GERDAL Ulat Grayak di Watuduwur: Aksi Cepat Kendalikan Serangan OPT pada Tembakau Usia 60 HST

Breaking News
- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
GERDAL Ulat Grayak di Watuduwur: Aksi Cepat Kendalikan Serangan OPT pada Tembakau Usia 60 HST

GERDAL Ulat Grayak di Watuduwur: Aksi Cepat Kendalikan Serangan OPT pada Tembakau Usia 60 HST
______________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pemberdayaan Petani
# CybersquadX BPP Bruno
# Bruno Come Back on Fire
______________
Watuduwur, Bruno, 18 Juni 2025,__ Sebagai respons atas meningkatnya serangan ulat grayak (Spodoptera litura) pada tanaman tembakau diusia 60 hari setelah tanam (HST) Kelompok Tani "Sumber Harapan" Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, menggelar Gerakan Pengendalian (Gerdal) pada Selasa pagi (18/06). Berdasarkan hasil pengamatan dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kec. Bruno Sugiyo, bahwa tingkat serangan diperkirakan telah mencapai intensitas 16,08% sehingga dinilai sudah memasuki kategori perlu dikendalikan secara cepat dan tepat.
Kegiatan ini dilaksanakan langsung di lahan tembakau milik petani dengan metode pengendalian menggunakan insektisida kimia berbahan aktif Dimehipo (merek dagang: Spontan). Menurut Ketua Kelompok Tani Sumber Harapan, Mad Anahul Haq, upaya ini dilakukan setelah sebelumnya telah dicoba pengendalian dengan bioinsektisida , namun hasilnya belum maksimal.
"Kami sebenarnya mendukung penggunaan agens hayati, tapi karena serangannya sudah mulai menyebar dan hasil kendali hayati sebelumnya belum tuntas, maka untuk saat ini kami dengan sangat terpaksa menempuh cara pendekatan secara kimiawi agar tidak terlambat," terang Mad Anahul Haq disela kegiatan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Koordinator BPP Bruno Duwi Hartoto, S.ST, PPL wilayah Watuduwur Aswin Barinto, SP dan anggota Babinsa setempat yang mendukung kegiatan ini dalam rangka memperkuat ketahanan pangan berbasis kemitraan TNI dan petani.
Kegiatan gerdal ini juga menjadi bagian dari edukasi lapangan bagi petani mengenai waktu dan cara aplikasi yang efektif. Dalam arahannya, POPT Sugiyo menekankan pentingnya prinsip tepat waktu, tepat dosis, dan tepat sasaran dalam pengendalian OPT, agar tidak menimbulkan dampak residu berlebih dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Koordinator BPP Bruno, Duwi Hartoto, juga mengapresiasi kesiapsiagaan Kelompok Tani Sumber Harapan. "Langkah cepat ini penting untuk menyelamatkan produktivitas tembakau kita. Tapi kita tetap mendorong petani agar jangka panjang kembali mengutamakan pengendalian ramah lingkungan," tegasnya.
Dengan pelaksanaan gerdal ini diharapkan populasi ulat grayak dapat ditekan dan tanaman tembakau petani tetap tumbuh optimal hingga masa panen nanti.






