- Bangun Semangat Baru, Gapoktan Sido Makmur Gelar RAT dan Reorganisasi Pengurus PUAP 2026–2031
- Kunjungan Study Tiru Petani Blora ke Desa DKrandegan, Bayan
- DKPP Purworejo Verifikasi CPCL SL Tembakau 2026 di Kelompok Tani Makmur Tani Desa Kambangan
- Tak Mau Kalah dengan Bapak-Bapak, KWT Sumber Barokah Praktek Membuat Silase untuk Kemudahan Beternak Kambing
- Pengendalian ‘Kresek’ pada Padi di Desa Kalimati, Libatkan Petani, PPL, dan Babinsa
- Resah dengan Serangan Hama Tikus, Petani Lakukan Pengendalian Bersama
- Teknologi UGV, Bantu Petani Kendalikan OPT dengan Mudah
- MENGHADIRI PERESMIAN PROYEK TAHUN 2025 & KENDURI AGUNG HARI JADI PURWOREJO KE-195
- Kelompok Tani Arso Basuki Sepakati MT II Serentak, Bahas Antisipasi Hama dan Penyakit Padi
- BPP Bruno dan POPT melakukan Monitoring Pertanaman Padi Gogo di KT Buwana Jaya Kambangan Bruno
Kaligesing Tanam Harapan Baru, Kopi Robusta dan Jeruk Purut Jadi Ikon Inovasi Kecamatan

Kaligesing Tanam Harapan Baru, Kopi Robusta dan Jeruk Purut Jadi Ikon Inovasi Kecamatan
Kaligesing — Hamparan lahan Perhutani di wilayah Kecamatan Kaligesing tampak lebih hidup pada Senin pagi. Di lokasi seluas 13 hektare, jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan melaksanakan penanaman perdana bibit kopi robusta dan jeruk purut, menandai dimulainya program inovasi Kecamatan Kaligesing berbasis pengembangan komoditas unggulan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Forkopimcam Kecamatan Kaligesing, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP), Mantri Perhutani, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kaligesing, Pemerintah Desa Tlogoguwo, serta LMDH Desa Tlogoguwo. Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi simbol kuat kolaborasi dalam pengelolaan lahan dan pemberdayaan masyarakat.
Pada penanaman perdana ini, ditanam 8.000 bibit jeruk purut dan 15.000 bibit kopi robusta di lahan Perhutani yang dikelola bersama masyarakat. Pemilihan dua komoditas tersebut didasarkan pada kesesuaian agroklimat Kaligesing serta potensi nilai ekonomi yang menjanjikan.
Program inovasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan secara produktif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat sekitar hutan. Selain aspek ekonomi, penanaman kopi dan jeruk purut juga diharapkan mampu menjaga fungsi lingkungan melalui sistem tanam yang ramah ekosistem.
Penanaman perdana ini menjadi langkah awal menuju pengembangan kawasan agroforestri di Kaligesing, dengan harapan kopi robusta dan jeruk purut dapat tumbuh sebagai komoditas unggulan baru yang memperkuat perekonomian lokal dan menjaga kelestarian lingkungan.






