JALANKAN SEKOLAH LAPANG PADI, HASIL PANEN MENINGKAT

By DINPPKP 28 Feb 2025, 08:59:49 WIB Penyuluhan
JALANKAN SEKOLAH LAPANG PADI, HASIL PANEN MENINGKAT

JALANKAN SEKOLAH LAPANG PADI, HASIL PANEN MENINGKAT

 

Butuh, 27 Februari 2025 - Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo adalah 1-1nya kecamatan di Kabupaten Purworejo yang mendapatkan kegiatan Sekolah Lapang dari dana DAK non fisik. Dari 41 desa di Kecamatan Butuh, ada 10 kelompok yang telah melaksanakan Sekolah Lapang yang digagas oleh Kementrian Pertanian.

Kegiatan Sekolah Lapang (SL) dipandu oleh petugas penyuluh pertanian di Kecamatan Butuh, serta Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Petugas POPT turut serta dalam hal materi hama dan penyakit.

Kegiatan SL telah dilaksanakan selama 6 kali mulai dari persemaian, pengolahan lahan, pola tanam, pengairan, pengendalian hama sampai pada panen dan pascapanen.

“Dengan Sekolah Lapang, petani harus mampu mempraktekkan secara langsung dan diharapkan bisa menularkan ilmu yang telah didapat saat Sekolah Lapang kepada petani lainnya,” ujar Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sri Suharweni dalam acara FFD (Farm Field Day) di Poktan Tani Makmur I, Desa Butuh, Rabu (26/02/2025).

Pada saat kegiatan Farm Field Day kali ini, diadakan juga ubinan. Berdasarkan data ubinan, yang biasanya petani hanya mampu panen dikisaran 6-7 ton/ha, namun setelah menerapkan Sekolah Lapang diperoleh hasil rata-rata 10,03 ton/ha.

Hal ini sejalan dengan testimoni Sotiman salah satu peserta Sekolah Lapang dari Poktan Tani Makmur I, Desa Butuh, Rabu (26/02/2025), “Sebelum mengikuti Sekolah Lapang, tahun lalu panenan saya hanya 1 ton per 100 ubin. Tapi setelah mengikuti Sekolah Lapang, hasilnya menjadi 1,4 ton per 100 ubin.”

Sotiman menyebutkan bahwa penanaman memakai sistem tanam jajar legowo, adanya seleksi benih dan pengamatan hama sangat membantu dalam berbudidaya padi.

Sementara itu, pada hari Kamis (27/02/2025), telah diadakan FFD (Farm Field Day) Sekolah Lapang di Desa Ketug dan Desa Mangunjayan. Hasil yang diperoleh Ketika ubinan tidak berbeda jauh dengan ubinan di Desa Butuh. Untuk Desa Ketug, diperoleh hasil ubinan sebesar 9,8 ton/ha dan di Desa Mangunjayan 9,5 ton/ha.

“Sebelum adanya Sekolah Lapang, rata-rata produktivitas di Desa Mangunjayan hanya sekitar 5-6 ton/ha. Tapi setelah adanya pembekalan melalui Sekolah Lapang, ada peningkatan hasil panen,” kata Koordinator PPL, Ariffina W, Kamis (27/02/2025).

Fina menyebutkan bahwa pola tanam yang sesuai dengan materi yang telah disampaikan dan pemakaian bahan organik terbukti tidak kalah dengan pertanian konvensional malah cenderung meningkatkan hasil produksi petani. Tidak seperti bayangan petani semula yang melihat penanaman memakai jajar legowo terutama jajar legowo 2:1 dan pupuk organic akan menyebabkan hasil menjadi berkurang.

Sementara itu, dari Kelompok Jabatan Fungsional, Suyudiono mengharapkan dengan keberhasilan tersebut, Desa bisa mengalokasikan dana desa untuk pemberdayaan petani agar bisa meningkatkan produksi padi dan bisa menjadi percontohan bagi desa lain.

Pada akhirnya Sekolah Lapang bukan hanya meningkatkan kesejahteraan, tapi juga meningkatkan pengetahuan tentang cara bercocok tanam yang benar dan sesuai dengan lahan yang dimiliki oleh petani. Sekolah lapang adalah cara tepat untuk memakmurkan dan mencerdaskan para petani.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung