- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
Fumigasi Hama Tikus di Poktan Lima Sekawan, Desa Penungkulan

Fumigasi Hama Tikus di Poktan Lima Sekawan, Desa Penungkulan
Petani di Poktan Lima Sekawan, Desa Penungkulan Kecamatan Gebang melakukan pengendalian dini terhadap hama tikus sawah (Rattus argentiveter) sebelum penanaman padi. Kegiatan pengendalian dini ini bertujuan untuk menurunkan populasi tikus sebelum terjadi perkembangbiakan tikus yang sangat cepat pada masa vegetatif dan generatif tanaman padi di lahan. Kegiatan dilakukan di lahan sawah Poktan Lima Sekawan pada Kamis (24/7). Kegiatan dihadiri oleh PPL KJF DKPP Kabupaten Purworejo, Totok Fitrianto, S.P., Koordinator BPP Gebang, Sunardi, S.Pt, Petugas POPT Gebang, Amat Maftuh, PPL Wibi Penungkulan, Aulia Mega P., A.Md.P. dan anggota poktan Lima Sekawan.
Adapun pengendalian dilakukan secara fumigasi (pengemposan) menggunakan belerang. Fumigasi dilakukan dengan cara membakar belerang ke dalam lubang tikus aktif (lubang yang ditempati) yang berada di area sawah. Asap hasil pembakaran belerang akan bertindak sebagai racun pernafasan bagi tikus. Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah: belerang, rumput kering, gas LPG, selang dan regulator. Pengendalian kali ini dilaksanakan pada lahan seluas 1 ha.
PPL Wibi Penungkulan menyampaikan “Perlunya mengendalikan tikus secara dini, intensif dan berkelanjutan karena area ini merupakan lahan endemik serangan tikus. Oleh karena itu, sebaiknya fumigasi dilakukan ulang secara periodik terutama saat padi akan memasuki masa generatif. Selain itu, disampaikan juga untuk menerapkan PHT pada pengendalian tikus sawah berupa pembuatan rumah burung hantu, sanitasi lahan dan juga pembongkaran sarang tikus.”






