BPP Kaligesing Tingkatkan Kewaspadaan, Laksanakan Pengamatan OPT Padi secara Intensif untuk Antisipasi Dini Serangan OPT

By DINPPKP 22 Feb 2025, 20:48:01 WIB Penyuluhan

BPP Kaligesing Tingkatkan Kewaspadaan, Laksanakan Pengamatan OPT Padi secara Intensif untuk Antisipasi Dini Serangan OPT

*Bagian II

____________________________

# Tim Liput BPP Kaligesing

_____________


Kaligesing,  Jumat, 21 Februari 2025 – BPP Kaligesing, dimotori oleh koordinator, Jarwani, S.ST., melanjutkan kegiatan pengamatan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) di sawah-sawah wilayah Kecamatan Kaligesing, terutama yang belum terpantau dari pengamatan di pekan yang lalu. Kegiatan ini sebagai lanjutan dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Jumat yang lalu, 14 Februari 2025, dan diharapkan akan dilaksanakan secara rutin dan berkala.


Kegiatan kali ini dilaksanakan oleh Tim yang terdiri dari Penyuluh wibi dan Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Wilayah Kaligesing-Loano, Wagiyanti,S.P. dan bersinergi dengan unsur Babinsa Kecamatan Kaligesing. Sebelum Langkah pengamatan lapang dilakukan, Tim dibrifing terlebih dahulu, terutama oleh Petugas POPT, yang menyampaikan tentang wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) maupun OPT lain yang sedang merebak di beberapa wilayah Kabupaten Purworejo. 


Hasil pengamatan OPT kali ini, di Desa Tlogoguwo di lahan sekitar embung ditemukan populasi 3-10 ekor per rumpun . Pada ledakan wereng musim tahun lalu di lahan tersebut terserang wereng sampai puso. hal itu juga dipicu kondisi lahan yang terus menerus tergenang air (air susah dibuang). Oleh karena itu untuk antisipasi terjadi dampak serangan yang sama direkomendasikan untuk gerakan pengendalian dg bahan insektisida kimia. 

PPL wibi Tlogoguwo, Susiana Tri Wahyuni, S.P. merespon cepat dengan mengkondisikan kelompok tani untuk melaksanakan gerdal pada hari Senin, 24 Februari 2025.

Adapun hasil pengamatan di Desa Tawangsari, Tlogobulu, Ngadirejo, dan Sumowono, populasi wereng batang coklat (WBC) masih sangat rendah 0-3 ekor per rumpun. Direkomendasikan untuk mengeringkan sawah kurleb 3-5 hari. Meskipun populasi masih rendah petani diharapkan tetap waspada dan terus memantau lahan sawahnya


Selanjutnya, ditemukan juga gejala serangan tikus di blok sawah desa Tlogobulu. Ada juga serangan bakteri hawar daun / kresek di desa Tawangsari, namun tingkat serangan masih di bawah ambang ekonomi, yang artinya masih rendah dan belum perlu dilakukan pengendalian.

Terkait gejala serangan tikus, POPT Bersama PPL Wibi desa Tlogobulu, Hanang Sarwono, S.P., hari itu juga langsung menemui kelompok tani dan perangkat desa Tlogobulu untuk mensosialisasikan antisipasi pengendalian hama tikus secara organik menggunakan kulit jengkol, bisa dibakar atau ditaburkan secara langsung ke sawah yang terserang tikus. Jengkol mengandung minyak atsiri, saponin, dan alkaloid yang dapat mengusir tikus. 


Dengan dilaksanakannya kegiatan BPP semacam ini, sebagai langkah antisipatif terhadap serangan OPT, diharapkan tidak terjadi peningkatan serangan OPT pada sawah di kecamatan Kaligesing khususnya, maupun juga tanaman lainnya, agar jangan sampai merugikan petani secara ekonomi.






Berita Purworejo

Counter Pengunjung