- Audit BPK Turun ke Lapangan, DKPP Purworejo Tunjukkan Transparansi Program Hibah
- Pelatihan Kader Zoonosis, Upayakan Prinsip One Health
- Evaluasi MT I Jadi Dasar, Kemiri Siap Genjot Tanam 2026
- HARGA BERAS DI PENGGILINGAN PADI PURWOREJO DEKATI HET, PASOKAN TERPANTAU STABIL
- Pembukaan Sekolah Lapang (SL) Kelapa Kelompok Tani Berkah Tani Milenial Desa Girigondo
- Penguatan Silaturahmi dan Sinergi Petani melalui Pertemuan KTNA dan Halal Bihalal Kecamatan Bener Tahun 2026 dalam Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
- Sekolah Lapang Kelapa 2026 Poktan Tanjung Sari, Kel Lugosobo, Kec Gebang
- SL Kelapa Kecamatan Grabag Tahun 2026 Upaya Tingkatkan Kapasitas Petani Kelapa Purworejo
- SL Kelapa Kecamatan Bagelen Tahun 2026 untuk amankan Produksi Kelapa Tetap Maksimal
- Akselerasi Sertifikasi Organik, KEP KOPRAL Purworejo Perkuat Administrasi dan Standar Budidaya
Dampak Positif Kegiatan CSA SIMURP, Kelompok Tani Maju Rukun Desa Bragolan Membuat Pupuk Organik Lagi

Dampak Positif Kegiatan CSA SIMURP,
Kelompok Tani Maju Rukun Desa Bragolan
Membuat Pupuk Organik Lagi
Pupuk kimia masih menjadi primadona oleh sebagian besar petani dalam proses budidaya pertanian. Praktis, adalah salah satu alasan dibalik penggunaannya. Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan dalam kurun waktu yang cukup lama, tanpa disadari ada dampak dari penggunaannya. Tanah keras dan tingkat keasaman tinggi merupakan sebagian beberapa dampak yang ditimbulkan, terlebih dosis yang diberikan melebihi rekomendasi.
Kelompok Tani Maju Rukun Desa Bragolan adalah salah satu alumni dari kegiatan CSA SIMURP Tahun 2023 dimana salah satu teknologi di dalamnya adalah pemanfaatan bahan organik dalam membantu budidaya pertanian khususnya padi. Nyatanya, kegiatan tersebut mampu menarik minat anggota kelompok tani dalam memanfaatkan bahan organik, khususnya kotoran hewan (kohe) diolah menjadi pupuk organik padat.
Pada hari Rabu, 13 September 2023 bertempat di rumah ketua kelompok tani, anggota kelompok didampingi Koordinator BPP Purwodadi Suyudiyono, S.ST dan Penyuluh wibi Desa Bragolan, Jivana Zulfi, S.P melakukan pengolahan kotoran hewan (kohe) menjadi pupuk organik padat secara swadaya. “Saya mempunyai program bersama kelompok tani, agar ke depannya kami mampu memproduksi pupuk organik dari kotoran hewan (kohe) secara kontinyu. Setidaknya dapat memenuhi kebutuhan pupuk organik bagi anggota kelompok tani. Program ini dilakukan mengingat anggota kelompok cukup antusias dalam penggunaan pupuk organik ini”, kata Budi Haryono Ketua Kelompok Tani Maju Rukun Desa Bragolan.
BPP Purwodadi menyambut baik gagasan positif dari kelompok tani, selain sebagai upaya memperbaiki struktur tanah yang “sakit”, hal tersebut juga sebagai alternatif dalam pengurangan pupuk kimia. “Sebuah gagasan yang positif dan kami dari BPP Purwodadi tentu siap untuk mendampingi kelompok Tani Maju Rukun dalam pelaksanaannya. Harapan kami ke depannya tidak hanya dimanfaatkan untuk internal kelompok saja, namun juga dapat dimanfaatkan oleh petani lain. Kelompok tani mempunyai produk pupuk organik yang dapat dipasarkan”, seperti yang disampaikan Suyudiyono menanggapi gagasan dari kelompok tani. Tidak hanya di kelompok tani ini saja, harapannya akan semakin banyak petani dan kelompok tani di wilayah Kecamatan Purwodadi yang tertarik dan tergerak dalam memanfaatkan bahan organik sehingga mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri. (Jivana Zulfi, S.P - BPP Kecamatan Purwodadi)






