- VERIFIKASI DAN EVALUASI PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PRASARANA PERTANIAN TAHUN 2027
- PASTIKAN KETAHANAN PANGAN AMAN, DKPP PURWOREJO PANTAU STOK CPPD DI GUDANG PENYIMPANGAN
- LAPORAN HASIL VERIFIKASI LAPANGAN PERMOHONAN BANTUAN BIBIT JERUK PURUT DESA KEMANUKAN
- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
JALANKAN SEKOLAH LAPANG PADI, HASIL PANEN MENINGKAT

JALANKAN
SEKOLAH LAPANG PADI, HASIL PANEN MENINGKAT
Butuh, 27 Februari 2025 - Kecamatan Butuh,
Kabupaten Purworejo adalah 1-1nya kecamatan di Kabupaten Purworejo yang
mendapatkan kegiatan Sekolah Lapang dari dana DAK non fisik. Dari 41 desa di
Kecamatan Butuh, ada 10 kelompok yang telah melaksanakan Sekolah Lapang yang
digagas oleh Kementrian Pertanian.
Kegiatan Sekolah Lapang (SL) dipandu
oleh petugas penyuluh pertanian di Kecamatan Butuh, serta Petugas Pengendali
Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Petugas POPT turut serta dalam hal materi
hama dan penyakit.
Kegiatan SL telah dilaksanakan selama
6 kali mulai dari persemaian, pengolahan lahan, pola tanam, pengairan,
pengendalian hama sampai pada panen dan pascapanen.
“Dengan Sekolah Lapang, petani harus
mampu mempraktekkan secara langsung dan diharapkan bisa menularkan ilmu yang
telah didapat saat Sekolah Lapang kepada petani lainnya,” ujar Koordinator
Kelompok Jabatan Fungsional Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sri Suharweni
dalam acara FFD (Farm Field Day) di Poktan Tani Makmur I, Desa Butuh,
Rabu (26/02/2025).
Pada saat kegiatan Farm Field Day kali
ini, diadakan juga ubinan. Berdasarkan data ubinan, yang biasanya petani hanya
mampu panen dikisaran 6-7 ton/ha, namun setelah menerapkan Sekolah Lapang
diperoleh hasil rata-rata 10,03 ton/ha.
Hal ini sejalan dengan testimoni Sotiman
salah satu peserta Sekolah Lapang dari Poktan Tani Makmur I, Desa Butuh, Rabu
(26/02/2025), “Sebelum mengikuti Sekolah Lapang, tahun lalu panenan saya hanya
1 ton per 100 ubin. Tapi setelah mengikuti Sekolah Lapang, hasilnya menjadi 1,4
ton per 100 ubin.”
Sotiman menyebutkan bahwa penanaman
memakai sistem tanam jajar legowo, adanya seleksi benih dan pengamatan hama
sangat membantu dalam berbudidaya padi.
Sementara itu, pada hari Kamis
(27/02/2025), telah diadakan FFD (Farm Field Day) Sekolah Lapang di Desa
Ketug dan Desa Mangunjayan. Hasil yang diperoleh Ketika ubinan tidak berbeda
jauh dengan ubinan di Desa Butuh. Untuk Desa Ketug, diperoleh hasil ubinan
sebesar 9,8 ton/ha dan di Desa Mangunjayan 9,5 ton/ha.
“Sebelum adanya Sekolah Lapang,
rata-rata produktivitas di Desa Mangunjayan hanya sekitar 5-6 ton/ha. Tapi
setelah adanya pembekalan melalui Sekolah Lapang, ada peningkatan hasil panen,”
kata Koordinator PPL, Ariffina W, Kamis (27/02/2025).
Fina menyebutkan bahwa pola tanam yang
sesuai dengan materi yang telah disampaikan dan pemakaian bahan organik
terbukti tidak kalah dengan pertanian konvensional malah cenderung meningkatkan
hasil produksi petani. Tidak seperti bayangan petani semula yang melihat
penanaman memakai jajar legowo terutama jajar legowo 2:1 dan pupuk organic akan
menyebabkan hasil menjadi berkurang.
Sementara itu, dari Kelompok Jabatan
Fungsional, Suyudiono mengharapkan dengan keberhasilan tersebut, Desa bisa
mengalokasikan dana desa untuk pemberdayaan petani agar bisa meningkatkan
produksi padi dan bisa menjadi percontohan bagi desa lain.
Pada
akhirnya Sekolah Lapang bukan hanya meningkatkan kesejahteraan, tapi juga
meningkatkan pengetahuan tentang cara bercocok tanam yang benar dan sesuai
dengan lahan yang dimiliki oleh petani. Sekolah lapang adalah cara tepat untuk
memakmurkan dan mencerdaskan para petani.






