- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
GAPOKTAN KROYOKULON SAMBUT BAIK SERAP GABAH DARI BULOG

GAPOKTAN KROYOKULON SAMBUT BAIK
SERAP GABAH DARI BULOG
KEMIRI KEREN NEWS –– Gabungan Kelompok
Tani (Gapoktan) Kroyokulon menunjukkan minat besar terhadap program Serap Gabah
yang digagas pemerintah. Program ini dinilai dapat memberikan keuntungan bagi petani
lokal serta menjamin stabilitas harga gabah di tingkat petani. Hal tersebut
diungkapkan Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Kroyokulon pada Selasa, 4 Maret 2025 (4/3/2025)
saat mendapat kunjungan dari Penyuluh Wibi setempat, Whisnu Agung Suryanugraha,
SP.
Setelah mendapat
sosialisasi tentang serap gabah dari Koordinator BPP Kecamatan Kemiri, Umul
Khasunah, SP., MAP., beberapa waktu yang lalu, Ketua Gapoktan Kroyokulon, Paino
mengungkapkan bahwa program ini menjadi solusi bagi petani yang sering
menghadapi fluktuasi harga gabah di pasaran. “Dengan adanya program serap gabah,
kami merasa lebih tenang karena ada jaminan harga yang stabil dan lebih
menguntungkan bagi petani,” ujarnya.
Dalam kesempatan
tersebut, Whisnu menekankan bahwa harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP)
ditingkat petani sebesar Rp 6.500 per kilogram, harga pembelian ini mengacu
pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025 tentang
Perubahan atas Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras.
Dalam penuturannya,
Whisnu menyampaikan bahwa program ini adalah bentuk kerjasama antara petani dan
Bulog sehingga agar dapat berjalan dengan baik antara kedua belah pihak, maka
petani diharapkan melakukan treatment pada hasil panennya yang bersifat
kondisional dengan memperhatikan situasi di masing- masing daerah. “Untuk
kondisi gabah yang diterima Bulog harus bersih, kalau memang terdapat banyak
sampah dan butir hijau, mohon untuk dapat di bersihkan, jika tidak memungkinkan
bisa dibantu untuk negoisasi pemotongan timbangan, agar rendemen yang
dihasilkan tidak terlalu jatuh, untuk menghindari kerugian yang lebih banyak,”
tegasnya lagi.
Terkait harga yang
ditetapkan Bulog sebesar Rp 6.500 per kilogram, Ketua Gapoktan menyatakan bahwa
harga tersebut memang lebih baik dibandingkan harga yang sering anjlok di
pasaran. “Tetapi kami berharap masih ada ruang untuk peningkatan harga agar
lebih menguntungkan bagi petani,” tambahnya.
Beliau juga sudah
menyampaikan kepada petani Desa Kroyokulon yang akan menjual Gabah Kering Panen
(GKP) langsung ke Bulog, bisa segera mempersiapkan jadwal petik padinya dan
mendaftar ke Ketua Gapoktan.
Whisnu juga
menambahkan proses pembelian gabah oleh Bulog ke petani ini akan dikawal
langsung oleh Babinsa setempat. “Teknisnya, Babinsa dan Penyuluh Pertanian akan
memonitor sawah yang akan panen, selanjutnya, petani akan ditawarkan untuk menjual
ke Bulog. Di lokasi akan ditimbang dan dibersihkan jeraminya,” tukasnya.
Komitmen Dandim 0708/Purworejo
dalam mendukung program pemerintah ini, merupakan bagian dari upaya nyata TNI
dalam menjaga ketahanan pangan nasional. “Dengan adanya dukungan penuh dari
jajaran Babinsa, diharapkan target Bulog sebesar 16.000 ton dapat tercapai
dengan baik dan memberikan manfaat yang besar, bagi petani serta masyarakat
luas.
Petani di Kroyokulon
menyambut baik program ini karena membantu mereka dalam menjual hasil panennya
dengan harga yang lebih kompetitif. Salah satu petani paruh baya, Narto yang
ditemui di tempat berbeda, mengungkapkan bahwa harga Rp 6.500 cukup membantu, mengingat
biaya produksi yang terus meningkat. “Harga ini memang lebih baik dibandingkan
harga dari tengkulak, tetapi dengan biaya pupuk dan operasional yang mahal,
kami berharap ada penyesuaian harga yang lebih menguntungkan,” katanya.
Pemerintah daerah setempat
juga mendukung penuh partisipasi Gapoktan Kroyokulon dalam program ini. Kepala
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Hadi Sadsila, SP., MM,
di beberapa kesempatan menyebut bahwa program ini sejalan dengan upaya
meningkatkan kesejahteraan petani. “Kami terus mendorong kelompok tani untuk
memanfaatkan program ini, karena dapat memberikan jaminan pasar yang lebih
pasti,” jelasnya.
Dengan antusiasme
yang tinggi dari petani, diharapkan program Serap Gabah dapat berjalan dengan
lancar dan memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di Kroyokulon serta
daerah sekitarnya.






