DORONG KETAHANAN PANGAN, DESA TURUS, KEMIRI LAKUKAN PENANAMAN PERDANA PADI GOGO

By DINPPKP 07 Nov 2024, 14:56:04 WIB Penyuluhan
DORONG KETAHANAN PANGAN, DESA TURUS, KEMIRI  LAKUKAN PENANAMAN PERDANA PADI GOGO

DORONG KETAHANAN PANGAN, DESA TURUS, KEMIRI

LAKUKAN PENANAMAN PERDANA PADI GOGO

 

KEMIRI KEREN NEWS –– Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Hadi Sadsila, SP.,MM. bersama jajarannya melakukan penanaman padi gogo di lahan tadah hujan di Desa Turus Kemiri, sebagai bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani setempat. Kegiatan yang berlangsung pada hari Rabu (06/11/24) disambut antusias oleh petani Desa Turus yang berharap program ini dapat membawa manfaat bagi perekonomian mereka.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas menyampaikan bahwa padi gogo dipilih karena kemampuannya untuk tumbuh di lahan kering atau tadah hujan, yang sesuai dengan karakteristik lahan di Desa Turus Kemiri. “Penanaman padi gogo ini merupakan solusi bagi wilayah dengan lahan tadah hujan seperti di sini. Dengan memanfaatkan teknologi dan praktik budidaya yang tepat, kita dapat meningkatkan produktivitas pertanian meskipun di lahan kering,” ujarnya.

Program penanaman padi gogo di Desa Turus Kemiri ini merupakan salah satu program strategis Kementrian Pertanian untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan para petani lokal. Pihaknya juga memberikan dukungan berupa bantuan bibit unggul kepada para petani. Diharapkan, melalui pendekatan ini, produktivitas padi di desa tersebut dapat meningkat signifikan. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan kelompok tani dalam menyukseskan program ini.

“Kami sangat berharap para petani di Desa Turus Kemiri memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Penyuluh juga akan terus mendampingi, dari proses tanam, pemeliharaan, hingga panen, agar hasil yang didapat sesuai harapan,” tambahnya.

Adapun teknik penanamannya dengan metode Tanam Benih Langsung atau tabela. Tabela adalah teknik yang semakin populer untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya dalam budidaya padi di lahan kering atau tadah hujan. Metode ini berbeda dengan metode pindah tanam karena benih padi ditanam langsung di lahan tanpa proses penyemaian atau pemindahan bibit.

“Lahan dibersihkan dari gulma dan sisa-sisa tanaman lain, lalu dilakukan pengolahan tanah dengan pembajakan atau pencangkulan agar gembur. Penggemburan tanah membantu memperbaiki aerasi dan mempermudah perakaran tanaman,” terang beliau.

Beliau juga menambhakan, bahwa benih yang telah disiapkan ditanam langsung di lahan dengan jarak tanam sekitar 25-30 cm antar tanaman. Setiap lubang tanam diisi dengan 2-3 butir benih, dan kedalaman tanam sekitar 2-3 cm agar benih tidak mudah tersapu hujan atau kering karena panas.

Meskipun efektif, metode tabela pada padi gogo memiliki beberapa tantangan, seperti risiko benih tidak tumbuh seragam jika kondisi tanah kurang optimal, serta potensi serangan gulma yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pemantauan dan pemeliharaan yang konsisten tetap diperlukan untuk memastikan hasil panen yang maksimal.

Ketua Kelompok Tani Sidodadi Desa Turus, Bapak Hadi Nahrowi, menyambut positif kegiatan penanaman padi gogo yang baru saja dimulai di desanya. Menurut beliau, program ini adalah langkah yang sangat tepat untuk memanfaatkan lahan tadah hujan yang ada di wilayah mereka.

"Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program penanaman padi gogo ini. Di Desa Turus, sebagian besar lahan adalah lahan tadah hujan, yang sering kali tidak optimal bila ditanami padi sawah biasa. Padi gogo menjadi solusi ideal karena bisa tumbuh dengan baik meski di lahan kering,” ujar Bapak Nahrowi dengan penuh optimisme.

