- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
GERDAL TIKUS DI KT. SIDOREJO DESA SIDOMUKTI KECAMATAN BENER
GERDAL
TIKUS DI KT. SIDOREJO
DESA
SIDOMUKTI KECAMATAN BENER
Pada
Hari ini Jumat tanggal 23 mei 2025
pukul 08.00 WIB. KT Sidorejo Desa Sidomukti Kecamatan Bener melaksanakan
gerdal Tikus untuk mengantisipasi
serangan hama tikus yang menyerang tanaman
padi. Gerakan pengendalian (Gerdal) yang
dilaksanakan di Area Persawahan tanaman padi milik Kelompok Tani “Sidorejo”, Desa Sidomukti Kecamatan Bener oleh Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Bener, Penyuluh Pertanian dan anggota kelompok tani Sidorejo. Gerdal
dilakukan degan menggunakan umpan Racun
Ratgon bantuan dari Dinas Ketahana Pangan Dan Pertanian Kabupaten Purworejo. .
Tikus Sawah ( Rattus argentiventer ) merupakan hama utama padi yang
menyebabkan kerusakan pada berbagai fase pertumbuhan mulai dari semai sampai
panen bahkan pada penyimpanan digudang. Serangan tikus dapat menurunkan
produksi padi hingga 80%. Penyebab serangan yaitu perkembangan tikus yang cepat
dengan reproduksi yang tinggi, tanaman padi merupakan pakan utama tikus sawah,
sawah merupakan habitat tikus yang ideal bagi tikus sawah.
Pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan pengendalian terpadu
seperti penggunaan perangkap, Insektisida dan pemanfaatan musuh alami,
pengendalian secara fisik dengan pemasangan perangkap tikus ( TBS dan LTBS)
perbaikan galengan dan penggenangan, Pengendalian Kimiawi dengan menggunakan
insektisida / racun tikus, pengendalian alami tikus dengan menggunakan cabai
yang ditumbuk dan diberi air lalu disemprotkan dilubang tikus.
Gerakan
pengendalian ini dilakukan pada lahan sawah yang belum olah tanah untuk
mencegah serangan hama tikus. Pengendalian hama tikus harus dilakukan secara
berkelanjutan yaitu sejak awal musim hujan hingga panen, pemantauan populasi
tikus dan pengendalian hama secara terpadu. Diharapkan setelah dilaksanakan
gerdal pengendalian hama tikus, tanaman padi anggota kelompok tani Sidorejo
Desa Sidomukti bisa terbebas dari serangan hama tikus dan dapat panen dengan
hasil yang bagus. ( Lucky Supristi, S.P. Penyuluh pertanian BPP Bener)






