- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
Hidup Sehat Bersama Nasi Jagung bagi Penderita Diabetes
Hidup Sehat Bersama Nasi Jagung bagi Penderita Diabetes
(True Story)
______________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi, Pemerhati Pertanian Berkelanjutan
# CyberaquadX BPP Bruno
_____________
Sekitar sepuluh tahun yang lalu saya berkesempatan mendampingi kelompok tani (Poktan) menghadiri seminar pangan di Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah (Distanbunprov Jateng). Salah satu topik yang diangkat dalam seminar tersebut cukup menarik perhatian, yaitu “Nasi Jagung Dapat Menyembuhkan Diabetes.”
Saat sesi tanya jawab, saya mencoba mengoreksi judul tersebut. Menurut pandangan saya, judul yang lebih sesuai adalah “Hidup Sehat Bersama Nasi Jagung bagi Penderita Diabetes.” Alasan di balik koreksi ini cukup jelas—secara medis, hingga kini belum ada obat yang benar-benar mampu menyembuhkan diabetes secara permanen. Penanganan medis yang ada lebih bertujuan untuk mengendalikan kadar gula darah, seperti melalui terapi insulin atau pengaturan pola makan.
Kesehatan Mental dan Pengaruhnya terhadap Diabetes
Dalam praktiknya, kadar gula darah penderita diabetes sangat dipengaruhi oleh kondisi mental dan emosional. Ketika pikiran dan hati terganggu oleh faktor eksternal—terutama yang memicu stres atau tekanan batin—kadar gula darah cenderung meningkat.
Pernyataan ini menarik perhatian moderator yang merupakan pejabat Distanbunprov Jateng. Beliau membagikan pengalaman pribadinya: ibunya menderita diabetes, dan menariknya setiap kali momen bahagia seperti Hari Raya Idulfitri kadar gula ibunya justru melonjak.
Diminta untuk menanggapi hal tersebut saya mencoba memberikan penjelasan dari perspektif psikologi dan fisiologi. Ada kemungkinan bahwa sang ibu mengalami tekanan batin yang tersembunyi. Contohnya perasaan membandingkan diri dengan menantu yang mungkin dianggap lebih cantik, lebih pintar, atau memiliki kelebihan lain. Perasaan tidak nyaman semacam ini bisa memicu stres yang berdampak langsung pada kinerja organ tubuh termasuk pankreas.
Pankreas dan Sensitivitas terhadap Kondisi Emosional
Pankreas sebagai organ penghasil insulin sangat sensitif terhadap suasana hati dan pikiran. Ketika seseorang mengalami emosi negatif seperti kecemasan, iri hati, atau ketidakpuasan, produksi insulin dapat terganggu. Sebaliknya, suasana hati yang tenang dan penuh syukur membantu pankreas berfungsi optimal memungkinkan kadar gula darah tetap stabil.
Oleh karena itu selain menjaga pola makan sehat seperti mengonsumsi nasi jagung—yang memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan nasi putih—penderita diabetes juga perlu memperhatikan kesehatan mental dan spiritual. Salah satu cara efektif untuk menjaga ketenangan hati adalah dengan memperbanyak istighfar (memohon ampun kepada Allah) dan belajar menerima kenyataan hidup dengan lapang dada.
Dengan mengakui bahwa tidak ada manusia yang sempurna dan menyadari bahwa masih ada "langit di atas langit," hati menjadi lebih damai. Sikap menerima dan ridha terhadap takdir menciptakan keseimbangan emosi yang berdampak positif pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Ternyata penjelasan ini mendapat tanggapan positif dari moderator yang tampak mengangguk-angguk sambil berkata "terima kasih Mas penjelasan yang cukup logis". Beliau memahami dan merasakan keterkaitan erat antara kondisi mental dan fisik dalam mengelola diabetes. Pendekatan holistik yang memadukan pola makan sehat dan pengelolaan emosi menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan gula darah.
Dengan memahami hubungan antara pikiran, hati, dan fungsi tubuh, kita dapat mengambil langkah nyata untuk hidup lebih sehat. Bagi para penderita diabetes selain mengadopsi pola makan yang tepat seperti nasi jagung, menjaga ketenangan batin merupakan bagian penting dari perjalanan menuju kesehatan yang lebih baik.....Wallohu alam bishowab.
______________
# Bruno, 26 Maret 2025
# Selamat berpuasa
# Latihan pengendalian diri






