- Hari Terakhir Pelayanan Keswan di Bulan Suci Ramadhan INi
- Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Cangkrep Lor Kabupaten Purworejo
- Gerdal OPT Walangsangit di KT Semi Gintungan, Gebang
- Rakor Pemantapan Ketahana Pangan DKPP Bersama KADISHANPAN JATENG
- Meski Sedang Puasa, Pelayanan Keswan DKPP Tetap Berjalan
- Menjaga Keamanan Bahan Pangan Asal Hewan, DKPP Laksanakan Pengawasan
- KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026
- Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
- Harga Bawang Merah Bikin Nangis? Tanam Sendiri di Pekarangan, Mengapa Tidak?
Dokter Hewan DKPP Tingkatkan Kompetensi Penanganan Gangguan Reproduksi

Dokter Hewan DKPP Tingkatkan Kompetensi Penanganan Gangguan Reproduksi
Tanggal 27 Agustus – 6
September 2024, Delapan Dokter Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
(DKPP) Kabupaten Purworejo, mengikuti
Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Gangguan Reproduksi, bertempat di Balai
Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, Jawa Timur. Bimtek Penanganan Gangguan Reproduksi adalah
dalam rangka penguatan tenaga kesehatan hewan dalam hal peningkatan kompetensi
para dokter hewan baik yang bertugas di Dinas maupun dokter hewan yang bertugas
di puskeswan yang dimaksudkan untuk meningkatkan keprofesionalan penanganan dan
penanggulangan gangguan reproduksi di lapangan. Sehingga tingkat pelayanan yang
prima oleh dokter hewan sangat dibutuhkan oleh masyarakat peternak secara terus
menerus..
Selama delapan hari di BBIB, peserta bimtek mendapat materi dari pakar-pakar reproduksi dan juga praktek lapangan mengenai Gangguan Reproduksi. Peserta diharapkan dapat mendeteksi kebuntingan serta menganalisa fase folikuler dan luteal melalui palpasi rektal dan USG, sehingga apabila sudah mengenali fisiologi reproduksi maka dokter hewan diharapkan dapat mendiagnosa gangguan reproduksi dan menentukan treatment atau pengobatan yang tepat sesuai penyakitnya.
Keberhasilan reproduksi
ternak akan sangat mendukung peningkatan populasi ternak. Pada usaha peternakan
rakyat, hingga saat ini sering dijumpai adanya kasus gangguan reproduksi yang
ditandai dengan rendahnya fertilitas induk, akibatnya berupa penurunan angka
kebuntingan dan jumlah kelahiran pedet, sehingga mempengaruhi penurunan
populasi sapi dan pasokan penyediaan daging secara nasional. Untuk itu
diperlukan suatu usaha untuk menangani gangguan reproduksi.
Gangguan reproduksi
menyebabkan kerugian ekonomi sangat besar bagi petani yang berdampak terhadap
penurunan pendapatan peternak; umumnya disebabkan oleh beberapa faktor,
diantaranya : (1). penyakit reproduksi, (2) buruknya sistem pemeliharaan, (3)
tingkat kegagalan kebuntingan dan (4) masih adanya pengulangan inseminasi, yang
kemungkinan salah satu penyebabnya adalah adanya gangguan reproduksi.
Dengan adanya bimtek
penanganan gangguan reproduksi harapkan adanya Penguatan pelayanan kesehatan
hewan yaitu meningkatkan kelembagaan, meningkatkan ketersedian peralatan dan
kendaraan, ketersediaan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan
operasional pelayanan kesehatan hewan di Wilayah Kabupaten Purworejo






