- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
DORONG KETAHANAN PANGAN, DESA TURUS, KEMIRI LAKUKAN PENANAMAN PERDANA PADI GOGO

DORONG
KETAHANAN PANGAN, DESA TURUS, KEMIRI
LAKUKAN
PENANAMAN PERDANA PADI GOGO
KEMIRI KEREN NEWS –– Kepala Dinas
Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Hadi Sadsila, SP.,MM.
bersama jajarannya melakukan penanaman padi gogo di lahan tadah hujan di Desa
Turus Kemiri, sebagai bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan dan
kesejahteraan petani setempat. Kegiatan yang berlangsung pada hari Rabu
(06/11/24) disambut antusias oleh petani Desa Turus yang berharap program ini
dapat membawa manfaat bagi perekonomian mereka.
Dalam sambutannya,
Kepala Dinas menyampaikan bahwa padi gogo dipilih karena kemampuannya untuk
tumbuh di lahan kering atau tadah hujan, yang sesuai dengan karakteristik lahan
di Desa Turus Kemiri. “Penanaman padi gogo ini merupakan solusi bagi
wilayah dengan lahan tadah hujan seperti di sini. Dengan memanfaatkan teknologi
dan praktik budidaya yang tepat, kita dapat meningkatkan produktivitas
pertanian meskipun di lahan kering,” ujarnya.
Program penanaman
padi gogo di Desa Turus Kemiri ini merupakan salah satu program strategis
Kementrian Pertanian untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan
pendapatan para petani lokal. Pihaknya juga memberikan dukungan berupa bantuan
bibit unggul kepada para petani. Diharapkan, melalui pendekatan ini,
produktivitas padi di desa tersebut dapat meningkat signifikan. Selain itu, beliau
juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan
kelompok tani dalam menyukseskan program ini.
“Kami sangat
berharap para petani di Desa Turus Kemiri memanfaatkan kesempatan ini dengan
baik. Penyuluh juga akan terus mendampingi, dari proses tanam, pemeliharaan,
hingga panen, agar hasil yang didapat sesuai harapan,” tambahnya.
Adapun teknik penanamannya
dengan metode Tanam Benih Langsung atau tabela. Tabela adalah teknik yang
semakin populer untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya dalam budidaya padi di
lahan kering atau tadah hujan. Metode ini berbeda dengan metode pindah tanam
karena benih padi ditanam langsung di lahan tanpa proses penyemaian atau
pemindahan bibit.
“Lahan
dibersihkan dari gulma dan sisa-sisa tanaman lain, lalu dilakukan pengolahan
tanah dengan pembajakan atau pencangkulan agar gembur. Penggemburan tanah
membantu memperbaiki aerasi dan mempermudah perakaran tanaman,” terang
beliau.
Beliau juga
menambhakan, bahwa benih yang telah disiapkan ditanam langsung di lahan dengan
jarak tanam sekitar 25-30 cm antar tanaman. Setiap lubang tanam diisi dengan
2-3 butir benih, dan kedalaman tanam sekitar 2-3 cm agar benih tidak mudah
tersapu hujan atau kering karena panas.
Meskipun efektif,
metode tabela pada padi gogo memiliki beberapa tantangan, seperti risiko benih
tidak tumbuh seragam jika kondisi tanah kurang optimal, serta potensi serangan
gulma yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pemantauan dan pemeliharaan yang
konsisten tetap diperlukan untuk memastikan hasil panen yang maksimal.
Ketua Kelompok Tani
Sidodadi Desa Turus, Bapak Hadi Nahrowi, menyambut positif kegiatan penanaman
padi gogo yang baru saja dimulai di desanya. Menurut beliau, program ini adalah
langkah yang sangat tepat untuk memanfaatkan lahan tadah hujan yang ada di
wilayah mereka.
"Kami
merasa sangat terbantu dengan adanya program penanaman padi gogo ini. Di Desa
Turus, sebagian besar lahan adalah lahan tadah hujan, yang sering kali tidak
optimal bila ditanami padi sawah biasa. Padi gogo menjadi solusi ideal karena
bisa tumbuh dengan baik meski di lahan kering,” ujar Bapak Nahrowi
dengan penuh optimisme.
