GAPOKTAN KROYOKULON SAMBUT BAIK SERAP GABAH DARI BULOG

By DINPPKP 05 Mar 2025, 10:30:14 WIB Penyuluhan
GAPOKTAN KROYOKULON SAMBUT BAIK SERAP GABAH DARI BULOG

GAPOKTAN KROYOKULON SAMBUT BAIK SERAP GABAH DARI BULOG

 

KEMIRI KEREN NEWS –– Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kroyokulon menunjukkan minat besar terhadap program Serap Gabah yang digagas pemerintah. Program ini dinilai dapat memberikan keuntungan bagi petani lokal serta menjamin stabilitas harga gabah di tingkat petani. Hal tersebut diungkapkan Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Kroyokulon pada Selasa, 4 Maret 2025 (4/3/2025) saat mendapat kunjungan dari Penyuluh Wibi setempat, Whisnu Agung Suryanugraha, SP.

Setelah mendapat sosialisasi tentang serap gabah dari Koordinator BPP Kecamatan Kemiri, Umul Khasunah, SP., MAP., beberapa waktu yang lalu, Ketua Gapoktan Kroyokulon, Paino mengungkapkan bahwa program ini menjadi solusi bagi petani yang sering menghadapi fluktuasi harga gabah di pasaran. “Dengan adanya program serap gabah, kami merasa lebih tenang karena ada jaminan harga yang stabil dan lebih menguntungkan bagi petani,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Whisnu menekankan bahwa harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) ditingkat petani sebesar Rp 6.500 per kilogram, harga pembelian ini mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras.

Dalam penuturannya, Whisnu menyampaikan bahwa program ini adalah bentuk kerjasama antara petani dan Bulog sehingga agar dapat berjalan dengan baik antara kedua belah pihak, maka petani diharapkan melakukan treatment pada hasil panennya yang bersifat kondisional dengan memperhatikan situasi di masing- masing daerah. “Untuk kondisi gabah yang diterima Bulog harus bersih, kalau memang terdapat banyak sampah dan butir hijau, mohon untuk dapat di bersihkan, jika tidak memungkinkan bisa dibantu untuk negoisasi pemotongan timbangan, agar rendemen yang dihasilkan tidak terlalu jatuh, untuk menghindari kerugian yang lebih banyak,” tegasnya lagi.

Terkait harga yang ditetapkan Bulog sebesar Rp 6.500 per kilogram, Ketua Gapoktan menyatakan bahwa harga tersebut memang lebih baik dibandingkan harga yang sering anjlok di pasaran. “Tetapi kami berharap masih ada ruang untuk peningkatan harga agar lebih menguntungkan bagi petani,” tambahnya.

Beliau juga sudah menyampaikan kepada petani Desa Kroyokulon yang akan menjual Gabah Kering Panen (GKP) langsung ke Bulog, bisa segera mempersiapkan jadwal petik padinya dan mendaftar ke Ketua Gapoktan.

Whisnu juga menambahkan proses pembelian gabah oleh Bulog ke petani ini akan dikawal langsung oleh Babinsa setempat. “Teknisnya, Babinsa dan Penyuluh Pertanian akan memonitor sawah yang akan panen, selanjutnya, petani akan ditawarkan untuk menjual ke Bulog. Di lokasi akan ditimbang dan dibersihkan jeraminya,” tukasnya.

Komitmen Dandim 0708/Purworejo dalam mendukung program pemerintah ini, merupakan bagian dari upaya nyata TNI dalam menjaga ketahanan pangan nasional. “Dengan adanya dukungan penuh dari jajaran Babinsa, diharapkan target Bulog sebesar 16.000 ton dapat tercapai dengan baik dan memberikan manfaat yang besar, bagi petani serta masyarakat luas.

Petani di Kroyokulon menyambut baik program ini karena membantu mereka dalam menjual hasil panennya dengan harga yang lebih kompetitif. Salah satu petani paruh baya, Narto yang ditemui di tempat berbeda, mengungkapkan bahwa harga Rp 6.500 cukup membantu, mengingat biaya produksi yang terus meningkat. “Harga ini memang lebih baik dibandingkan harga dari tengkulak, tetapi dengan biaya pupuk dan operasional yang mahal, kami berharap ada penyesuaian harga yang lebih menguntungkan,” katanya.

 

Pemerintah daerah setempat juga mendukung penuh partisipasi Gapoktan Kroyokulon dalam program ini. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Hadi Sadsila, SP., MM, di beberapa kesempatan menyebut bahwa program ini sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan petani. “Kami terus mendorong kelompok tani untuk memanfaatkan program ini, karena dapat memberikan jaminan pasar yang lebih pasti,” jelasnya.

Dengan antusiasme yang tinggi dari petani, diharapkan program Serap Gabah dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di Kroyokulon serta daerah sekitarnya.

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung