- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
CEGAH LEDAKAN HAMA WERENG BATANG COKLAT, BPP KECAMATAN PURWOREJO DAMPINGI GERDAL

CEGAH LEDAKAN HAMA WERENG BATANG COKLAT, BPP KECAMATAN
PURWOREJO DAMPINGI GERDAL
Salah satu hama padi yang perlu diwaspadai adalah
wereng batang coklat (WBC). Perubahan iklim yang saat ini terjadi menjadi salah
satu faktor pemicu peningkatan WBC. Hama ini merupakan jenis serangga kepik
terbang yang menghisap cairan tanaman padi. Kemampuan migrasinya tinggi,
serangga ini biasa bergerak dalam kawanan yang banyak dan mampu berpindah
tempat dengan terbang hingga 100 km. Kemampuan WBC merusak wilayah pertanaman
padi sangat cepat. Akibat serangan wereng tanaman seperti terbakar (menguning
dan mongering) serta terlihat mengumpul/melingkar pada satu lokasi (hopperburn).
Keberadaan wereng ini tentu akan mengancam pertumbuhan tanaman padi, oleh
karenanya perlu mengenali dan mengetahui cara pengendalianya secara efektif.
Bertempat di Desa Plipir Kecamatan Purworejo Kabupaten
Purworejo pada awal Maret 2025 diadakan kegiatan Gerakan Pengendalian
(Gerdal) hama wereng batang coklat. Gerdal
yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani "Tani Maju" ini dihadiri POPT
dan PPL Kecamatan Purworejo, Bhabinkamtibmas, Babinsa Desa Plipir, Pemerintah
Desa Plipir, dan anggota kelompok tani sejumlah 30 orang dengan cakupan areal
yang dilakukan penyemprotan adalah kurang lebih sekitar 10 Ha dan umur tanaman
padi 15-25 HST.
Ngadiyanto, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu
Tumbuhan (POPT) Kecamatan Purworejo menyampaikan kepada petani untuk melakukan
pengamatan rutin pada lahan sawah masing-masing untuk memantau perkembangan
wereng yang mulai merebak di beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo. “Monitoring
dini penting dilakukan untuk mengetahui populasi WBC terkait dengan ambang
ekonom (penyebab kerugian ekonomi). Jika dalam 1 rumpun sudah ada 4 ekor wereng
coklat artinya sudah berada dalam batas ambang ekonomi. Pengendalian WBC sulit
dilakukan apabila populasi WBC sudah tinggi:, ujarnya.
Gerdal direkomendasikan setelah melakukan pengamatan
dan ditemukan populasi sudah mencapai lebih dari ambang ekonomi. Metode
pengendalian dilakukan dengan penyemprotan serentak dengan Pestisida yang
diaplikasikan adalah Emcindo yang merupakan bantuan dari LPHP Temanggung dengan
aplikasi sesuai dosis yang direkomendasikan. Ngadiyanto menambahkan penyemprotan
secara bersamaan harus dilakukan untuk mencegah migrasinya hama WBC dari satu
lokasi ke lokasi lain. “Disisi lain, petani harus betul–betul faham mengenai
penggunaan pestisida berdasarkan prinsip 5 T yaitu tepat sasaran, tepat jenis,
tepat waktu, tepat dosis, dan tepat cara aplikasi. Aplikasi penyemprotan
insektisida harus secara serentak agar tidak terjadi perpindahan populasi WBC
dari satu tempat ke tempat yang lain”, tambahnya.
Woro selaku Koordinator PPL Kecamatan Purworejo
menambahkan penyebab semakin banyaknya intensitas serangan hama wereng adalah
adanya anomali iklim yang sering terjadi belakangan ini. “Peningkatan ini
sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca saat ini, curah hujan yang meningkat
menyebabkan lingkungan menjadi lebih lembab. Habitat dengan kelembaban tinggi
sangat disukai WBC untuk berkembang biak. Selain itu, kurangnya pemahaman
petani tentang cara pencegahan penyebaran WBC dan cara-cara pengendalian WBC
yang tepat juga ikut mempengaruhi”, imbuhnya.
Dengan adanya gerakan pengendalian massal ini dapat
mencegah ledakan hama wereng batang coklat, meminimalkan migrasi wereng ke
lokasi lain, menekan populasi, mengendalikan wereng dan membantu menjaga
produktivitas panen padi tetap tinggi.
Pengirim : Bakti Woro Haryanti, SP (PPL Kecamatan
Purworejo)