Beliau juga
mengapresiasi dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang telah
memberikan bantuan bibit unggul serta petunjuk teknik budidaya yang sesuai.
"Dengan
bantuan bibit dan bimbingan dari Dinas, kami yakin hasil panen nanti akan lebih
maksimal dan dapat menambah penghasilan petani," tambahnya.
Nahrowi berharap
kegiatan ini tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi bisa menjadi program
berkelanjutan yang menginspirasi desa-desa lain dengan kondisi lahan serupa. Ia
juga mengajak seluruh anggota Kelompok Tani Sidodadi untuk mengikuti arahan dan
teknik budidaya yang diberikan dengan serius.
“Kami dari
Kelompok Tani Sidodadi sangat berharap kegiatan ini berjalan sukses, dan kami
akan berupaya sebaik mungkin. Mudah-mudahan, hasil dari penanaman padi gogo ini
dapat meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok tani dan menciptakan
ketahanan pangan yang lebih baik di desa kami,” ujarnya penuh harap.
Dengan penuh
semangat, Ketua Kelompok Tani Sidodadi dan para anggotanya siap memulai fase
penanaman padi gogo ini, mengoptimalkan potensi lahan yang ada, dan menghadirkan
hasil panen yang diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat Desa Turus secara
keseluruhan.
“Kami sangat
bersyukur dengan adanya program padi gogo ini. Sebelumnya, kami hanya bisa
mengolah sekitar 5 hektar lahan karena keterbatasan air dan kondisi lahan yang
kering. Namun, dengan padi gogo yang lebih tahan terhadap kondisi lahan tadah
hujan, kini kami bisa menanam di lahan yang lebih luas hingga 10 hektar,”
ujarnya penuh antusias.
Menurutnya,
peningkatan luas lahan ini tidak hanya berdampak pada produktivitas tetapi juga
pada kesejahteraan para petani anggota kelompok. Dengan bertambahnya area
tanam, hasil panen yang diharapkan pun akan meningkat, memberikan peluang
pendapatan yang lebih besar bagi petani setempat.
"Harapannya
hasil panen nanti bisa meningkat dua kali lipat. Ini tentu menjadi sumber
pendapatan yang lebih baik bagi kami semua," pungkasnya.
Para petani Desa
Turus menyambut baik kegiatan penanaman padi gogo yang dilaksanakan di lahan
mereka. Bagi para petani, program ini memberikan harapan baru untuk
mengoptimalkan lahan kering yang selama ini sulit menghasilkan panen optimal.
Seorang petani Desa
Turus, Bapak Maryoto, mengungkapkan rasa senangnya terhadap program ini.
“Kami senang
sekali dengan adanya penanaman padi gogo ini. Sebelumnya, lahan kami tidak
terlalu produktif karena bergantung pada hujan. Dengan padi gogo, kami bisa
memanfaatkan lahan yang ada untuk tetap menanam padi tanpa khawatir kekurangan
air,” ujarnya.
Selain itu, Ibu
Maniroh, salah satu anggota Kelompok Tani Sidodadi, juga menyampaikan
harapannya.
“Kami merasa
lebih yakin untuk bercocok tanam sekarang. Dukungan dari pemerintah, baik dari
bibit hingga pendampingan secara teknis, membuat kami optimis bahwa hasil panen
akan lebih baik. Semoga program ini bisa berkelanjutan,” katanya.
Menurut Pak Mulyadi,
penanaman padi gogo juga membuka peluang bagi mereka untuk meningkatkan
kesejahteraan.
“Jika hasil
panen kami bagus, ini bisa jadi sumber pendapatan tambahan. Kami tidak hanya
menunggu musim hujan lagi, tetapi bisa memanfaatkan lahan sepanjang tahun,”
tambahnya.
Program penanaman
padi gogo ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produksi pangan, tetapi
juga menjadi langkah awal dalam mengembangkan potensi pertanian di Desa Turus
Kemiri. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berharap agar desa-desa lain di
wilayah tersebut juga terinspirasi untuk mengoptimalkan lahan kering dengan
tanaman yang sesuai, demi memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah.






