BIKIN GERAH, PETANI ENGGAN PAKAI APD

By DINPPKP 06 Mar 2025, 13:10:53 WIB Penyuluhan
BIKIN GERAH, PETANI ENGGAN PAKAI APD

BIKIN GERAH, PETANI ENGGAN PAKAI APD

 

KEMIRI KEREN NEWS, 5 Maret 2025 –– Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat penyemprotan pestisida di sawah masih sering diabaikan oleh petani. Padahal, APD sangat penting untuk melindungi mereka dari paparan bahan kimia berbahaya yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Berdasarkan pantauan di beberapa area persawahan di wilayah Kecamatan Kemiri, masih banyak petani yang melakukan penyemprotan tanpa mengenakan perlengkapan standar seperti masker, sarung tangan, kacamata pelindung, atau pakaian khusus. Beberapa petani mengaku enggan menggunakan APD karena merasa tidak nyaman dan menganggapnya tidak begitu penting.

"Kalau pakai masker atau sarung tangan malah bikin gerah dan ribet. Lagipula, sudah biasa kena pestisida, tidak ada masalah," ujar salah seorang petani di Desa Rowobayem.

Namun, Petugas POPT Kecamtan Kemiri, Sugiyo, mengingatkan bahwa paparan pestisida dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi kulit, bahkan penyakit serius seperti kanker dan gangguan saraf. Koordinator BPP Kecamatan Kemiri, Umul Khasunah, SP.,MAP., menekankan pentingnya penggunaan APD untuk keselamatan kerja petani. "Kami terus melakukan sosialisasi agar petani sadar akan risiko pestisida, tetapi faktanya, banyak yang masih enggan menggunakannya. Ini yang menjadi tantangan bagi kami," ujarnya.

Sementara itu, ditemui di tempat lain, Fitra, seorang petani yang masih berusia relatif muda juga mengungkapkan hal yang sama. "Menyemprot itu butuh waktu lama. Kalau pakai perlengkapan lengkap, rasanya jadi lebih lambat dan kurang praktis. Apalagi kalau cuaca panas, jadi lebih cepat capek," tukasnya sambil tersenyum.

Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh pengalaman Mbah Wiro, petani berusia lanjut, yang kebetulan sedang berada di sawah. "Dari dulu saya menyemprot tanpa perlengkapan lengkap, dan sampai sekarang baik-baik saja. Jadi, rasanya tidak perlu berlebihan,” ujarnya sambil menghisap rokok menyan.

Sementara itu, dengan suasana penuh keakraban, Sugiyo yang sudah berpengalaman menjadi Petugas POPT tak bosan- bosannya memberikan edukasi ke petani terkait penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) saat penyemprotan pestisida. “Ketika menyemprot, petani dianjurkan untuk mengenakan APD standar seperti masker, sarung tangan, kacamata pelindung, pakaian lengan panjang, dan sepatu saat menyemprot pestisida. Hal ini bertujuan untuk mencegah paparan langsung terhadap bahan kimia berbahaya,” tuturnya.

Menurut penuturan beliau, bahwa banyak petani mengeluhkan ketidaknyamanan saat memakai APD. Oleh karena itu, petugas POPT menyarankan penggunaan APD yang berbahan ringan, tidak terlalu tebal, tetapi tetap efektif melindungi dari paparan pestisida. Masker sangat penting untuk menghindari uap pestisida yang bisa masuk ke saluran pernapasan. Sementara itu, kacamata pelindung mencegah cairan pestisida mengenai mata yang bisa menyebabkan iritasi. Setelah menyemprot, petani dianjurkan segera mencuci tangan dengan sabun, mandi, dan mengganti pakaian agar tidak ada residu pestisida yang menempel di tubuh atau terbawa ke dalam rumah. “Saya tekankan juga, agar tidak merokok, makan, atau minum saat sedang menyemprot karena dapat menyebabkan pestisida masuk ke dalam tubuh melalui tangan atau udara yang terhirup,” pungkasnya.

Di sisi lain, dari sekian banyak petani, masih ada seorang petani yang sangat aware dengan kesehatannya dan sadar akan pentingnya penggunaan APD saat menyemprot. Adalah Mbah Surip, petani yang sudah sepuh menceritakan pengalamannya saat menyemprot. "Dulu saya sering batuk dan pusing setelah menyemprot tanpa masker. Saya juga pernah mengalami iritasi kulit karena pestisida mengenai tangan. Sejak itu, saya selalu memakai sarung tangan dan pakaian lengan panjang," tukasnya.

Awalnya beliau juga beranggapan bahwa APD tidak penting, tapi setelah melihat beberapa teman mengalami gangguan pernapasan dan kulit karena sering terpapar pestisida, beliau mulai terbuka hatinya. "Kalau kita sakit akibat pestisida, keluarga yang kena dampaknya. Jadi, lebih baik mencegah dengan memakai APD. Pakai APD memang ribet, tapi ternyata kalau sudah terbiasa, tidak masalah,” pungkasnya sambil tersenyum.

Hanya sebagian kecil petani yang mulai sadar akan pentingnya APD. Beberapa dari mereka, walaupun tidak memakai APD tapi sudah menggunakan masker, sarung tangan, baju dan celana panjang terutama setelah ada sosialisasi dari penyuluh pertanian dan pengalaman melihat dampak buruk pestisida pada rekan sesama petani.

Diharapkan lebih banyak petani yang mulai memahami pentingnya APD demi kesehatan dan keselamatan kerja mereka. Selain penggunaan APD, petani juga diminta menyimpan pestisida di tempat yang tertutup dan jauh dari jangkauan anak-anak agar tidak terjadi keracunan. ––





Berita Purworejo

Counter Pengunjung