Beliau juga mengapresiasi dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang telah memberikan bantuan bibit unggul serta petunjuk teknik budidaya yang sesuai.

"Dengan bantuan bibit dan bimbingan dari Dinas, kami yakin hasil panen nanti akan lebih maksimal dan dapat menambah penghasilan petani," tambahnya.

Nahrowi berharap kegiatan ini tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi bisa menjadi program berkelanjutan yang menginspirasi desa-desa lain dengan kondisi lahan serupa. Ia juga mengajak seluruh anggota Kelompok Tani Sidodadi untuk mengikuti arahan dan teknik budidaya yang diberikan dengan serius.

“Kami dari Kelompok Tani Sidodadi sangat berharap kegiatan ini berjalan sukses, dan kami akan berupaya sebaik mungkin. Mudah-mudahan, hasil dari penanaman padi gogo ini dapat meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok tani dan menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik di desa kami,” ujarnya penuh harap.

Dengan penuh semangat, Ketua Kelompok Tani Sidodadi dan para anggotanya siap memulai fase penanaman padi gogo ini, mengoptimalkan potensi lahan yang ada, dan menghadirkan hasil panen yang diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat Desa Turus secara keseluruhan.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya program padi gogo ini. Sebelumnya, kami hanya bisa mengolah sekitar 5 hektar lahan karena keterbatasan air dan kondisi lahan yang kering. Namun, dengan padi gogo yang lebih tahan terhadap kondisi lahan tadah hujan, kini kami bisa menanam di lahan yang lebih luas hingga 10 hektar,” ujarnya penuh antusias.

Menurutnya, peningkatan luas lahan ini tidak hanya berdampak pada produktivitas tetapi juga pada kesejahteraan para petani anggota kelompok. Dengan bertambahnya area tanam, hasil panen yang diharapkan pun akan meningkat, memberikan peluang pendapatan yang lebih besar bagi petani setempat.

"Harapannya hasil panen nanti bisa meningkat dua kali lipat. Ini tentu menjadi sumber pendapatan yang lebih baik bagi kami semua," pungkasnya.

Para petani Desa Turus menyambut baik kegiatan penanaman padi gogo yang dilaksanakan di lahan mereka. Bagi para petani, program ini memberikan harapan baru untuk mengoptimalkan lahan kering yang selama ini sulit menghasilkan panen optimal.

Seorang petani Desa Turus, Bapak Maryoto, mengungkapkan rasa senangnya terhadap program ini.

“Kami senang sekali dengan adanya penanaman padi gogo ini. Sebelumnya, lahan kami tidak terlalu produktif karena bergantung pada hujan. Dengan padi gogo, kami bisa memanfaatkan lahan yang ada untuk tetap menanam padi tanpa khawatir kekurangan air,” ujarnya.

Selain itu, Ibu Maniroh, salah satu anggota Kelompok Tani Sidodadi, juga menyampaikan harapannya.

“Kami merasa lebih yakin untuk bercocok tanam sekarang. Dukungan dari pemerintah, baik dari bibit hingga pendampingan secara teknis, membuat kami optimis bahwa hasil panen akan lebih baik. Semoga program ini bisa berkelanjutan,” katanya.

Menurut Pak Mulyadi, penanaman padi gogo juga membuka peluang bagi mereka untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Jika hasil panen kami bagus, ini bisa jadi sumber pendapatan tambahan. Kami tidak hanya menunggu musim hujan lagi, tetapi bisa memanfaatkan lahan sepanjang tahun,” tambahnya.

Program penanaman padi gogo ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mengembangkan potensi pertanian di Desa Turus Kemiri. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berharap agar desa-desa lain di wilayah tersebut juga terinspirasi untuk mengoptimalkan lahan kering dengan tanaman yang sesuai, demi memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung