- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
Belajar dari Alam, Siswa SMPN 24 Purworejo Dikenalkan Pengolahan KOHE Sejak Dini

Belajar dari Alam, Siswa SMPN 24 Purworejo Dikenalkan Pengolahan KOHE Sejak Dini
Purworejo — Hari ini suasana belajar yang berbeda terlihat di SMP Negeri 24 Purworejo, Kaliharjo, Kecamatan Kaligesing. Sejak pagi, siswa-siswi kelas VII hingga IX mengikuti kegiatan persiapan kurikuler dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Purworejo yang membahas pembuatan Kompos Kotoran Hewan (KOHE) sebagai bentuk pembelajaran kontekstual dan ramah lingkungan.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pukul 07.30–09.15 WIB dan 09.30–11.00 WIB, dengan peserta mengikuti secara bertahap sesuai jenjang kelas. Materi disampaikan secara interaktif, mengajak siswa memahami proses pengolahan limbah kotoran hewan menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman.
Dalam pemaparannya, Bapak Pujiatmoko, S.Pt. menjelaskan tahapan dasar pembuatan KOHE, mulai dari pemilihan bahan, proses fermentasi, hingga pemanfaatannya sebagai pupuk organik. Materi ini diberikan sebagai bekal awal bagi siswa dalam mendukung kegiatan kurikuler sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan siswa dalam bertanya dan berdiskusi selama kegiatan berlangsung. Para siswa menyambut positif materi yang diberikan karena dinilai aplikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya di wilayah pedesaan.
Kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib, serta diharapkan dapat menjadi fondasi awal pembelajaran berbasis lingkungan di SMP Negeri 24 Purworejo. Melalui pengenalan KOHE sejak dini, siswa didorong untuk lebih peduli terhadap pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.






