- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Gerdal Tikus di Kelurahan Pangenjurutengah: Petani Gunakan Rodentisida RATGON Didampingi Petugas Lapangan

Gerdal Tikus di Kelurahan Pangenjurutengah: Petani Gunakan Rodentisida RATGON Didampingi Petugas Lapangan
By Ngadiyanto
Pangenjurutengah, Purworejo – Dalam rangka menekan populasi hama tikus yang meresahkan petani, Kelurahan Pangenjurutengah melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) tikus menggunakan ratgon, yang berlangsung pada Senin, 16 Juni 2025. Berlokasi di lahan pertanian sawah milik petani Kelurahan Pangenjurutengah, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini melibatkan petani setempat bersama Koordinator PPL Kecamatan Purworejo, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta Penyuluh Wilayah Binaan, Wibi.
Gerdal tikus merupakan aksi serempak untuk mengendalikan hama tikus yang menyerang tanaman padi, dengan cara aplikasi umpan beracun menggunakan rodentisida RATGON di area sawah rawan serangan.Kegiatan ini diikuti oleh petani Kelurahan Pangenjurutengah, didampingi oleh Koordinator PPL, POPT Kecamatan Purworejo, dan PPL setempat, Wibi.
Populasi tikus yang meningkat signifikan telah menyebabkan kerusakan pada tanaman padi. Oleh karena itu, diperlukan langkah pengendalian secara massal dan terkoordinasi agar serangan tidak meluas dan tidak menurunkan hasil panen.
Pelaksanaan dimulai dengan pengarahan teknis oleh POPT mengenai cara penggunaan RATGON yang aman dan efektif. Setelah itu, petani bersama penyuluh melakukan pemasangan umpan racun tikus di jalur pergerakan dan lubang tikus. RATGON digunakan karena efektif dalam mengendalikan populasi tikus dengan tingkat efikasi tinggi dan tetap memperhatikan aspek keamanan lingkungan.
Koordinator PPL menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari pengendalian hama terpadu (PHT) yang memerlukan partisipasi aktif petani dan pendamping lapangan. “Tikus tidak bisa dikendalikan sendiri-sendiri, perlu gerakan bersama. Semakin kompak, semakin berhasil,” tegasnya.
Melalui kegiatan Gerdal ini, diharapkan ancaman kerusakan akibat hama tikus dapat ditekan sedini mungkin, dan keberlanjutan produksi padi di wilayah Pangenjurutengah tetap terjaga.






