- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
\"Dana Desa Dorong Pertanian Berkelanjutan: Desa Bendungan Gelar Pelatihan Pupuk Organik Padat\"

"Dana Desa Dorong Pertanian Berkelanjutan: Desa Bendungan Gelar Pelatihan Pupuk Organik Padat"
Pemerintah Desa Bendungan Kecamatan Grabag bersama Gapoktan Sido Rukun dan bekerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Grabag, pada hari Kamis, tanggal 27 November 2025, menyelenggarakan pelatihan pembuatan pupuk organik padat yang didanai oleh dana desa. Acara yang digelar di balai desa dan rumah anggota ini bertujuan untuk menghemat biaya petani dan mengelola limbah pertanian secara efektif.
Dalam sambutannya, koordinator BPP Grabag, Bapak Nurman Saefudin, S.Pt menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia dan mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan. Selain itu, petani bisa memanfaatkan limbah pertanian di sekitar mereka, seperti sisa tanaman dan kotoran ternak, menjadi pupuk berkualitas.
Pelatihan ini dihadiri oleh 25 peserta petani dari empat kelompok tani di Desa Bendungan. Materi teori tentang manfaat pupuk organik, jenis-jenis bahan baku yang bisa digunakan, dan prinsip dasar pengomposan. Materi praktek, peserta langsung diajak membuat pupuk organik padat.
Para peserta antusias mengikuti demonstrasi pembuatan pupuk organik. Dengan panduan dari penyuluh pertanian, mereka diajak untuk mempraktikkan langsung prosesnya, mulai dari mengumpulkan bahan organic berupa kotoran hewan dari kambing, sekam padi, bekatul, hingga mencampurnya dengan bahan lain seperti tetes tebu dan EM 4. Proses fermentasi dan cara menjaga kelembapan yang benar menjadi poin penting yang dijelaskan dalam sesi praktek.
Ardiyanti Nuswantari, SP selaku pengampu sesi praktek mengharapkan kegiatan ini bisa terus dilaksanakan di kelompok masing-masing guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani Desa Bendungan dalam menciptakan pertanian yang mandiri, berkelanjutan, dan menguntungkan secara ekonomi.






