- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Desa Gowong Jadi Desa Binaan Distabun Jateng, Warga Semakin Produktif dan Inovatif

Desa Gowong Jadi Desa Binaan Distabun Jateng, Warga Semakin Produktif dan Inovatif
______________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pemberdayaaan Petani
# CybersquadX BPP Bruno
# Bruno Come Back on Fire
______________
Purworejo 15 Mei 2025 – Desa Gowong, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, kini semakin menggeliat menjadi desa percontohan dalam pengembangan pertanian terpadu. Sejak ditetapkan sebagai desa binaan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distabun) Provinsi Jawa Tengah, berbagai program pendampingan dan fasilitasi terus mengalir untuk meningkatkan kapasitas petani dan kelompok tani di desa ini.
Salah satu program unggulan yang tengah berjalan adalah penerapan Good Agricultural Practices (GAP) pada tanaman tembakau. Kelompok Tani (KT) Suka Tani saat ini menjadi pilot project untuk uji efektivitas pupuk organik dalam budidaya tembakau. Kegiatan ini tidak hanya sebatas teori, namun langsung diterapkan di lahan petani dengan pendampingan intensif dari penyuluh dan tim teknis Distabun.
"Uji coba ini sangat membuka wawasan petani. Biasanya kami hanya mengandalkan pupuk kimia, sekarang mulai belajar memanfaatkan pupuk organik hasil olahan sendiri. Selain lebih ramah lingkungan, biayanya juga lebih hemat," ungkap Munshorip, Ketua KT Suka Tani, sambil menunjukkan lahan pembibitan tembakaunya yang tampak lebih subur.
Tidak hanya itu, KT Rukun Tani juga mendapatkan pendampingan khusus penerapan budidaya tembakau yang baik Good Agricultural Practices (GAP)Tobacco. Melalui kegiatan ini, petani mulai menerapkan standar budidaya yang lebih modern, higienis, dan berkelanjutan, dari pembibitan hingga pascapanen.
Semangat inovasi tidak hanya berhenti di tanaman tembakau. Distabun juga menggelar bimbingan teknis (bimtek) agribisnis pengolahan hasil pertanian bagi Poktan Panca Tani. Peserta mendapatkan pelatihan tentang cara mengolah hasil singkong menjadi tepung mokaf ( Modified Cassava Flour) menjadi produk bernilai tambah, seperti aneka kue basah, kue kering, es krim dan lain sebagainya berbasis singkong.
"Harapannya petani tidak hanya berhenti di sawah dan ladang, tapi juga naik kelas menjadi pengusaha yang mampu mengolah dan memasarkan produknya," jelas Nuri Kusrini, S.P. fasilitator dari Distabun Jateng.
Program lainnya yang tak kalah menarik adalah bimtek agribisnis komoditas pertanian untuk KT Suka Tani, yang mengajarkan tentang diversifikasi usaha tani berbasis potensi lokal dan ramah lingkungan. Dalam waktu dekat Desa Gowong juga akan menjadi lokasi percontohan program tanam sayuran dalam polybag yang menyasar pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekartani.
Program ini diharapkan menjadi solusi kreatif menghadapi keterbatasan lahan serta mendukung ketahanan pangan keluarga. KWT Sekartani pun antusias menyambut program ini karena bisa menjadi sumber pangan sehat sekaligus menambah penghasilan rumah tangga.
Kepala Desa Gowong, Latoit, mengapresiasi penuh program-program dari Distabun Jateng yang telah memberi dampak nyata bagi warganya.
"Desa Gowong kini tidak hanya dikenal sebagai desa rintisan sentra tembakau, tapi juga desa yang inovatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman. Terima kasih Distabun Provinsi Jateng atas dukungan dan pendampingannya," ujar Latoit penuh optimisme.
Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Desa Gowong membuktikan bahwa pertanian modern tidak hanya milik kota besar, tapi juga bisa berkembang pesat di desa kecil dengan semangat gotong royong dan pendampingan yang berkelanjutan.






