- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Dana Desa Nglaris untuk Ketahanan Pangan: BPP Bener Hadir dengan Pendampingan Teknis

Dana Desa Nglaris untuk Ketahanan Pangan: BPP Bener Hadir dengan Pendampingan Teknis
Bener – 24 September 2025
Desa Nglaris, Kecamatan Bener, meluncurkan program pemanfaatan Dana Desa untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Program ini difokuskan pada kegiatan produktif di bidang peternakan dan perikanan, salah satunya adalah pengembangan ternak burung puyuh jenis mutiara. Puyuh mutiara dipilih karena memiliki prospek cerah baik dari sisi produksi telur maupun daging, sehingga dapat menjadi sumber pangan bergizi sekaligus peluang usaha bagi warga.
Selain ternak puyuh, program ini juga mencakup budidaya ikan nila dan lele. Kedua jenis ikan air tawar tersebut dinilai sesuai dengan kondisi lingkungan desa serta kebutuhan masyarakat sehari-hari. Dengan adanya tambahan sumber protein hewani dari telur puyuh, ikan nila, dan ikan lele, diharapkan kebutuhan gizi warga dapat terpenuhi dengan lebih baik, sekaligus meningkatkan perekonomian rumah tangga petani dan peternak kecil di desa.
Camat Bener Vivin Suryandari Feriyani, S.STP, MM yang hadir dalam acara launching program ini memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Nglaris. Menurutnya, langkah desa dalam mengalokasikan dana untuk kegiatan ketahanan pangan adalah bentuk inovasi yang tepat sasaran. “Langkah ini sangat tepat. Program ketahanan pangan seperti ternak puyuh, budidaya ikan nila, dan lele bukan hanya menambah sumber gizi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat. Saya berharap kegiatan ini terus berkembang dan memberikan manfaat nyata,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Koordinator BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Bener, Kurniasih Dwi Kusimawardhani, SP menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan teknis kepada kelompok tani dan warga yang terlibat. Pendampingan tersebut mencakup manajemen kandang puyuh, pemberian pakan, penanganan kesehatan yang berorientasi pada produktivitas. “Kami akan mendampingi petani dan peternak agar program ini benar-benar berjalan optimal. Tujuan kami jelas: masyarakat desa bisa mandiri dan sejahtera lewat ketahanan pangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Nglaris menegaskan komitmen pemerintah desa untuk terus mendorong program ini secara berkelanjutan. Menurutnya, ketahanan pangan tidak bisa dibangun secara instan, tetapi perlu keseriusan dan partisipasi aktif dari masyarakat. “Program ini tidak hanya jangka pendek, tapi kami ingin menjadi pondasi untuk ketahanan pangan desa yang berkelanjutan. Kami akan terus mendukung warga, baik dalam sarana, prasarana, maupun kemitraan,” tegasnya.
Dengan adanya kolaborasi yang erat antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, penyuluh pertanian, serta masyarakat, Desa Nglaris diharapkan mampu tumbuh menjadi desa mandiri pangan. Jika program ini berhasil, bukan hanya pemenuhan gizi yang tercapai, tetapi juga peningkatan ekonomi warga serta terciptanya lapangan usaha baru di bidang pertanian dan peternakan. Desa Nglaris pun berpeluang menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain di Kecamatan Bener dalam mengelola dana desa secara tepat guna dan berdaya guna.






