Generasi Z Bergerak Cepat! KT Satrio Tani Gass Pool Pasca-Bimtek, Tapi... Bagaimana dengan Pendampingannya ?

By DINPPKP 19 Mei 2025, 08:14:33 WIB Penyuluhan
Generasi Z Bergerak Cepat! KT Satrio Tani Gass Pool Pasca-Bimtek, Tapi... Bagaimana dengan Pendampingannya ?

Generasi Z Bergerak Cepat! KT Satrio Tani Gass Pool Pasca-Bimtek, Tapi... Bagaimana dengan Pendampingannya ?

______________

# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pemberdayaan Petani

# CybersquadX BPP Bruno

# Bruno Come Back on Fire 

______________

Bruno, 18 Mei 2025 — Hanya dua hari berselang usai mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Agribisnis Komoditas Pertanian pada 14–16 Mei 2025, Kelompok Tani (KT) Satrio Tani menunjukkan langkah nyata. Tak ingin ilmu yang baru didapat menguap begitu saja, anak-anak muda yang tergabung dalam kelompok ini langsung beraksi. Mereka menyusun rencana aksi, merapatkan barisan, dan berkoordinasi dengan penyuluh pertanian untuk segera mengeksekusi hasil pelatihan.


Spirit generasi Z yang penuh energi, praktis, dan digital-savvy tercermin jelas. Mereka mengusung semangat GPL—"Gak Pakai Lama"—untuk membuktikan bahwa generasi muda bukan sekadar pewaris lahan, tetapi juga pencipta masa depan pertanian yang modern dan berkelanjutan.


Namun sayangnya, semangat luar biasa ini belum sepenuhnya direspons dengan baik oleh sistem manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) penyuluhan pertanian. Dalam praktiknya, pendampingan yang seharusnya bersifat follow up cepat justru belum tersedia secara optimal. Padahal momentum ini sangat berharga dan tak boleh terbuang sia-sia.


Seharusnya semangat muda ini diimbangi dengan hadirnya PPL Milenial—penyuluh muda yang energik, adaptif terhadap teknologi, serta mampu menjadi jembatan antara tradisi bertani dan inovasi agribisnis digital. Ketidakseimbangan ini menimbulkan potensi ketimpangan: disatu sisi anak muda siap berlari, tetapi sistem pendampingan justru hanya mampu berjalan karena usia tak lagi muda.


Ketua KT Satrio Tani menyampaikan harapannya, “Kami sudah siap bertindak, tapi kami butuh pendamping yang sejalan dengan cara berpikir kami. Kita tidak bisa hanya mengandalkan semangat, tapi juga butuh arahan dan fasilitasi yang cepat dan responsif.”


Tentu saja hal ini patut diakui bahwa regenerasi dalam sistem penyuluhan juga masih menjadi tantangan. Kita menyambut baik semangat mereka, tetapi memang perlu ada penyesuaian disisi kelembagaan. Pendampingan lintas generasi harus difasilitasi secara sistematis agar tidak ada gap komunikasi dan eksekusi.


Rencana tindak lanjut yang sedang disusun oleh KT Satrio Tani  antara lain:


* Penerapan sistem tanam terpadu berbasis komoditas unggulan lokal.

* Pembuatan konten digital untuk promosi hasil pertanian lewat media sosial.

* Pelatihan pemasaran online dan literasi keuangan.

* Penjadwalan diskusi rutin dengan penyuluh dan fasilitator lapangan.


Apa yang dilakukan kelompok ini adalah sinyal kuat bahwa pertanian kini bukan sekadar warisan, tapi menjadi ruang kreasi anak muda. Namun jika sistem tidak ikut berubah inisiatif seperti ini berisiko berhenti di tengah jalan.


Momentum seperti ini harus dijaga dan dikawal bersama, terutama oleh para pemangku kebijakan di bidang penyuluhan. Regenerasi petani harus berjalan beriringan dengan regenerasi penyuluh. Sebab untuk membangun pertanian masa depan dibutuhkan pemuda yang berani bermimpi dan penyuluh yang siap berlari.






Berita Purworejo

Counter Pengunjung