- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Dari Nol Jadi Ahli, Petani Turus Mulai Babak Baru Budidaya Tembakau

Dari Nol Jadi Ahli, Petani Turus Mulai Babak Baru Budidaya Tembakau
KEMIRI KEREN NEWS –– Pagi ini, Selasa (12/8/2025), Balai Dusun Karangturi, Desa Turus, Kecamatan Kemiri, menjadi saksi semangat baru para petani. Dengan wajah cerah dan penuh antusias, sebanyak 25 orang anggota kelompok tani berkumpul mengikuti Pembukaan Pelatihan Budidaya Tembakau yang digelar untuk pertama kalinya di desa tersebut. Meski baru pertama kali menanam tembakau, semangat belajar para petani tampak membara. Kursi-kursi yang tertata rapi terisi penuh, dan suasana hangat tercipta dari obrolan antar peserta sebelum acara dimulai.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Ibu Ari Sulistyani, SP., MP.; Kepala Desa Turus, Bapak Heri; serta perwakilan Camat Kemiri, Bapak Kristianto. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap langkah awal pengembangan tembakau di Desa Turus.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Turus, Heri, dalam sambutannya beliau menanamkan optimisme bagi warga, “Meskipun ini pengalaman pertama, jangan takut mencoba. Kita belajar bersama, kita mulai dari nol bersama. Kalau kita konsisten, bukan tidak mungkin Desa Turus bisa dikenal sebagai salah satu sentra tembakau yang berkualitas.”
Sementara itu, Bapak Kristianto, yang hadir mewakili Camat Kemiri, mengingatkan pentingnya kebersamaan. “Kalau petani kompak, saling bantu, dan mau terus belajar, keberhasilan bukan cuma harapan, tapi kenyataan. Mari jadikan tembakau ini bukan hanya komoditas baru, tapi sumber kebanggaan desa,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ibu Ari Sulistyani, SP., MP, menegaskan pentingnya melihat tembakau sebagai peluang ekonomi baru. “Budidaya tembakau ini adalah peluang baru bagi kita semua. Kalau dikelola dengan baik, hasilnya bisa membantu meningkatkan pendapatan petani. Kami dari dinas siap memberikan pendampingan mulai dari tahap awal hingga panen,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Sebagai tahap awal pelatihan, peserta mengikuti pretest untuk mengukur pemahaman mereka sebelum menerima materi. Hasil pretest ini akan menjadi acuan bagi penyuluh dalam memberikan pembelajaran yang tepat sasaran. Selanjutnya, dilakukan pembagian kelompok belajar agar para peserta dapat lebih fokus berdiskusi dan saling bertukar pengalaman selama proses pelatihan berlangsung.
Materi yang disampaikan penyuluh pertanian mencakup teknik budidaya tembakau mulai dari pengolahan lahan, pemilihan varietas bibit, pengaturan jarak tanam, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, hingga proses panen dan pascapanen yang memengaruhi mutu daun tembakau.
Suasana pelatihan terasa hidup. Para peserta aktif bertanya, mencatat, dan berbagi pengalaman. Pertanyaan yang diajukan bervariasi, mulai dari jenis tanah yang paling cocok, cara mengantisipasi serangan ulat, hingga teknik pengeringan agar daun tembakau berkualitas. Salah satu anggota kelompok tani berkomentar, “Wah, ini ilmu baru buat kami. Semoga nanti hasilnya bagus dan bisa jadi sumber penghasilan tambahan.”
Pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri petani agar berani mencoba komoditas baru. Setelah sesi materi di balai dusun, pelatihan akan dilanjutkan dengan praktek langsung di lahan.
Dengan dukungan dari pemerintah desa, kecamatan, dan dinas terkait, serta semangat pantang menyerah dari para petani, diharapkan langkah awal ini akan menjadi titik awal keberhasilan budidaya tembakau di Desa Turus. Seperti yang disampaikan Kepala Desa Heri dalam penutupnya, “Kita mulai bersama, kita sukses bersama. Inilah langkah pertama menuju masa depan yang lebih sejahtera untuk petani Desa Turus.” Semoga.–






