- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
\"Jaga Kesehatan Ternak & Kebersihan Lingkungan, Penyuluh Ajak Peternak untuk Membersihkan Kandang Kambing dan Membuat Pupuk Organik\"

"Jaga
Kesehatan Ternak & Kebersihan Lingkungan, Penyuluh Ajak Peternak untuk
Membersihkan Kandang Kambing dan Membuat Pupuk Organik"
Sesuai
rencana yang telah disepakati, pada hari Rabu, tanggal 30 April 2025, penyuluh
bersama koordinator BPP mendatangi rumah salah satu peternak kambing yang juga
seorang petani di Desa Blendung Kecamatan Purwodadi untuk melaksanakan
demonstrasi sanitasi kandang & pembuatan pupuk organik.
Berawal
dari pengamatan penyuluh terhadap kandang kambing atau domba yang kotor dan menimbulkan
aroma kurang sedap, serta keluhan petani tentang penyakit layu pada tanaman
cabai, penyuluh mengambil beberapa kesimpulan. Kesan kotor pada kandang kambing
disebabkan karena kandang tidak dibersihkan secara rutin, baik dari sisa pakan
maupun limbah kotorannya. Sedangkan
penyakit layu pada tanaman cabai, salah satu penyebabnya adalah penggunaan
kotoran ternak sebagai pupuk, tanpa melalui proses fermentasi.
Kedua
masalah tersebut akan terus terjadi jika tidak dilakukan perbaikan. Untuk itu
penyuluh mengajak beberapa peternak kambing Desa Blendung untuk membersihkan
kandang dan membuat pupuk organik dari kotorannya.
Bertempat
di kandang kambing milik Bapak Katiran, yang merupakan Ketua Kelompok Tani Sri
Makmur Desa Blendung, penyuluh mengajak peternak mengeluarkan ternaknya
sebentar. Langkah selanjutnya kandang dibersihkan dari kotoran hewan (kohe)
maupun sisa pakan.
Selanjutnya
seluruh permukaan kandang disemprot menggunakan larutan desinfektan. Beruntung tersedia desinfektan
gratis dari Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Agar
tidak mengganggu lingkungan, karena kotoran maupun aromanya, maka kandang secara rutin harus dibersihkan, baik kandang
bagian dalam maupun bagian luar/bawah, termasuk tempat pakan. Kohe dan sisa pakan
ternak (rapen) dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan pupuk organik.
Kotoran
hewan (kohe) di bagian bawah dan belakang kandang dikeruk lalu ditaruh di alas
terpal. Di atas kohe, sebar dan ratakan sisa pakan berupa rumput kering. Selanjutnya taburi dengan kapur dolomit &
bekatul. Guna mempercepat proses fermentasi, ciprat-ciprat lapisan kohe dengan
larutan EM4 sebagai bioaktifator dan tetes tebu.
Ulangi
langkah ini untuk membuat 2-3 lapisan. Terakhir tutup dengan terpal selama 3
minggu, dengan pembalikan/pengadukan pada hari ke-7 & ke-14. Pada hr ke-21,
pupuk organik dapat dibongkar dan digunakan.
Sanitasi
kandang sangat penting untuk menjaga ternak tetap sehat. Kandang yang bersih
mengurangi potensi ternak terserang penyakit. Sedangkan proses fermentasi
dengan bioaktifator bermanfaat untuk :
1. Mempercepat
pembusukan
2. Mengurangi patogen
seperti jamur & bakteri yang terbawa dalam kohe.
3. Mematikan bibit
rumput.
4. Menghilangkan bau
& gas amoniak yang berasal dari kohe.
5. Mengurangi penyebab
pemanasan bumi (efek rumah kaca).
Dengan
pengetahuan & demonstrasi cara menjaga sanitasi kandang, diharapkan
peternak mau mencontoh dan melakukan sesuai anjuran penyuluh, agar ternak tetap
sehat & lingkungan selalu bersih.
(Desty Lina Erfawati,
S.P-Penyuluh Pertanian BPP Purwodadi)






