- Audit BPK Turun ke Lapangan, DKPP Purworejo Tunjukkan Transparansi Program Hibah
- Pelatihan Kader Zoonosis, Upayakan Prinsip One Health
- Evaluasi MT I Jadi Dasar, Kemiri Siap Genjot Tanam 2026
- HARGA BERAS DI PENGGILINGAN PADI PURWOREJO DEKATI HET, PASOKAN TERPANTAU STABIL
- Pembukaan Sekolah Lapang (SL) Kelapa Kelompok Tani Berkah Tani Milenial Desa Girigondo
- Penguatan Silaturahmi dan Sinergi Petani melalui Pertemuan KTNA dan Halal Bihalal Kecamatan Bener Tahun 2026 dalam Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
- Sekolah Lapang Kelapa 2026 Poktan Tanjung Sari, Kel Lugosobo, Kec Gebang
- SL Kelapa Kecamatan Grabag Tahun 2026 Upaya Tingkatkan Kapasitas Petani Kelapa Purworejo
- SL Kelapa Kecamatan Bagelen Tahun 2026 untuk amankan Produksi Kelapa Tetap Maksimal
- Akselerasi Sertifikasi Organik, KEP KOPRAL Purworejo Perkuat Administrasi dan Standar Budidaya
BPP Bruno Gandeng Babinsa Buat Hunian Alami Untuk TITTO Si Burung Hantu

BPP Bruno Gandeng Babinsa Buat Hunian Alami Untuk TITTO Si Burung Hantu
Burung
hantu, sebagai predator malam yang mengagumkan, membutuhkan tempat tinggal yang
aman dan nyaman. Rumah burung hantu adalah solusi ideal untuk menyediakan
habitat bagi hewan nokturnal ini di lingkungan pedesaan. Pada tanggal 5 Agustus
2024 Pemerintah Desa Somoleter beserta dengan kelompok tani yang ada di desa
tersebut, bahu membahu membuat rumah burung hantu. Hal ini dilakukan untuk
menjaga kelestarian populasi burung hantu agar manfaatnya dapat terus dirasakan
oleh petani secara berkelanjutan.
Rumah
burung hantu biasanya berbentuk kotak dengan lubang masuk berbentu bulat atau
persegi. Ukurannya bervariasi tergantung spesies burung hantu yang ditargetkan.
Bagian dalam rumah harus cukup luas untuk burung hantu bersarang dan
membesarkan anak-anaknya. Rumah burung hantu yang dirancang dengan baik
melindungi telur dan anakan dari predator dan cuaca ekstrem.
Manfaat:
1.
Pengendalian hama alami: Burung hantu membantu mengendalikan populasi tikus. Satu
burung hantu dewasa dapat menangkap 3-4 tikus per malam. Penglihatan dan
pendengaran tajam memungkinkan burung hantu mendeteksi tikus dalam gelap. Dalam
berburu tikus burung hantu terbang tanpa suara memungkinkan mereka menyergap
mangsa tanpa terdeteksi.
2.
Konservasi: Menyediakan tempat tinggal bagi spesies burung hantu yang terancam
untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan populasi. Keberadaan rumah
burung hantu memudahkan peneliti untuk mempelajari dan memantau populasi.
3.
Pendidikan: Kesempatan untuk mengamati dan belajar tentang perilaku burung
hantu. Rumah burung hantu berfungsi sebagai "laboratorium hidup" yang
menawarkan peluang pendidikan yang kaya dan beragam, tidak hanya mengajarkan
tentang burung hantu, tetapi juga tentang ekologi, konservasi, dan pentingnya
menjaga keseimbangan alam.
Rumah
burung hantu sebaiknya ditempatkan di pohon tinggi atau tiang, jauh dari
gangguan manusia. Arahkan lubang masuk menghadap area terbuka untuk memudahkan
burung hantu terbang masuk dan keluar. Dengan menyediakan rumah burung hantu,
kita dapat membantu melestarikan spesies ini sambil menikmati manfaat kehadiran
mereka di lingkungan kita.
BPP
Kec. Bruno






