- Distanak Jateng Laksanakan Monev GAP Tembakau di Desa Kambangan
- Sekolah Lapang Tembakau 2026 Resmi Dibuka, Petani Kambangan Siap Tingkatkan Kualitas dan Produktivitas
- UBAH PEKARANGAN JADI SUMBER PANGAN, DKPP PURWOREJO DAN BPP PITURUH GELAR PELATIHAN PEMANFAATAN PEKARANGAN DI DESA KALIGINTUNG KECAMATAN PITURUH
- Ngirit, Sehat, Lan Mantep, Petani Loning Jajal Agensia Hayati
- Sambut Hibah Sapi 2026, DKPP Purworejo Bekali Kelompok Tani Lewat Sosialisasi Pradroping
- Praktek pembuatan emposan tikus di BPP Gebang , Purworejo
- Gerakan Pengendalian Tikus Serentak di Tiga Desa Kecamatan Bayan
- Sinergi Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Purworejo Dan Petani Pacekelan Dalam Penangkaran Benih Tembakau Unggul
- Komitmen 12 Tahun Kelompok Wanita Tani “Sido Dadi” dalam Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan
- AUDIT PENGAJUAN NKV GUDANG PENDINGIN BERKAH AYAM KAMPUNG
Kaligesing Tanam Harapan Baru, Kopi Robusta dan Jeruk Purut Jadi Ikon Inovasi Kecamatan

Kaligesing Tanam Harapan Baru, Kopi Robusta dan Jeruk Purut Jadi Ikon Inovasi Kecamatan
Kaligesing — Hamparan lahan Perhutani di wilayah Kecamatan Kaligesing tampak lebih hidup pada Senin pagi. Di lokasi seluas 13 hektare, jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan melaksanakan penanaman perdana bibit kopi robusta dan jeruk purut, menandai dimulainya program inovasi Kecamatan Kaligesing berbasis pengembangan komoditas unggulan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Forkopimcam Kecamatan Kaligesing, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP), Mantri Perhutani, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kaligesing, Pemerintah Desa Tlogoguwo, serta LMDH Desa Tlogoguwo. Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi simbol kuat kolaborasi dalam pengelolaan lahan dan pemberdayaan masyarakat.
Pada penanaman perdana ini, ditanam 8.000 bibit jeruk purut dan 15.000 bibit kopi robusta di lahan Perhutani yang dikelola bersama masyarakat. Pemilihan dua komoditas tersebut didasarkan pada kesesuaian agroklimat Kaligesing serta potensi nilai ekonomi yang menjanjikan.
Program inovasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan secara produktif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat sekitar hutan. Selain aspek ekonomi, penanaman kopi dan jeruk purut juga diharapkan mampu menjaga fungsi lingkungan melalui sistem tanam yang ramah ekosistem.
Penanaman perdana ini menjadi langkah awal menuju pengembangan kawasan agroforestri di Kaligesing, dengan harapan kopi robusta dan jeruk purut dapat tumbuh sebagai komoditas unggulan baru yang memperkuat perekonomian lokal dan menjaga kelestarian lingkungan.






