- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Dari Pahlawan ke Petani: Semangat Juang Tak Pernah Padam di Lahan Jagung Sutoragan

Dari Pahlawan ke Petani: Semangat Juang Tak Pernah Padam
di Lahan Jagung Sutoragan
KEMIRI KEREN NEWS –– Dalam semangat memperingati Hari Pahlawan, Kelompok Tani Suka Maju Desa Sutoragan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, menggelar kegiatan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (Gerdal OPT) pada tanaman jagung. Aksi ini berlangsung pada Senin (10/11/2025) di areal pertanaman jagung seluas sekitar satu hektare yang mulai terserang ulat grayak (Spodoptera frugiperda).
Kegiatan ini dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Kemiri, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Perangkat Desa Sutoragan, serta anggota Kelompok Tani Suka Maju. Pelaksanaan dilakukan secara gotong royong dengan semangat kebersamaan, mencerminkan jiwa juang petani yang selaras dengan nilai perjuangan para pahlawan bangsa.
Ketua Kelompok Tani Suka Maju, Bapak Tolib, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian petani terhadap pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.
“Kami ingin memperingati Hari Pahlawan dengan cara kami sendiri. Kalau dulu para pahlawan berjuang mengangkat senjata, maka kami berjuang mengangkat sprayer. Kami ingin melindungi tanaman jagung agar bisa dipanen dengan baik. Bagi kami, menjaga pangan adalah bentuk perjuangan yang nyata,” ujar Tolib penuh semangat.
Para petani dengan antusias melakukan penyemprotan pestisida nabati dan kimia secara bergiliran di bawah bimbingan penyuluh dan pengamat hama. Selain itu, dilakukan pengamatan lapangan terhadap populasi hama dan musuh alami, seperti kepik predator dan laba-laba, untuk memastikan pengendalian dilakukan secara ramah lingkungan dan efektif.
Penyuluh wibi Desa Sutoragan, Whisnu Agung, menjelaskan bahwa kegiatan Gerdal OPT ini merupakan upaya pengendalian dini agar serangan ulat grayak tidak semakin meluas.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa petani kita tanggap dan cepat beraksi. Gerdal bukan hanya kegiatan teknis, tetapi juga wujud semangat juang petani masa kini. Mereka adalah pahlawan pangan yang berjuang di lahan untuk menjaga ketahanan pangan daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Kemiri, Bapak Sugiyo, menyampaikan bahwa populasi ulat grayak di wilayah Kemiri mulai meningkat sejak awal November akibat kondisi cuaca yang lembap dan curah hujan tinggi. Oleh karena itu, Gerdal yang dilakukan oleh petani sangat tepat waktunya.
“Hasil pengamatan kami, menunjukkan adanya peningkatan populasi ulat grayak pada beberapa blok pertanaman jagung di wilayah Kemiri. Serangan paling dominan terjadi pada fase vegetatif awal hingga pembungaan. Upaya Gerdal seperti ini sangat membantu menekan populasi hama agar tidak menular ke area lain. Kami juga mendorong petani untuk rutin melakukan pengamatan seminggu sekali,” terang Sugiyo.
Sugiyo menambahkan bahwa pihaknya bersama penyuluh terus melakukan pemantauan rutin di lapangan serta memberikan edukasi tentang pengendalian hama terpadu (PHT), agar petani dapat mengenali gejala awal serangan dan mengambil tindakan cepat.
“Kunci utama pengendalian hama bukan hanya pada penyemprotan, tetapi pada kewaspadaan dan kecepatan deteksi dini. Kalau petani sigap, maka kerusakan bisa diminimalkan,” tegasnya.
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kemiri, Umul Khasunah, S.P., MAP., turut memberikan apresiasi atas semangat dan kekompakan Kelompok Tani Suka Maju.
“Kegiatan ini sangat positif. Di Hari Pahlawan, para petani menunjukkan jiwa kepahlawanan dalam bentuk nyata: menjaga pangan, melawan hama, dan memastikan hasil panen tetap terjaga. BPP Kemiri akan terus mendukung kegiatan Gerdal di seluruh desa agar produksi jagung tetap stabil,” ungkapnya.
Dengan dilaksanakannya Gerdal OPT tanaman jagung pada momen Hari Pahlawan ini, semangat juang para petani diharapkan semakin tumbuh. Mereka bukan hanya penghasil pangan, tetapi juga pahlawan masa kini yang berjuang di lahan pertanian demi menjaga ketahanan pangan bangsa. Semoga.–






