\"Jaga Kesehatan Ternak & Kebersihan Lingkungan, Penyuluh Ajak Peternak untuk Membersihkan Kandang Kambing dan Membuat Pupuk Organik\"

By DINPPKP 02 Mei 2025, 15:32:47 WIB Penyuluhan
\"Jaga Kesehatan Ternak & Kebersihan Lingkungan, Penyuluh Ajak Peternak untuk Membersihkan Kandang Kambing dan Membuat Pupuk Organik\"

"Jaga Kesehatan Ternak & Kebersihan Lingkungan, Penyuluh Ajak Peternak untuk Membersihkan Kandang Kambing dan Membuat Pupuk Organik"

 

Sesuai rencana yang telah disepakati, pada hari Rabu, tanggal 30 April 2025, penyuluh bersama koordinator BPP mendatangi rumah salah satu peternak kambing yang juga seorang petani di Desa Blendung Kecamatan Purwodadi untuk melaksanakan demonstrasi sanitasi kandang & pembuatan pupuk organik.

Berawal dari pengamatan penyuluh terhadap kandang kambing atau domba yang kotor dan menimbulkan aroma kurang sedap, serta keluhan petani tentang penyakit layu pada tanaman cabai, penyuluh mengambil beberapa kesimpulan. Kesan kotor pada kandang kambing disebabkan karena kandang tidak dibersihkan secara rutin, baik dari sisa pakan maupun limbah kotorannya.   Sedangkan penyakit layu pada tanaman cabai, salah satu penyebabnya adalah penggunaan kotoran ternak sebagai pupuk, tanpa melalui proses fermentasi.

Kedua masalah tersebut akan terus terjadi jika tidak dilakukan perbaikan. Untuk itu penyuluh mengajak beberapa peternak kambing Desa Blendung untuk membersihkan kandang dan membuat pupuk organik dari kotorannya.

Bertempat di kandang kambing milik Bapak Katiran, yang merupakan Ketua Kelompok Tani Sri Makmur Desa Blendung, penyuluh mengajak peternak mengeluarkan ternaknya sebentar. Langkah selanjutnya kandang dibersihkan dari kotoran hewan (kohe) maupun sisa pakan.

Selanjutnya seluruh permukaan kandang disemprot menggunakan larutan  desinfektan. Beruntung tersedia desinfektan gratis dari Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Agar tidak mengganggu lingkungan, karena kotoran maupun aromanya, maka kandang  secara rutin harus dibersihkan, baik kandang bagian dalam maupun bagian luar/bawah, termasuk tempat pakan. Kohe dan sisa pakan ternak (rapen) dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan pupuk organik.

Kotoran hewan (kohe) di bagian bawah dan belakang kandang dikeruk lalu ditaruh di alas terpal. Di atas kohe, sebar dan ratakan sisa pakan berupa rumput kering.  Selanjutnya taburi dengan kapur dolomit & bekatul. Guna mempercepat proses fermentasi, ciprat-ciprat lapisan kohe dengan larutan EM4 sebagai bioaktifator dan tetes tebu.

Ulangi langkah ini untuk membuat 2-3 lapisan. Terakhir tutup dengan terpal selama 3 minggu, dengan pembalikan/pengadukan pada hari ke-7 & ke-14. Pada hr ke-21, pupuk organik dapat dibongkar dan digunakan.

Sanitasi kandang sangat penting untuk menjaga ternak tetap sehat. Kandang yang bersih mengurangi potensi ternak terserang penyakit. Sedangkan proses fermentasi dengan bioaktifator bermanfaat untuk :

1. Mempercepat pembusukan

2. Mengurangi patogen seperti jamur & bakteri yang terbawa dalam kohe.

3. Mematikan bibit rumput.

4. Menghilangkan bau & gas amoniak yang berasal dari kohe.

5. Mengurangi penyebab pemanasan bumi (efek rumah kaca).

Dengan pengetahuan & demonstrasi cara menjaga sanitasi kandang, diharapkan peternak mau mencontoh dan melakukan sesuai anjuran penyuluh, agar ternak tetap sehat & lingkungan selalu bersih.

(Desty Lina Erfawati, S.P-Penyuluh Pertanian BPP Purwodadi)

 

 

 

 

 

 

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung