- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
Sinergi PPL Purworejo dan KWT Nira Jaya: Tingkatkan Kesejahteraan Hingga Sosialisasi Nitrobacter

Sinergi PPL Purworejo dan KWT Nira Jaya: Tingkatkan Kesejahteraan Hingga Sosialisasi Nitrobacter
PURWOREJO – Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Purworejo terus berkomitmen mendampingi penguatan kelembagaan petani di tingkat desa. Hal ini terlihat dalam pertemuan rutin Kelompok Wanita Tani (KWT) Nira Jaya yang dilaksanakan pada Senin (13/04/2026) bertempat di kediaman Ibu Asih, Desa Sudimoro. Acara ini dihadiri oleh 30 orang anggota KWT yang sangat antusias mengikuti rangkaian materi, mulai dari aspek pemberdayaan, kesehatan, hingga teknologi pertanian ramah lingkungan.
Koordinator PPL Kecamatan Purworejo, Bakti Woro Haryanti, SP, dalam arahannya menekankan bahwa KWT memiliki peran strategis dalam menopang kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Ia memberikan motivasi agar para ibu tani konsisten melakukan pertemuan rutin sebagai wadah bertukar informasi dan penguatan ekonomi kelompok. Selain motivasi, Ibu Bakti Woro juga memberikan imbauan penting mengenai kewaspadaan terhadap penyakit Leptospirosis, terutama bagi anggota yang sering beraktivitas di lahan pertanian saat kondisi lembap. Dalam kesempatan yang sama, ia mengajak KWT Nira Jaya untuk aktif dalam Kegiatan Bank Sampah, guna memastikan limbah rumah tangga dapat dikelola menjadi nilai ekonomis sekaligus menjaga kebersihan lingkungan desa.
Woro juga menyampaikan materi 5 Fungsi Utama KWT yang dibagi ke dalam lima kategori utama yang saling berkaitan untuk meningkatkan kemandirian anggota: Yang pertama sebagai Kelas Belajar, dimana KWT berfungsi sebagai wadah bagi para anggotanya untuk belajar bersama. Di sini, terjadi proses pertukaran informasi dan pengalaman guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap (PKS) dalam mengelola usaha tani, termasuk pemanfaatan pekarangan. Yang kedua sebagai wahana kerja sama yaitu KWT bertindak sebagai tempat untuk memperkuat kerja sama antarsesama anggota maupun dengan pihak luar. Kerja sama ini mencakup : penyediaan sarana produksi (pupuk, bibit, alat), pengerjaan kegiatan pertanian secara gotong-royong, dan akses permodalan dan informasi teknologi. Yang ketiga sebagai unit produksi adalah sebagai satu kesatuan, KWT diarahkan untuk mengorganisir usaha tani agar lebih efisien. Tujuannya adalah mencapai skala ekonomi yang lebih baik melalui penerapan teknologi pertanian yang seragam agar hasil panen lebih berkualitas. Sedangkan yang keempat unit bisnis di mana KWT berfungsi sebagai lembaga ekonomi di tingkat mikro. Fungsi ini mencakup pengelolaan pasca panen dan pemasaran hasil produksi secara kolektif untuk memotong rantai distribusi, sehingga keuntungan yang diterima ibu-ibu tani bisa lebih maksimal. Yang terakhir unit pelayanan, yaitu KWT menjadi sarana penyedia jasa bagi anggotanya, baik itu jasa pendampingan teknis (bersama PPL), jasa alat mesin pertanian, maupun jasa informasi pasar yang sulit diakses jika dilakukan secara perorangan.
Melengkapi materi teknis pertanian, PPL Pendamping Desa Sudimoro, Diana Cholida, memberikan penjelasan cara perbanyakan Nitrobacter. Bakteri ini sangat penting sebagai penyubur tanah alami yang mampu mengikat nitrogen, sehingga dapat mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia sintetis. Nitrobacter adalah jenis bakteri menguntungkan yang berperan dalam proses Nitrifikasi. Fungsinya adalah mengubah nitrit yang bersifat racun bagi tanaman menjadi nitrat yang merupakan unsur hara (Nitrogen) yang sangat dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan vegetatif (daun dan batang). Sedangkan praktek perbanyakan Nitrobacter direncanakan pada pertemuan selanjutnya yaitu pada Bulan Juni 2026.
"Kami berharap KWT Nira Jaya tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tapi menjadi motor penggerak kesejahteraan di Desa Sudimoro. Dengan menguasai pembuatan Nitrobacter dan aktif di bank sampah, ibu-ibu sudah berkontribusi nyata bagi kemajuan pertanian ramah lingkungan," tutup Ibu Bakti Woro. Kegiatan rutin ini diharapkan dapat terus mempererat kekompakan anggota KWT Nira Jaya dan meningkatkan kapasitas mereka dalam menghadapi tantangan pertanian ke depan.
Disusun Oleh : Bakti Woro Haryanti, SP (PPL Kecamatan Purworejo)






