurang lebih 15 hektar. Pipa ini dipasang di sepanjang tanggul dengan diberi kran pada titik pembuangan air, setiap 100 meter diberi kran dan ada empat titik pembuangan air sehingga total pipa air dari sungai sampai lahan 400 meter.

          Pada hari Rabu tanggal 23 Agustus 2024 Koordinator PPL Kecamatan Bayan Nursilahturahmi beserta Penyuluh Pertanian Wibi Sugiyono,   Kepala Desa Sambeng Toni Irawan, beserta pengurus kelompok tani mengunjungi lahan PAT desa Sambeng. Tanaman padi yang telah ditanam petani berkisar 45 – 55 HST, Varietas tanaman padi Ciherang dan Mekongga. Kondisi tanaman bervariasi ada yang tumbuh cukup optimal dan beberapa petak perlu diberi tambahan pengairan.  Upaya pompanisasi tetap dilakukan oleh petani dengan harapan dapat panen dengan produktivitas yang cukup hingga tinggi.

 

 

          Biaya pompanisasi ini dilakukan dengan swadaya petani yang menggarap sawah. Iuran biaya pengairan minimal  Rp 3500,- per ubin atau perkiraan minimal Rp. 2450000,- per hektar. Pompanisasi dilakukan secara bersama selama tiga hari berturut -turut, selanjutnya pompa air dihentikan. Jika tanaman sudah memerlukan pengairan akan dilakukan  pompanisasi secara berulang.

          Upaya untuk meningkatkan kegiatan pompanisasi ;ahan sawah tadah hujan ini dilakukan dengan usulan irigasi perpipaan. Irigasi perpipaan dapat menambah jaringan pipa ke petak lahan sawah sehingga proses pengairan ke petak sawah lebih cepat dan diharapkan biaya lebih murah.

( Pengirim Nursilahturahmi, PPL Kecamatan Bayan).

         

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung