- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
Dari Perantau Musiman Menjadi Petani Sukses: Perjalanan Inspiratif Pak Karma

Dari Perantau Musiman Menjadi Petani Sukses: Perjalanan Inspiratif Pak Karman
______________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi, Praktisi dan Pemerhati Pertanian Berkelanjutan
# CybersquadX BPP Bruno
# Bruno Semakin Menyala
______________
Gowong, 24 Maret 2025 – Dahulu, Pak Karman hanyalah seorang perantau musiman yang tidak yakin bahwa pertanian bisa menjadi sumber penghidupan yang layak. Namun berkat bimbingan dan motivasi dari Pak Siswanto, seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang kini telah pensiun, pandangannya berubah total. Kini Pak Karman berhasil membangun usaha pertanian yang mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya di Desa Gowong.
Perjalanan Pak Karman menuju kemandirian dimulai dengan langkah kecil. Mengikuti saran Pak Siswanto ia memulai usaha ternak dengan seekor kambing sesuai kemampuannya. Berkat ketekunan dan perawatan yang telaten kambing tersebut berkembang menjadi empat ekor. Setelah dinilai setara dengan seekor sapi bakalan ia menukarnya dengan seekor sapi. Usaha yang tampak sederhana ini kini telah membuahkan hasil besar: Pak Karman telah menjual anakan sapi hingga empat kali.
"Pak Siswanto selalu bilang mulailah dari yang kecil sesuai kemampuan. Saya ikuti nasihat itu dan ternyata benar. Sedikit demi sedikit akhirnya saya bisa mandiri tanpa harus merantau lagi," ujar Pak Karman mengenang masa-masa awal perjuangannya.
Kesuksesan ini tidak diraih dengan mudah. Selain merawat ternak Pak Karman juga mulai fokus pada pertanian. Bimbingan teknis dari Pak Siswanto mengenai pengelolaan lahan dan pemanfaatan pupuk organik menjadi bekal penting dalam mengembangkan usahanya. Meski dihadapkan pada godaan untuk kembali menggunakan pupuk kimia bersubsidi, ia tetap berpegang pada prinsip pertanian organik yang lebih ramah lingkungan.
Kisah Pak Karman menjadi bukti bahwa keberhasilan disektor pertanian bisa diraih dengan kerja keras dan bimbingan yang tepat. Ia kini menjadi inspirasi bagi petani lain di Desa Gowong membuktikan bahwa usaha di kampung halaman bisa menjadi jalan menuju kesejahteraan.
"Saya berharap generasi muda tidak ragu bertani. Jika ditekuni dengan serius pertanian bisa menjadi sumber penghidupan yang layak dan berkelanjutan," pesan Pak Karman penuh semangat.
Meski Pak Siswanto telah lama pensiun pengaruhnya tetap terasa di desa. Banyak petani termasuk Pak Karman masih mengamalkan ajaran dan prinsip yang ditanamkannya. Dengan dukungan komunitas dan kemauan keras Pak Karman membuktikan bahwa mimpi menjadi petani sukses bukanlah hal yang mustahil.
Kedatangan kami ke rumah Pak Karman kali ini didorong oleh kabar bahwa ia tidak memiliki Kartu Tani, sehingga tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi. Memang benar ia tidak memiliki kartu tani, tetapi dia sendiri tidak mempermasalahkannya sebab dia adalah pelaku pertanian organik. Disinilah pentingnya investigasi untuk menghindarkan "gorengan" berita dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Tidak hanya itu kami juga memberikan apresiasi dan terus mendorong Pak Karman meningkatkan kemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk organik dengan memelihara cacing. Kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi yang dikenal sebagai Kascing (bekas cacing).
"Kalau bisa memanfaatkan kotoran sapi menjadi pupuk Kascing, Pak Karman tidak perlu lagi bergantung pada pupuk kimia bersubsidi," jelas Suyitno PPL THL TBPP yang ikut aktif mendampingi.
Solusi ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pupuk organik untuk lahan pertaniannya, tetapi juga menjadi peluang usaha tambahan bagi Pak Karman dimasa depan.






