- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
\"Dana Desa Dorong Pertanian Berkelanjutan: Desa Bendungan Gelar Pelatihan Pupuk Organik Padat\"

"Dana Desa Dorong Pertanian Berkelanjutan: Desa Bendungan Gelar Pelatihan Pupuk Organik Padat"
Pemerintah Desa Bendungan Kecamatan Grabag bersama Gapoktan Sido Rukun dan bekerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Grabag, pada hari Kamis, tanggal 27 November 2025, menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk organik padat yang didanai oleh dana desa. Acara yang digelar di balai desa dan rumah anggota ini bertujuan untuk menghemat biaya petani dan mengelola limbah pertanian secara efektif.
Dalam sambutannya, koordinator BPP Grabag, Bapak Nurman Saefudin, S.Pt menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan. Selain itu, petani bisa memanfaatkan limbah pertanian di sekitar mereka, seperti sisa tanaman dan kotoran ternak, menjadi pupuk berkualitas.
Pelatihan ini dihadiri oleh 25 peserta petani dari empat kelompok tani di Desa Bendungan. Materi teori tentang manfaat pupuk organik, jenis-jenis bahan baku yang bisa digunakan, dan prinsip dasar pengomposan. Materi praktek, peserta langsung diajak membuat pupuk organik padat.
Para peserta antusias mengikuti demonstrasi pembuatan pupuk organik. Dengan panduan dari penyuluh pertanian, mereka diajak untuk mempraktikkan langsung prosesnya, mulai dari mengumpulkan bahan organic berupa kotoran hewan dari kambing, sekam padi, bekatul, hingga mencampurnya dengan bahan lain seperti tetes tebu dan EM 4. Proses fermentasi dan cara menjaga kelembapan yang benar menjadi poin penting yang dijelaskan dalam sesi praktek.
Ardiyanti Nuswantari, SP selaku pengampu sesi praktek mengharapkan kegiatan ini bisa terus dilaksanakan di kelompok masing-masing guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani Desa Bendungan dalam menciptakan pertanian yang mandiri, berkelanjutan, dan menguntungkan secara ekonomi.






