- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Harmoni Tradisi dan Teknologi: Wiwitan dan Reyen Combine Mini di Sawah Kemirilor

Harmoni Tradisi dan Teknologi: Wiwitan dan Reyen Combine Mini di Sawah Kemirilor
KEMIRI KEREN NEWS –– Kamis pagi, (31/7/2025), hamparan sawah Desa Kemirilor tampak berbeda. Bukan hanya karena padi yang mulai menguning siap panen, tapi karena berkumpulnya para petani dari Kelompok Tani Tani Makmur, lengkap dengan tikar, nasi tumpeng, dan wajah-wajah penuh semangat. Mereka sedang menggelar acara wiwitan, tradisi doa bersama sebagai bentuk rasa syukur menjelang musim panen.
Wiwitan bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi petani di Kemirilor, ini adalah cara untuk mengingat bahwa hasil panen bukan hanya soal kerja keras, pupuk, dan air, tapi juga soal restu dari Tuhan, kerja sama yang baik, dan hubungan yang harmonis dengan alam. Tradisi ini terus dijaga, karena di sinilah rasa kebersamaan tumbuh.
Namun ada yang istimewa dalam wiwitan kali ini. Di sela-sela acara, para petani juga memperkenalkan alat baru yang akan digunakan dalam panen tahun ini: mesin panen combine mini. Mesin tersebut adalah milik salah satu anggota kelompok tani, Pak Pujo, yang dengan semangat ingin memperkenalkan teknologi pertanian modern ke desa mereka.
Kepala Desa Kemirilor, Bapak Waris, hadir langsung dalam acara ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat petani yang tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga mulai terbuka terhadap inovasi.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan hari ini. Ini bukti bahwa petani Kemirilor itu maju. Mereka menjaga budaya leluhur, tapi juga tidak menutup mata terhadap perkembangan zaman. Mesin combine mini ini, kalau dimanfaatkan dengan baik, bisa mempercepat panen, mengurangi kehilangan hasil, dan tentu saja menghemat tenaga. Ini langkah besar menuju pertanian yang lebih efisien dan modern," tutur Pak Waris dengan semangat.
Beliau juga menambahkan bahwa desa akan selalu mendukung inisiatif warga, terutama yang membawa dampak positif bagi kesejahteraan bersama.
Sementara itu, Pak Pujo, sebagai pemilik combine mini, turut memberikan sambutan hangat. Ia menjelaskan bahwa keputusannya membeli mesin panen bukan semata untuk keuntungan pribadi, tetapi sebagai bagian dari niat untuk berbagi manfaat dengan sesama petani.
"Mesin ini bukan cuma untuk saya. Saya ingin kelompok tani bisa merasakannya juga. Panen kita makin cepat, hasilnya lebih bersih, dan tenaga kerja tidak terlalu kewalahan. Kalau alat bisa membantu, kenapa tidak kita manfaatkan bareng-bareng?" ujar Pak Pujo dengan penuh semangat gotong royong.
Pak Pujo juga mengajak anggota kelompok untuk tidak takut menghadapi teknologi. Menurutnya, zaman sudah berubah, dan petani harus siap mengikuti perkembangan agar tetap bisa bertahan dan sejahtera.
Setelah doa bersama dan sambutan, acara dilanjutkan dengan reyen combine, atau uji coba langsung mesin panen. Semua mata tertuju ke tengah sawah, menyaksikan bagaimana alat berukuran ramping itu bekerja. Dalam waktu singkat, deretan batang padi berhasil dipanen, digiling, dan hasil gabahnya langsung terkumpul.
Banyak petani yang mengangguk-angguk kagum, beberapa bahkan langsung berdiskusi tentang kemungkinan menyewa alat ini bersama-sama di musim panen berikutnya. Ada yang merekam lewat ponsel, ada yang tersenyum melihat anak-anak muda desa yang mulai tertarik ikut terlibat.
Penyuluh pertanian lapangan yang hadir juga memberikan dukungan dan apresiasi atas inisiatif kelompok. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara petani, teknologi, dan nilai tradisi adalah kunci kemajuan pertanian yang berkelanjutan.
Wiwitan tahun ini menjadi momen yang membanggakan. Tradisi tidak dilupakan, teknologi mulai diterima. Di tengah sawah Desa Kemirilor, petani-petani Tani Makmur membuktikan bahwa masa depan pertanian bukan hanya tentang mesin atau pupuk, tapi tentang hati yang bersyukur dan kepala yang terbuka untuk belajar.
Acara ditutup dengan makan bersama ala bancakan, nasi tumpeng, ayam ingkung, dan aneka hidangan tersaji di atas daun pisang. Semua duduk melingkar, berbagi cerita, tawa, dan harapan akan panen yang melimpah, memperkuat rasa kekeluargaan dan kebersamaan antar petani dan warga. Harapan besar pun terpatri, agar panen tahun ini tidak hanya membawa hasil yang melimpah, tetapi juga membawa semangat baru menuju pertanian desa yang lebih maju dan mandiri. Semoga.–






