Dari Tradisi ke Inovasi: Rabu Pahing Jadi Panggung Regenerasi Petani di Gowong

By DINPPKP 04 Jun 2025, 08:56:08 WIB Penyuluhan
Dari Tradisi ke Inovasi: Rabu Pahing Jadi Panggung Regenerasi Petani di Gowong

Dari Tradisi ke Inovasi: Rabu Pahing Jadi Panggung Regenerasi Petani di Gowong

# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pemberdayaan Petani

# CybersquadX BPP Bruno

# Bruno Come Back on Fire 

______________

Gowong, 4 Juni 2025 – Pertemuan rutin malam Rabu Pahing Kelompok Tani Suka Tani Desa Gowong, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, berlangsung istimewa pada Selasa malam (3/6/2025). Dimulai pukul 20.00 WIB dan baru berakhir pukul 01.00 WIB dini hari, agenda utama pertemuan kali ini adalah koordinasi persiapan tanam perdana tembakau dalam program Good Agricultural Practices (GAP) serta Uji Efektivitas Pupuk Organik yang direncanakan akan dilaksanakan pada 11 Juni 2025. Kegiatan ini dijadwalkan akan dihadiri oleh perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah.


Yang membedakan pertemuan pada malam itu dengan biasanya adalah adanya inisiatif cerdas dari Kelompok Tani Suka Tani untuk melibatkan Kelompok Tani Satrio Tani—yang beranggotakan anak-anak muda dari generasi Z—dalam kegiatan strategis tersebut. Ini menjadi langkah nyata dalam upaya regenerasi petani dan membangun jembatan kolaborasi antar-generasi.


“Kami Siap Menyerahkan Tongkat Estafet Pertanian”


Dalam sambutannya, Ketua Kelompok Tani Suka Tani,  Munshorip, menegaskan pentingnya melibatkan generasi muda dalam dunia pertanian. Ia menyebut bahwa regenerasi bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal kepercayaan dan ruang belajar bersama.


> “Kami para petani senior sudah saatnya menyiapkan generasi penerus. Kalau bukan kita yang membuka pintu, siapa lagi? Kegiatan tanam tembakau dan uji pupuk ini akan jadi laboratorium belajar bersama. Kami siap menyerahkan tongkat estafet pertanian, asal mereka juga siap menerimanya,” ujar Munshorip.


Munshorip juga menekankan bahwa tradisi selapanan malam Rabu Pahing bukan hanya ajang kumpul-kumpul, tetapi telah berevolusi menjadi forum edukatif, tempat lahirnya ide-ide baru yang berpijak pada semangat gotong royong.


Pemerintah Desa Dukung Kolaborasi Antar-Generasi


Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh perwakilan pemerintah desa Abdul Rofiq. Ia menilai bahwa pelibatan Satrio Tani sebagai momen penting yang mencerminkan kesiapan petani senior untuk terbuka terhadap pembaruan.


> “Ini contoh regenerasi yang sehat dan organik. Tidak dipaksakan, tapi tumbuh dari bawah. Pemerintah desa sangat mendukung keterlibatan anak muda karena merekalah yang akan menghadapi tantangan pertanian ke depan, dari perubahan iklim sampai digitalisasi,” ungkapnya.


Ia juga menyampaikan bahwa kunjungan BRIN dan Kepala Distanbun Provinsi pada 11 Juni mendatang akan menjadi momen bersejarah bagi Desa Gowong, sekaligus kesempatan emas untuk menunjukkan potensi lokal berbasis inovasi dan partisipasi.


Dari Tradisi ke Arah Transformasi


Suasana pertemuan malam itu dipenuhi semangat kebersamaan. Para anggota Suka Tani dan Satrio Tani tidak hanya membicarakan teknis tanam dan persiapan alat, tetapi juga berbagi semangat dan optimisme.


Dengan tradisi yang tetap dijaga, dan inovasi yang mulai tumbuh, Desa Gowong menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari akar rumput. Regenerasi bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar tumbuh dari ladang yang sama—dengan semangat yang berbeda namun tujuan yang satu: masa depan pertanian yang lestari dan mandiri.






Berita Purworejo

Counter Pengunjung