Dukung Pertanian Ramah Lingkungan, BPP Purworejo Dampingi Aplikasi Trichoderma di Kelompok Tani Margo Mulyo

By DINPPKP 17 Jun 2025, 14:04:29 WIB Penyuluhan
Dukung Pertanian Ramah Lingkungan, BPP Purworejo Dampingi Aplikasi Trichoderma di Kelompok Tani Margo Mulyo

Dukung Pertanian Ramah Lingkungan, BPP Purworejo Dampingi Aplikasi Trichoderma di Kelompok Tani Margo Mulyo

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Purworejo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Hari ini, BPP Purworejo mendampingi Kelompok Tani Margo Mulyo di Kelurahan Paduroso dalam aplikasi Trichoderma pada lahan pertanian mereka. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Sekolah Lapang (SL) yang telah dilaksanakan selama dua hari penuh pada bulan Mei lalu. Kala itu, para petani mendapatkan pelatihan tentang budidaya tanaman cabai rawit dari persiapan lahan sampai pasca panen dan praktik langsung dalam pembuatan Trichoderma, sebuah agens hayati yang dikenal efektif untuk mengendalikan penyakit tanaman dan meningkatkan kesuburan tanah.

Acara ini dihadiri oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Purworejo, Penyuluh Wilayah Binaan (Wibi), serta 15 orang pengurus Kelompok Tani Margo Mulyo. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah, penyuluh, dan petani dalam mengadopsi praktik pertanian modern dan berkelanjutan.

Trichoderma merupakan salah satu mikroorganisme fungsional dan agen hayati serta stimulator bagi pertumbuhan tanaman. Trichoderma  dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman terutama bagian akar akan meningkat lebih banyak dan kuat karena selain hidup dipermukaan akar. Trichoderma dapat masuk hingga lapisan epidermis akar atau hingga lebih lalu menghasilkan dan melepas zat untuk perangsang pembentukan sistem pertahanan bagi tanaman sehingga disimpulkan bahwa Trichoderma  tidak bersifat patogen bagi tanaman inangnya.

Pendampingan aplikasi Trichoderma ini bertujuan untuk memastikan para petani dapat mengaplikasikan agens hayati tersebut dengan benar dan optimal. Dengan begitu, diharapkan tanaman padi atau komoditas lainnya dapat terhindar dari serangan penyakit tular tanah, pertumbuhan tanaman lebih sehat, dan hasil panen pun meningkat. "Kami berharap dengan pendampingan ini, pengetahuan yang didapat dari Sekolah Lapang dapat langsung diterapkan di lapangan. Penggunaan Trichoderma ini adalah langkah konkret menuju pertanian yang lebih sehat dan ramah lingkungan," ujar Koordinator PPL Kecamatan Purworejo.

Ngadiyanto selaku POPT Kecamatan Purworejo menyampaikan cara aplikasi Trichoderma pada tanaman cabai yaitu pada perlakuan biji/bibit, pengocoran saat tanaman umur 7-10 HST, pencampuran dalam media tanam, dan hindari mencampur Trichoderma dengan pupuk atau pestisida kimia, karena dapat membunuh bakteri tersebut. “Trichoderma lebih efektif jika digunakan secara preventif sebelum tanaman terinfeksi patogen dan berfungsi membantu mengurangi penggunaan pupuk kimia dan meningkatkan produktivitas tanaman” tambahnya.

Antusiasme petani Margo Mulyo terlihat jelas selama kegiatan. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi, menunjukkan semangat tinggi untuk mengaplikasikan ilmu baru demi kemajuan pertanian di wilayah mereka. Sumadi selaku Ketua Kelompok Tani Margo Mulyo menyampaikan bahwa dari kelompok tani berencana akan membuat kembali Tricoderma untuk budidaya tanaman cabai mulai dari persiapan lahan sampai untuk pengocoran dan pemupukan. “Budidaya tanaman cabai kami selalu dihadapkan pada berbagai tantangan, salah satunya adalah serangan jamur, sehingga petani harus menggunakan agensi hayati sebagai solusi pengendalian yang ramah lingkungan dan efektif” tandasnya.

Disusun Oleh :

BAKTI WORO HARYANTI, SP (PPL KEC PURWOREJO)

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung