- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
Kaligesing Tanam Harapan Baru, Kopi Robusta dan Jeruk Purut Jadi Ikon Inovasi Kecamatan

Kaligesing Tanam Harapan Baru, Kopi Robusta dan Jeruk Purut Jadi Ikon Inovasi Kecamatan
Kaligesing — Hamparan lahan Perhutani di wilayah Kecamatan Kaligesing tampak lebih hidup pada Senin pagi. Di lokasi seluas 13 hektare, jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan melaksanakan penanaman perdana bibit kopi robusta dan jeruk purut, menandai dimulainya program inovasi Kecamatan Kaligesing berbasis pengembangan komoditas unggulan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Forkopimcam Kecamatan Kaligesing, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP), Mantri Perhutani, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kaligesing, Pemerintah Desa Tlogoguwo, serta LMDH Desa Tlogoguwo. Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi simbol kuat kolaborasi dalam pengelolaan lahan dan pemberdayaan masyarakat.
Pada penanaman perdana ini, ditanam 8.000 bibit jeruk purut dan 15.000 bibit kopi robusta di lahan Perhutani yang dikelola bersama masyarakat. Pemilihan dua komoditas tersebut didasarkan pada kesesuaian agroklimat Kaligesing serta potensi nilai ekonomi yang menjanjikan.
Program inovasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan secara produktif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat sekitar hutan. Selain aspek ekonomi, penanaman kopi dan jeruk purut juga diharapkan mampu menjaga fungsi lingkungan melalui sistem tanam yang ramah ekosistem.
Penanaman perdana ini menjadi langkah awal menuju pengembangan kawasan agroforestri di Kaligesing, dengan harapan kopi robusta dan jeruk purut dapat tumbuh sebagai komoditas unggulan baru yang memperkuat perekonomian lokal dan menjaga kelestarian lingkungan.






