HARGA BERAS DI PENGGILINGAN PADI DAN BAWANG MERAH MULAI MERANGKAK NAIK MENJELANG HARI RAYA IDUL ADHA 1447 H

By DINPPKP 20 Mei 2026, 14:36:10 WIB Pangan
HARGA BERAS DI PENGGILINGAN PADI DAN BAWANG MERAH MULAI MERANGKAK NAIK MENJELANG HARI RAYA IDUL ADHA 1447 H

HARGA BERAS DI PENGGILINGAN PADI DAN BAWANG MERAH MULAI MERANGKAK NAIK MENJELANG HARI RAYA IDUL ADHA 1447 H

 

Berdasarkan pemantauan di lapangan oleh tim Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo pada Selasa, 19 Mei 2026 seminggu sebelum Hari Raya Idul Adha 1447 H, harga pangan khususnya beras dan bawang merah di tingkat produsen menunjukkan tren peningkatan. Kedua komoditas tersebut kompak mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Kenaikan ini dipicu oleh keterbatasan stok akibat pergeseran musim tanam serta tingginya biaya operasional produksi di tingkat hulu.  


Penggilingan padi (Pipa) yang kami kunjungi, yaitu Pipa UD. Sri Mulyo Desa Karangmulyo, Kecamatan Purwodadi dan Pipa Sehat Desa Wunut, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Pada kedua penggilingan padi tersebut, kini harga Gabah Kering Giling (GKG) dan beras medium merangkak naik dan sudah mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Harga sebelumnya dikisaran Rp. 7.500-7.800/kg untuk GKG dan Rp. 12.800-13.000/kg untuk beras medium, harga saat ini sudah menyentuh Rp. 8.000-8.300/kg untuk GKG dan Rp. 13.500-13.800/kg untuk beras medium, hal ini kemudian berdampak pada harga eceran tertinggi di pasar yang tembus hingga Rp. 14.500-15.000/kg untuk beras medium.

 

  

Tidak hanya komoditas beras, bumbu dapur utama seperti bawang merah juga mengalami lonjakan harga menjelang Hari Raya minggu depan. Harga saat ini untuk Bawang Merah Bima sendiri menyentuh diangka Rp. 48.000/kg dan Bawang Merah Sulawesi Rp. 44.000/kg untuk kualitas super di tingkat pengepul. Kenaikan harga bawang merah ini disinyalir terjadi karena pasokan dari wilayah sentra penghasil bawang merah terhambat faktor cuaca, disamping faktor permintaan barang yang tinggi tapi stok barang menipis menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H.

 

 

Sedangkan penyebab kenaikan harga beras medium disebabkan karena pasokan GKG dari petani lokal mulai berkurang karena sebagian besar wilayah baru saja melewati masa panen raya dan sebagian lainnya mengalami kemunduran musim tanam. Selain itu, kenaikan biaya produksi pendukung, seperti karung kemasan, turut meningkatkan harga jual. “Sekarang ini harga kemasan kami ambil dari Temanggung biasanya Rp.900/karung menjadi Rp. 1.400/karung, hal ini otomatis menjadikan harga beras di penggilingan padi kami naik dari sebelumnya disamping harga GKG yang sudah tinggi” Imbuh Mas Fahrur “Pemilik Pipa UD. Sri Mulyo”.

 

 

 Menyikapi hal ini, DKPP Kabupaten Purworejo terus melakukan monitoring berkala. Pasokan secara umum dipastikan masih dalam kategori aman dan stabil. Stok di Pipa UD. Sri Mulyo untuk GKG sebesar 4 ton dan beras medium 15 ton, sedangkan Pipa Sehat untuk GKG 5 ton dan beras medium 5 kuintal dalam tinjauan lapangan kami kali ini. Untuk menekan laju inflasi daerah ini, DKPP Kabupaten Purworejo, berencana menjajaki kemungkinan digelarnya Gerakan Pangan Murah (GPM), khususnya di desa rentan rawan pangan mendekati hari raya minggu depan.

 

Berita Publikasi : Bidang Pangan DKPP Kab. Purworejo





Berita Purworejo

Counter Pengunjung