- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Gak Pakai Lama! KWT Sekartani Langsung Praktik Pembuatan Pupuk Organik Cair

Gak Pakai Lama! KWT Sekartani
Langsung Praktik Pembuatan Pupuk Organik Cair
______________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian,
Pegiat Literasi, Praktisi Pertanian Berkelanjutan dan Pemerhati Pemberdayaan Petani
# Bruno semakin menyala
______________
Purworejo, Jumat, 21 Februari
2025 – Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekartani Desa Gowong, Kecamatan Bruno,
kembali membuktikan semangatnya dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. Tak
butuh waktu lama, hanya berselang dua
hari setelah pertemuan rutin selapanan pada Rabu, 19 Februari 2025, mereka
ingin langsung menerapkan ilmu yang
didapat dengan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Luar biasa, rasa
lelah setelah kemarin (Kamis, 20 Januari 2025) seharian penuh melaksanakan
studi tiru ke Banjarnegara pun sama sekali tidak nampak.
Pada waktu pertemuan dua hari
sebelumnya, anggota KWT mendapatkan materi tentang teknik cepat pembuatan POC,
inovasi ramah lingkungan yang diyakini mampu meningkatkan produktivitas
pertanian. Antusiasme peserta tampak sejak awal kegiatan. Saat ditanya kapan
ingin menerapkan ilmu yang baru diperoleh, mereka serempak menjawab,
"Pokoknya GPL (Gak Pakai Lama)!". Tekad kuat dan rasa penasaran yang
tinggi membuat mereka tak ingin menunda aksi.
Benar saja, dua hari kemudian,
anggota KWT Sekartani langsung melaksanakan kegiatan praktik teknik cepat
pembuatan POC. Dengan bimbingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), mereka
memanfaatkan limbah organik yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan. Selain
mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, langkah ini juga membantu menjaga
kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan.
Keberhasilan ini membuktikan
bahwa edukasi yang efektif mampu mendorong aksi nyata dalam waktu singkat. KWT
Sekartani berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin, sehingga
semakin banyak petani yang beralih ke metode pertanian yang lebih
berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi dan
inovasi, KWT Sekartani membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari
langkah kecil dalam komunitas, memberikan dampak luas bagi ekosistem pertanian
dan kesejahteraan anggotanya.






