- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
Hasil Panen Meningkat Melalui Kegiatan Sekolah Lapang Padi

Hasil Panen Meningkat Melalui
Kegiatan Sekolah Lapang Padi
Kecamatan Butuh merupakan
satu-satunya Kecamatan yang mendapatkan kegiatan Sekolah Lapang Padi dari DAK
Non Fisik pada MT I 2024. Hanya 10 Desa yang mendapatkan kegiatan ini dari 41
Desa di Kecamatan Butuh. Pada bulan Maret ini hampir semua kelompok tani telah
melakukan panen dari masing-masing lahan demplotnya.
Gapoktan Maju Terus Desa Lugurejo
mulai melakukan panen pada Rabu, 12 Maret 2025. Panen diawali dengan ubinan
bersama PPL. Hadir juga Tim KJF dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Purworejo
membersamai ubinan kali ini. Ubinan merupakan akhir dari seluruh rangkaian
kegiatan sekolah lapang yang sudah dilakukan. Ubinan dilakukan pada lahan salah
satu peserta SL yaitu Bpk. Darwaman dengan luas lahan sekitar 60 ubin. Varietas
yang ditanam adalah ciherang dan menggunakan jarak tanam jajar legowo 3:1.
Ciherang merupakan varietas rendah emisi yang umum digunakan oleh kebanyakan
petani.
Ubinan dilakukan dengan mengikuti
teknis dari BPS yaitu dengan menghitung langkah panjang dan lebar dari lokasi
petak sawah yang akan dipanen, kemudian diperolehlah beberapa titik acak sampel
yang akan diubin. Pada titik pertama diperoleh hasil timbangan sebesar 8,225 kg
dan pada titik kedua 7,020 kg dengan rata-rata jumlah rumpun 90 rumpun dan
rata-rata anakan produktif sebanyak 27 malai, atau setara dengan 12,19 ton per
Ha. Sebagai pembanding adalah lahan dari petani di luar peserta SL dengan
sistem tanam tegel dan varietas ciherang jumbo, menghasilkan timbangan ubinan
sebesar 6,465 kg dengan jumlah rumpun 143 rumpun dan rata-rata anakan produktif
hanya 17 malai atau setara dengan 10,34 ton. Hal ini membuktikan bahwa jarak
tanam sangat mempengaruhi pertumbuhan pertanaman padi.
“sekolah lapang padi sangat
bermanfaat bagi petani, banyak tambahan pengetahuan yang diperoleh petani,
banyak teknologi yang bisa diterapkan oleh petani dalam meningkatkan produksi
padi, seperti pengaturan jarak tanam seperti yang kita lihat saat ini” ujar
salah satu peserta sekaligus pemilik lahan, Darmawan.






