CEGAH LEDAKAN HAMA WERENG BATANG COKLAT, BPP KECAMATAN PURWOREJO DAMPINGI GERDAL

By DINPPKP 11 Mar 2025, 14:45:12 WIB Penyuluhan
CEGAH LEDAKAN HAMA WERENG BATANG COKLAT, BPP KECAMATAN PURWOREJO DAMPINGI GERDAL

CEGAH LEDAKAN HAMA WERENG BATANG COKLAT, BPP KECAMATAN PURWOREJO DAMPINGI GERDAL

 

Salah satu hama padi yang perlu diwaspadai adalah wereng batang coklat (WBC). Perubahan iklim yang saat ini terjadi menjadi salah satu faktor pemicu peningkatan WBC. Hama ini merupakan jenis serangga kepik terbang yang menghisap cairan tanaman padi. Kemampuan migrasinya  tinggi, serangga ini biasa bergerak dalam kawanan yang banyak dan mampu berpindah tempat dengan terbang hingga 100 km. Kemampuan WBC merusak wilayah pertanaman padi sangat cepat. Akibat serangan wereng tanaman seperti terbakar (menguning dan mongering) serta terlihat mengumpul/melingkar pada satu lokasi (hopperburn). Keberadaan wereng ini tentu akan mengancam pertumbuhan tanaman padi, oleh karenanya perlu mengenali dan mengetahui cara pengendalianya secara efektif.

 

Bertempat di Desa Plipir Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo pada awal Maret 2025 diadakan kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal)  hama wereng batang coklat. Gerdal yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani "Tani Maju" ini dihadiri POPT dan PPL Kecamatan Purworejo, Bhabinkamtibmas, Babinsa Desa Plipir, Pemerintah Desa Plipir, dan anggota kelompok tani sejumlah 30 orang dengan cakupan areal yang dilakukan penyemprotan adalah kurang lebih sekitar 10 Ha dan umur tanaman padi 15-25 HST.

 

Ngadiyanto, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Purworejo menyampaikan kepada petani untuk melakukan pengamatan rutin pada lahan sawah masing-masing untuk memantau perkembangan wereng yang mulai merebak di beberapa wilayah di Kabupaten Purworejo. “Monitoring dini penting dilakukan untuk mengetahui populasi WBC terkait dengan ambang ekonom (penyebab kerugian ekonomi). Jika dalam 1 rumpun sudah ada 4 ekor wereng coklat artinya sudah berada dalam batas ambang ekonomi. Pengendalian WBC sulit dilakukan apabila populasi WBC sudah tinggi:, ujarnya.

 

Gerdal direkomendasikan setelah melakukan pengamatan dan ditemukan populasi sudah mencapai lebih dari ambang ekonomi. Metode pengendalian dilakukan dengan penyemprotan serentak dengan  Pestisida yang diaplikasikan adalah Emcindo yang merupakan bantuan dari LPHP Temanggung dengan aplikasi sesuai dosis yang direkomendasikan. Ngadiyanto menambahkan penyemprotan secara bersamaan harus dilakukan untuk mencegah migrasinya hama WBC dari satu lokasi ke lokasi lain. “Disisi lain, petani harus betul–betul faham mengenai penggunaan pestisida berdasarkan prinsip 5 T yaitu tepat sasaran, tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis, dan tepat cara aplikasi. Aplikasi penyemprotan insektisida harus secara serentak agar tidak terjadi perpindahan populasi WBC dari satu tempat ke tempat yang lain”, tambahnya.

 

Woro selaku Koordinator PPL Kecamatan Purworejo menambahkan penyebab semakin banyaknya intensitas serangan hama wereng adalah adanya anomali iklim yang sering terjadi belakangan ini. “Peningkatan ini sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca saat ini, curah hujan yang meningkat menyebabkan lingkungan menjadi lebih lembab. Habitat dengan kelembaban tinggi sangat disukai WBC untuk berkembang biak. Selain itu, kurangnya pemahaman petani tentang cara pencegahan penyebaran WBC dan cara-cara pengendalian WBC yang tepat juga ikut mempengaruhi”, imbuhnya.

 

Dengan adanya gerakan pengendalian massal ini dapat mencegah ledakan hama wereng batang coklat, meminimalkan migrasi wereng ke lokasi lain, menekan populasi, mengendalikan wereng dan membantu menjaga produktivitas panen padi tetap tinggi.

 

Pengirim : Bakti Woro Haryanti, SP (PPL Kecamatan Purworejo)

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung