- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
- “PERKUAT KETAHANAN PANGAN LOKAL, DKPP SIAPKAN PELATIHAN DI DESA RENTAN RAWAN PANGAN”.
- VERIFIKASI DAN EVALUASI PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN KEGIATAN PEMBANGUNAN PRASARANA PERTANIAN TAHUN 2027
- PASTIKAN KETAHANAN PANGAN AMAN, DKPP PURWOREJO PANTAU STOK CPPD DI GUDANG PENYIMPANGAN
- LAPORAN HASIL VERIFIKASI LAPANGAN PERMOHONAN BANTUAN BIBIT JERUK PURUT DESA KEMANUKAN
- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
Hasil Panen Meningkat Melalui Kegiatan Sekolah Lapang Padi

Hasil Panen Meningkat Melalui
Kegiatan Sekolah Lapang Padi
Kecamatan Butuh merupakan
satu-satunya Kecamatan yang mendapatkan kegiatan Sekolah Lapang Padi dari DAK
Non Fisik pada MT I 2024. Hanya 10 Desa yang mendapatkan kegiatan ini dari 41
Desa di Kecamatan Butuh. Pada bulan Maret ini hampir semua kelompok tani telah
melakukan panen dari masing-masing lahan demplotnya.
Gapoktan Maju Terus Desa Lugurejo
mulai melakukan panen pada Rabu, 12 Maret 2025. Panen diawali dengan ubinan
bersama PPL. Hadir juga Tim KJF dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Purworejo
membersamai ubinan kali ini. Ubinan merupakan akhir dari seluruh rangkaian
kegiatan sekolah lapang yang sudah dilakukan. Ubinan dilakukan pada lahan salah
satu peserta SL yaitu Bpk. Darwaman dengan luas lahan sekitar 60 ubin. Varietas
yang ditanam adalah ciherang dan menggunakan jarak tanam jajar legowo 3:1.
Ciherang merupakan varietas rendah emisi yang umum digunakan oleh kebanyakan
petani.
Ubinan dilakukan dengan mengikuti
teknis dari BPS yaitu dengan menghitung langkah panjang dan lebar dari lokasi
petak sawah yang akan dipanen, kemudian diperolehlah beberapa titik acak sampel
yang akan diubin. Pada titik pertama diperoleh hasil timbangan sebesar 8,225 kg
dan pada titik kedua 7,020 kg dengan rata-rata jumlah rumpun 90 rumpun dan
rata-rata anakan produktif sebanyak 27 malai, atau setara dengan 12,19 ton per
Ha. Sebagai pembanding adalah lahan dari petani di luar peserta SL dengan
sistem tanam tegel dan varietas ciherang jumbo, menghasilkan timbangan ubinan
sebesar 6,465 kg dengan jumlah rumpun 143 rumpun dan rata-rata anakan produktif
hanya 17 malai atau setara dengan 10,34 ton. Hal ini membuktikan bahwa jarak
tanam sangat mempengaruhi pertumbuhan pertanaman padi.
“sekolah lapang padi sangat
bermanfaat bagi petani, banyak tambahan pengetahuan yang diperoleh petani,
banyak teknologi yang bisa diterapkan oleh petani dalam meningkatkan produksi
padi, seperti pengaturan jarak tanam seperti yang kita lihat saat ini” ujar
salah satu peserta sekaligus pemilik lahan, Darmawan.






